4 Juli 2026 Bengkulu – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu terus mengoptimalkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) melalui keterlibatan mereka dalam pembangunan fasilitas Masjid At-Taubah Rutan Bengkulu. Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (4/7) ini merupakan salah satu bentuk pembinaan keterampilan kerja yang bertujuan membekali warga binaan dengan kemampuan praktis sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan.
Pembangunan fasilitas masjid dilakukan oleh warga binaan yang telah memiliki keterampilan di bidang pertukangan dan konstruksi, dengan pendampingan serta pengawasan langsung dari petugas Rutan Bengkulu. Berbagai pekerjaan, mulai dari pemasangan material, perapihan area bangunan, hingga penyelesaian fasilitas penunjang, dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan standar keselamatan kerja.
Program pembinaan ini tidak hanya bertujuan mendukung penyediaan sarana ibadah yang representatif bagi warga binaan dan petugas, tetapi juga menjadi media pembelajaran bagi WBP untuk mengembangkan kemampuan teknis yang dapat dimanfaatkan sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat.
Kepala Rutan Kelas IIB Bengkulu, Tomy Yulianto, menyampaikan bahwa pembinaan kemandirian merupakan salah satu fokus utama dalam penyelenggaraan sistem pemasyarakatan. Melalui keterlibatan langsung dalam pembangunan fasilitas masjid, warga binaan diberikan kesempatan untuk mengasah keterampilan, membangun etos kerja, serta meningkatkan rasa percaya diri.
“Pembinaan keterampilan merupakan investasi bagi masa depan warga binaan. Dengan melibatkan mereka dalam pembangunan fasilitas Masjid At-Taubah, kami berharap mereka tidak hanya memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga memiliki bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah selesai menjalani masa pidana,” ujar Tomy Yulianto.
Ia menambahkan bahwa keberadaan fasilitas masjid yang semakin representatif diharapkan mampu menunjang kegiatan pembinaan kepribadian, khususnya pembinaan keagamaan, sehingga proses pembinaan di Rutan Bengkulu dapat berjalan secara seimbang antara pengembangan spiritual dan peningkatan keterampilan.
Kegiatan pembangunan berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh semangat gotong royong. Seluruh proses dikerjakan di bawah pengawasan petugas untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai dengan rencana serta tetap memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan.
Melalui kegiatan ini, Rutan Kelas IIB Bengkulu kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan program pembinaan yang produktif, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Diharapkan keterampilan yang diperoleh warga binaan selama mengikuti program pembinaan dapat menjadi bekal yang bermanfaat dalam mendukung proses reintegrasi sosial dan kemandirian setelah kembali ke tengah masyarakat.
















