Tangerang Selatan – Sebuah kisah ketekunan yang menginspirasi datang dari gelanggang Kejuaraan Nasional TAPCHA 7. Arummi Meyko Nasution, pesilat usia dini binaan Perguruan Beladiri Satria Tunggal asal SDIT Nur Fatahillah Kota Tangerang Selatan, akhirnya mencium medali emas untuk pertama kalinya setelah menempuh perjalanan panjang penuh perjuangan.
Setelah lebih dari satu tahun berlatih dan mengikuti berbagai pertandingan di dalam maupun luar kota tanpa pernah menduduki podium tertinggi, tekad pantang menyerah Arummi akhirnya terbayar. Di ajang bergengsi yang digelar di Kota Tangerang Selatan pada Desember 2025 itu, ia tampil penuh keyakinan dan sukses menyabet Juara 1.
“Saya sangat senang dan terharu. Ini membuktikan bahwa kerja keras tidak akan mengkhianati hasil. Semangat Arummi adalah cerminan dari semua atlet kami,” ujar Arie Setyo Wahyu, Head Coach Satria Tunggal.
Kunci Kesuksesan: Komitmen dan Intensitas Latihan yang Meningkat
Perjalanan Arummi menuju puncak adalah cerita tentang peningkatan komitmen. Menyadari perlunya konsistensi yang lebih tinggi, ia dengan motivasi sendiri meningkatkan intensitas latihannya. Dari yang sebelumnya hanya satu kali dalam seminggu, Arummi kini berdisiplin menjalani latihan intensif sebanyak 2-3 kali dalam seminggu di bawah bimbingan pelatih Satria Tunggal.
Perubahan disiplin inilah yang diyakini menjadi fondasi peningkatan teknik, stamina, dan mental bertandingnya, yang akhirnya mengantarkannya ke garis finis pertama.
Satria Tunggal: Wadah yang Konsisten Mencetak Juara
Prestasi Arummi bukanlah satu-satunya kebanggaan. Ia adalah bagian dari mesin prestasi Satria Tunggal yang terus menunjukkan konsistensinya. Dalam waktu berdekatan, kontingen ini meraih dua prestasi gemilang lain:
· Juara Umum 3 Kategori Usia Dini di Tanah Jawara 3 (2025): Kontingen sukses memboyong piala umum, didukung medali emas dari Lubna Hafiza yang menang di debut pertamanya.
· Peringkat 7 Nasional di TAPCHA 6 (Desember 2024): Sebelumnya, mereka telah menduduki posisi ke-7 secara nasional dan mengumpulkan 14 medali emas, termasuk dari atlet debutan Keenan.
“Kami sangat bangga dengan perjuangan dan dedikasi seluruh atlet dan pelatih. Ini adalah bukti nyata kerja keras dan sistem latihan yang kami jalankan,” tegas Arie Setyo Wahyu, menanggapi rangkaian prestasi ini.
Bergabunglah dengan Komunitas Juara!
Kisah Arummi, Lubna, dan Keenan membuktikan bahwa Satria Tunggal adalah wadah tepat untuk membangun tidak hanya teknik bela diri, tetapi juga karakter pantang menyerang, disiplin, dan kepercayaan diri. Apakah Anda ingin anak Anda merasakan pengalaman serupa?
Perguruan Beladiri Satria Tunggal membuka pendaftaran untuk semua kalangan usia, dari Usia Dini (5+ tahun) hingga dewasa. Jadilah bagian dari keluarga yang tidak hanya mengejar medali, tetapi juga membangun karakter tangguh untuk kehidupan.
Informasi & Pendaftaran:
· Lokasi Latihan : Kota Tangerang Selatan (Dojo Pamulang, JL Siliwangi sebelah Kantor PLN Pamulang)
· Kontak/Media Sosial: Instagram: @SatriaTunggal_TangerangSelatan | Telepon/WA: 087853435712

























