8 Januari 2026 – Bengkulu – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu melaksanakan kegiatan Penyuluhan Pengelolaan Emosi bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sebagai bagian dari upaya pembinaan kepribadian dan kesehatan mental. Kegiatan ini diselenggarakan oleh peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Batch II yang merupakan lulusan Psikologi.
Kegiatan penyuluhan berlangsung di Masjid At-Taubah Rutan Bengkulu dan diikuti oleh sejumlah warga binaan dengan penuh antusias. Penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada WBP tentang pentingnya mengenali, mengelola, serta mengekspresikan emosi secara sehat, khususnya dalam menghadapi tekanan selama menjalani masa pidana.
Dalam pemaparannya, peserta magang Kemnaker menjelaskan bahwa emosi merupakan respons alami manusia yang perlu dikelola dengan tepat agar tidak berdampak negatif pada diri sendiri maupun lingkungan sekitar. Warga binaan dibekali materi mengenai jenis-jenis emosi, faktor pemicu stres, serta teknik sederhana pengelolaan emosi seperti pengendalian diri, pernapasan sadar, dan berpikir positif.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan sesi interaktif berupa diskusi dan tanya jawab. Warga binaan diberikan kesempatan untuk menyampaikan pengalaman pribadi terkait kesulitan mengelola emosi, sekaligus berdiskusi mengenai cara-cara yang lebih adaptif dalam menyikapi permasalahan. Suasana kegiatan berlangsung terbuka, komunikatif, dan penuh kekeluargaan.
Karutan Bengkulu, Tomy Yulianto menyampaikan apresiasi atas kontribusi peserta magang Kemnaker dalam mendukung program pembinaan di Rutan Bengkulu. Menurutnya, penyuluhan pengelolaan emosi memiliki peran penting dalam membantu warga binaan membangun kesadaran diri, meningkatkan kontrol emosi, serta mencegah perilaku impulsif yang dapat memicu konflik di dalam rutan.
“Pembinaan tidak hanya berfokus pada aspek fisik dan keterampilan, tetapi juga menyentuh aspek mental dan emosional. Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk membekali warga binaan dengan kemampuan mengelola emosi secara sehat sebagai bekal saat kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan warga binaan mampu menerapkan teknik pengelolaan emosi dalam kehidupan sehari-hari, baik selama berada di dalam rutan maupun setelah selesai menjalani masa pidana. Rutan Bengkulu berkomitmen untuk terus menghadirkan program pembinaan yang holistik, berkelanjutan, dan berorientasi pada pemulihan, guna menciptakan warga binaan yang lebih siap berintegrasi kembali ke tengah masyarakat secara positif dan bertanggung jawab.

























