BENGKULU – Komitmen Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu dalam mengoptimalkan potensi lahan terus diwujudkan melalui berbagai program pembinaan kemandirian. Kali ini, Tim Kegiatan Kerja (Giatja) Lapas Kelas IIA Bengkulu yang dipimpin Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja), Iskandar Muda, melakukan pembukaan dan pengelolaan lahan tidur di area belakang lapas untuk dijadikan lahan pertanian produktif, Senin (13/07/2026).
Kegiatan diawali dengan pembersihan semak belukar, perataan lahan, hingga persiapan pengolahan tanah sebagai langkah awal sebelum memasuki masa tanam. Lahan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan tersebut akan dikembangkan menjadi kebun produktif dengan komoditas utama jagung manis yang dibudidayakan menggunakan sistem tumpang sari bersama berbagai tanaman hortikultura lainnya.
Kasi Giatja Lapas Kelas IIA Bengkulu, Iskandar Muda, mengatakan bahwa pemanfaatan lahan tidur merupakan salah satu upaya meningkatkan produktivitas sarana pembinaan sekaligus memberikan keterampilan praktis kepada warga binaan di bidang pertanian.
“Melalui pengelolaan lahan ini, kami ingin menghadirkan lingkungan lapas yang lebih produktif. Budidaya jagung manis dengan sistem tumpang sari diharapkan mampu mengoptimalkan hasil panen sekaligus menjadi media pembelajaran bagi warga binaan agar memiliki bekal keterampilan yang bermanfaat setelah kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, mengapresiasi langkah inovatif jajaran Seksi Kegiatan Kerja dalam mengembangkan lahan yang sebelumnya tidak termanfaatkan menjadi area pertanian yang bernilai ekonomi.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya mendukung pembinaan kemandirian warga binaan, tetapi juga sejalan dengan upaya mewujudkan ketahanan pangan melalui optimalisasi aset negara yang tersedia di lingkungan pemasyarakatan.
“Setiap jengkal lahan yang ada harus mampu memberikan manfaat. Dengan memanfaatkan lahan tidur menjadi kebun produktif, kami berharap dapat meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian, mendukung ketahanan pangan, serta menciptakan lingkungan lapas yang lebih hijau dan produktif,” ungkap Kalapas.
Program pengelolaan lahan produktif ini merupakan bagian dari implementasi 15 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam penguatan pembinaan kemandirian warga binaan, pemberdayaan potensi pertanian, serta optimalisasi pemanfaatan aset negara. Ke depan, hasil panen diharapkan tidak hanya mendukung kebutuhan internal, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa pemasyarakatan mampu menghadirkan pembinaan yang produktif, berkelanjutan, dan berdampak positif bagi masyarakat.





















