Banda Naira, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira kembali panen sayur bayam hasil budidaya Warga Binaan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Senin (9/3). Pada kesempatan kali ini, sebanyak 35 ikat bayam segar bebas pestisida berhasil dipanen.
‎Panen kali ini terasa istimewa karena berlangsung di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Aktivitas bercocok tanam yang tetap berjalan di tengah ibadah puasa menjadi bukti konsistensi Warga Binaan dalam mengikuti program pembinaan produktif.
‎Kepala Lapas Bandanaira, Abdul Samad Rumuar, menyampaikan bahwa hasil panen tersebut merupakan bukti nyata proses pembinaan yang berjalan secara berkelanjutan dan terarah di lingkungan Lapas.
‎”Panen ini menunjukkan bahwa Warga Binaan mampu berkarya secara produktif meski dalam keterbatasan. Selain menghasilkan sayuran berkualitas, kegiatan ini juga menanamkan keterampilan, disiplin, dan etos kerja sebagai bekal ketika mereka bebas nanti,” ujarnya.
‎Sementara itu, Kepala Subseksi Pembinaan, Rustam Kasoor, menambahkan bahwa keberhasilan panen ini merupakan hasil dari konsistensi dan kerja sama yang baik antara petugas dan Warga Binaan.
‎”Alhamdulillah, hasil 35 ikat bayam segar ini membuktikan pembinaan berjalan efektif. Kami terus memberikan pendampingan agar mereka memahami teknik bercocok tanam yang benar, mulai dari pemilihan bibit hingga perawatan yang berkelanjutan,” ujarnya.
‎Salah satu, Warga Binaan, Muklis, mengaku memperoleh banyak pengalaman selama mengikuti kegiatan tersebut.
‎”Kami belajar mulai dari menanam sampai memanen. Kegiatan ini mengajar kan kerja sama dan tanggung jawab,” ungkapnya.
‎Di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, kegiatan produktif tersebut menjadi bukti bahwa proses pembinaan di dalam Lapas terus berjalan positif, menghadirkan harapan dan kesempatan kedua bagi Warga Binaan. Ke depan, Lapas Bandanaira akan terus mengembangkan program pertanian dengan memaksimalkan pemanfaatan lahan dan memperluas komoditas hortikultura guna meningkatkan produktivitas serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi Warga Binaan dan masyarakat. (Humas/LT)





















