Kirim Press Release
Contact Us
  • Login
  • Register
Pelataran
Kirim Berita Media Wanita
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
Pelataran
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
No Result
View All Result
Pelataran
No Result
View All Result
Home Opini

Terlalu Online, Malah Overwhelm: Fenomena “Digital Clutter” dan Beban Sosial Media

Penulis: Enjelin Amanda Dewi

Enjelin Amanda Dewi by Enjelin Amanda Dewi
4 August 2025
in Opini
A A
0
Digital Clutter

Sumber gambar: canva.com

855
SHARES
1.2k
VIEWS
Ada apa 1080 x 2787

Notifikasi tak henti berdenting, lima akun media sosial aktif, ratusan pesan tak terbaca, dan harus login ke berbagai platform kerja atau kampus—semuanya dalam satu hari. Di balik kemudahan era digital, muncul realita baru yang perlahan membebani: digital clutter atau kekacauan digital.

Akun Kedua dan Ruang Pribadi yang Semu

Fenomena seperti second account alias akun alternatif menjadi salah satu bentuk pelarian dari tekanan sosial media utama. Dilansir dari ITS (2024), banyak orang—khususnya remaja dan mahasiswa—membuat akun kedua sebagai “ruang aman” untuk mengekspresikan diri tanpa tekanan citra publik. Namun, solusi ini justru menambah beban: harus membagi perhatian, menjaga dua identitas digital, dan tetap aktif di keduanya.

Begitu juga menurut MNP (2024), second account menjadi tempat “bernafas” dari tuntutan dunia digital. Tapi ironisnya, keberadaan akun ganda justru memperbesar konsumsi digital yang pada akhirnya menciptakan tumpukan informasi dan notifikasi yang tak pernah benar-benar selesai.

Ketika Produktivitas Terganggu oleh Terlalu Banyak Platform

Dalam jurnal IAPA (2024), disebutkan bahwa fragmentasi digital—yakni penggunaan banyak aplikasi dan platform sekaligus—berkontribusi terhadap stres kognitif. Individu menjadi mudah terdistraksi, sulit fokus, dan merasa terus kejar-kejaran dengan informasi yang datang dari berbagai arah. Ini bukan hanya berdampak pada produktivitas, tapi juga pada keseimbangan mental.

Notifikasi yang terlihat sepele ternyata bisa memecah konsentrasi, memicu kecemasan, bahkan membuat seseorang merasa bersalah ketika tidak segera merespon. Maka tak heran, banyak orang mengalami kelelahan digital meski “hanya” berada di depan layar.

Digital Clutter: Sampah Tak Kasat Mata di Dunia Maya

Banner Publikasi Press Release Gratis

Menurut artikel dari Primacom (2024), digital clutter merujuk pada penumpukan konten, notifikasi, dan informasi yang tidak lagi relevan namun terus mengganggu. Sama seperti kamar yang berantakan, kekacauan digital juga bisa membuat pikiran terasa penuh, cemas, dan tidak tenang.

Ironisnya, semakin kita mencoba tetap “update”, semakin banyak pula beban informasi yang harus ditanggung. Di sinilah pentingnya kesadaran untuk melakukan digital decluttering: menyortir notifikasi, menonaktifkan akun yang tidak digunakan, dan memberi jeda dari dunia maya.

Kesimpulan

Baca Juga

soft living

Lelah Diburu Ambisi? Soft Living, Cara Gen Z Melawan Hustle Culture

6 August 2025
NEED JOB

Antara Gelar dan Realita: Dunia Kerja Butuh Apa Sih Sebenarnya?

5 August 2025
AI

AI: Sahabat Curhat Gen Z di Tengah Krisis Kesehatan Mental

5 August 2025
1F89760B 2BA5 41C9 A010 71AC0DB12AB7

Menjaga Memori Bangsa di Balik Tembok Arsip Nasional

4 August 2025

Digitalisasi memang mempermudah hidup, tapi tanpa kendali yang sehat, ia bisa menjadi sumber stres baru. Fenomena digital clutter menunjukkan bahwa terhubung terus-menerus bukan jaminan kita benar-benar terkoneksi—baik dengan diri sendiri maupun dengan orang lain.

Sudah saatnya kita menata kembali ruang digital kita sebagaimana kita merapikan kamar: hanya simpan yang penting, buang yang mengganggu. Karena dalam hidup yang semakin online, kita tetap butuh ruang untuk bernapas—secara mental, bukan hanya digital.

Penulis: Enjelin Amanda Dewi

Sumber gambar: canva.com

Share342Tweet214Share60Pin77SendShare
Leaderboard apa apa
Previous Post

Guru MTsN 6 Bantul Kerjakan Bersama Bukti Fisik SKP Bulan Juli 2025

Next Post

Tim PMM BIMA Unhas Perkenalkan Strategi Digital Marketing kepada Kelompok Mitra Binaan di Desa Panaikang

Enjelin Amanda Dewi

Enjelin Amanda Dewi

Related Posts

soft living

Lelah Diburu Ambisi? Soft Living, Cara Gen Z Melawan Hustle Culture

6 August 2025
NEED JOB

Antara Gelar dan Realita: Dunia Kerja Butuh Apa Sih Sebenarnya?

5 August 2025
AI

AI: Sahabat Curhat Gen Z di Tengah Krisis Kesehatan Mental

5 August 2025
1F89760B 2BA5 41C9 A010 71AC0DB12AB7

Menjaga Memori Bangsa di Balik Tembok Arsip Nasional

4 August 2025
Next Post
d4b4c1a8 e0a4 416a 829c 6ac40e34b90a

Tim PMM BIMA Unhas Perkenalkan Strategi Digital Marketing kepada Kelompok Mitra Binaan di Desa Panaikang

Gambar WhatsApp 2025 08 04 pukul 15.30.01 1f8409ef

Disiplin dan Evaluasi Pekanan Jadi Sorotan Briefing Pagi 4 Agustus 2025

028dbc2c 908b 4088 b346 803885499ee5

Mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar Angkatan 77 Awali Proker Hari Pertama dengan “Ngajar dan Sosialisasi” di SDN No. 32 Patani I

IMG 20250804 WA0044

Pelayanan Desa Kini Lebih Jelas! Mahasiswa KKN Unhas Buat Banner Alur Pelayanan bagi Masyarakat Desa Borimasunggu

Edukasi dan praktek pembuatan pupuk cair organic (POC) oleh Mahasiswa KKN-T Tim 41 Undip Dusun Tembelang, Desa Tumbrep, Kec. Bandar, Kab. Batang, Jateng pada Kamis 10 Juli 2025

Maksimalkan Pengelolaan Sampah, Mahasiswa KKN-T Tim 41 UNDIP Edukasi Masyarakat Dusun Tembelang Terkait Pembuatan Pupuk Organik Cair Dan Ecobricks

Please login to join discussion
Rumah Prabu Half Page
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Cyber
  • Syarat dan Ketentuan
  • Disclaimer
  • Mengapa Tulisan Belum Ditayangkan?
  • Contact Us

© 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Login
  • Sign Up

© 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita