Official Whatsapp
  • Contact Us
  • Mengapa Tulisan Saya Belum Ditayangkan?
Login
Logout
Pelataran
Leaderboard Puteri Anak dan Puteri Remaja Banten 2027
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
Pelataran
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Akun Saya
    • Tulisan Saya
    • Logout
No Result
View All Result
Pelataran
No Result
View All Result
Home Sorot

Politisasi Agama: Merawat Iman atau Merusak Persatuan?

Menelisik Dampak Politisasi Agama dalam Dinamika Demokrasi Indonesia

Fara dwi by Fara dwi
29 May 2025
in Sorot
A A
0
Politisasi Agama

Religion VS Politics

873
SHARES
1.3k
VIEWS

Dalam beberapa tahun terakhir, agama semakin sering muncul di kancah politik, dengan kampanye-kampanye yang memuat ayat-ayat suci dan ceramah-ceramah yang menyinggung isu-isu pemilu. Hal ini menyebabkan batas antara dakwah dan politik menjadi semakin kabur. Di Indonesia, fenomena ini memang bukan hal baru, namun semakin diabaikan. Pertanyaannya, apakah politisasi agama ini justru memperkuat nilai-nilai keimanan masyarakat, atau justru dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa?

Politisasi agama tidak hanya berdampak pada suasana pemilu, tetapi juga meninggalkan jejak panjang dalam ingatan kolektif masyarakat. Ketegangan sosial yang muncul karena perbedaan pilihan politik berbasis agama dapat berlangsung lama bahkan setelah pesta demokrasi usai. Trauma sosial ini menciptakan jurang kepercayaan antar kelompok yang sulit dipercaya.

Secara umum, politisasi agama mengacu pada penggunaan simbol, narasi, atau tokoh agama untuk mencapai tujuan politik terutama dalam merebut kekuasaan. Dalam praktiknya, hal ini dapat berupa pencitraan agama oleh politisi, kampanye atas nama agama tertentu, atau penggunaan lembaga-lembaga keagamaan untuk mobilisasi massa. Berbeda dengan partisipasi individu beragama dalam politik yang merupakan hak setiap orang, politisasi agama cenderung eksploitatif yaitu memecah belah masyarakat menjadi “kita” dan “mereka”.

Fenomena di Indonesia ini mulai terlihat jelas sejak Pilkada DKI Jakarta 2017, di mana kampanye yang awalnya fokus pada program dan kinerja berubah menjadi ajang penilaian berbasis identitas agama. Masjid digunakan untuk menyebarkan selebaran politik dan tokoh agama menjadi aktor utama dalam menentukan pilihan politik masyarakat. Peristiwa ini menandai bagaimana agama dapat digunakan sebagai alat mobilisasi politik yang efektif namun berisiko.

Di sisi positif, ada yang berpendapat bahwa politisasi agama dapat berdampak positif jika dilakukan dengan cara yang sehat. Misalnya, dapat meningkatkan kesadaran etika dan moral dalam berpolitik, mendorong keterlibatan publik dari komunitas agama, dan mengawasi kebijakan untuk memastikannya sesuai dengan nilai-nilai moral masyarakat. Namun, sisi positif ini dapat menjadi bumerang jika agama hanya digunakan sebagai alat kosmetik politik, yang dapat merusak integritas agama itu sendiri.

Namun, penting untuk digarisbawahi bahwa dampak positif tersebut sangat bergantung pada kedewasaan aktor politik dan masyarakat. Jika pemahaman agama digunakan untuk memperluas pemikiran dan menjunjung keadilan, maka politik dapat menjadi instrumen untuk memperjuangkan nilai-nilai luhur. Sebaliknya, jika agama dipelintir demi ambisi kekuasaan, hasilnya justru kontraproduktif.

Baca Juga

Aksi Demonstrasi di Bundaran HI pada Hari Sumpah Pemuda Suarakan Lima Isu Nasional

Aksi Demonstrasi di Bundaran HI pada Hari Sumpah Pemuda Suarakan Lima Isu Nasional

31 October 2026
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya berkolaborasi bersama petugas gabungan melakukan kegiatan penertiban juru parkir liar yang muncul di kawasan Kota Lama Surabaya
Sumber: https://jatim.antaranews.com/

Parkir Rp10.000 dan Pertanyaan tentang Keadilan di Jalanan Surabaya

29 October 2026
IMG 20261026 WA0017

Migrasi SIMPATIKA ke EMIS GTK, Antara Integrasi Data dan Kecemasan Guru

27 October 2026
Screenshot 2026 10 26 215824

Hujan Iringi Aksi Demonstrasi BEM Se-Bogor di Depan Istana Presiden

26 October 2026

Sayangnya, di Indonesia politisasi agama sering kali berdampak negatif, seperti: (1) Polarisasi sosial, di mana masyarakat terpecah berdasarkan identitas agama, menjadikan politik sebagai arena untuk “perang keyakinan”; (2) Diskriminasi terhadap minoritas, di mana narasi politik yang mengutamakan agama mayoritas mengabaikan atau mendiskriminasi kelompok minoritas; (3) Merusak kewibawaan agama, ketika tokoh agama terlibat dalam politik praktis, yang dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keagamaan; dan (4) Normalisasi kebencian, di mana politisasi agama sering kali disertai dengan ujaran diskriminatif yang merusak ruang publik.

Faktor-faktor yang mendorong terjadinya politisasi agama antara lain: (1) Minimnya literasi politik dan agama, yang membuat masyarakat mudah terpengaruh oleh narasi-narasi yang emosional; (2) Peran media sosial, yang mengamplifikasi informasi sektarian dan narasi keagamaan yang menyudutkan pihak lain; dan (3) Kalkulasi politik elit, di mana sebagian elit politik menggunakan agama untuk mendapatkan simpati massa.

Selain itu, lemahnya regulasi dan penegakan hukum terhadap kampanye menjatuhkan SARA juga mengecewakan situasi. Ketika tidak ada konsekuensi hukum bagi pelaku politisasi agama yang merusak tatanan sosial, maka tindakan semacam ini akan terus direplikasi. Ini menciptakan preseden buruk bagi demokrasi di masa depan.

Untuk mengatasi masalah ini, penting untuk membedakan antara politik yang berlandaskan nilai-nilai agama dan politisasi agama. Negara, tokoh agama, dan masyarakat memiliki tanggung jawab bersama. Negara harus menjaga netralitas dan menegakkan hukum terhadap kampanye yang diskriminatif, tokoh agama perlu bertindak sebagai penenang moral, dan masyarakat harus meningkatkan literasi politik agar tidak mudah dimanipulasi.

Agama seharusnya menjadi sumber nilai, bukan alat kampanye. Ketika agama dijadikan komoditas politik, maka agama kehilangan maknanya sebagai cahaya kebaikan dan berpotensi menimbulkan perpecahan. Demokrasi pluralistik Indonesia hanya dapat bertahan jika ruang politik tidak didominasi oleh eksklusivitas identitas. Marilah kita menjaga agama pada tempatnya yang mulia dan politik pada jalur yang rasional, agar tidak muncul masyarakat yang saling curiga dan terpecah belah.

Penting bagi kita untuk menyadari bahwa keberagaman adalah sumber kekuatan, bukan ancaman. Dengan meningkatkan dialog antaragama dan mendorong toleransi, kita dapat membangun masyarakat yang lebih harmonis. Masyarakat perlu dilibatkan dalam proses politik secara inklusif, sehingga setiap suara dapat didengar dan dipertimbangkan. Selain itu, pendidikan yang menekankan nilai-nilai kemanusiaan dan persatuan harus diperkuat, sehingga generasi mendatang memahami pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan.

Mengakhiri politisasi agama bukan berarti menghapus agama dari ruang publik, namun tetap mempertahankannya sebagai pedoman moral yang universal. Sudah saatnya semua pihak baik politisi, pemuka agama, maupun warga biasa menyadari bahwa demokrasi membutuhkan kesetaraan dan keterbukaan, bukan eksklusivitas yang menutup dialog ruang. Kita perlu membangun masa depan politik yang menjunjung keberagaman sebagai kekuatan, bukan sekedar alat kampanye.

    Share349Tweet218Share61Pin79SendShare
    Leaderboard Puteri Anak dan Puteri Remaja Banten 2027
    Previous Post

    Memperingati Hari Kenaikan Isa Al-Masih: Sebuah Salam Damai dari GEMABUDHI Sulawesi Selatan

    Next Post

    Mahasiswa Manajemen UBSI Dewi Sartika Gelar Kegiatan Berbagi Berkah Dalam Upaya Mengimplementasikan Gotong Royong (Persatuan) Terhadap Masyarakat yang Kurang Mampu

    Fara dwi

    Fara dwi

    Saya percaya politik adalah ruang perjuangan, bukan sekadar arena rebutan kekuasaan. Dengan menulis, saya berupaya menyuarakan kritik, harapan, dan keberpihakan terhadap demokrasi yang lebih adil dan berpihak pada rakyat.

    Related Posts

    Aksi Demonstrasi di Bundaran HI pada Hari Sumpah Pemuda Suarakan Lima Isu Nasional

    Aksi Demonstrasi di Bundaran HI pada Hari Sumpah Pemuda Suarakan Lima Isu Nasional

    31 October 2026
    Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya berkolaborasi bersama petugas gabungan melakukan kegiatan penertiban juru parkir liar yang muncul di kawasan Kota Lama Surabaya
Sumber: https://jatim.antaranews.com/

    Parkir Rp10.000 dan Pertanyaan tentang Keadilan di Jalanan Surabaya

    29 October 2026
    IMG 20261026 WA0017

    Migrasi SIMPATIKA ke EMIS GTK, Antara Integrasi Data dan Kecemasan Guru

    27 October 2026
    Screenshot 2026 10 26 215824

    Hujan Iringi Aksi Demonstrasi BEM Se-Bogor di Depan Istana Presiden

    26 October 2026
    Next Post
    WhatsApp Image 2025 05 18 at 15.46.13 4668a9d0

    Mahasiswa Manajemen UBSI Dewi Sartika Gelar Kegiatan Berbagi Berkah Dalam Upaya Mengimplementasikan Gotong Royong (Persatuan) Terhadap Masyarakat yang Kurang Mampu

    FOTO PAI 350x350 1

    Empati dalam Aksi: Menjadi Remaja yang Peduli

    Tiga lagu Jennifer Aurelia jadi materi resmi di Ajang Puteri Tionghoa 2025 Singing Competition (Dok. Istimewa)

    Tiga Lagu Jennifer Aurelia Jadi Materi Resmi di Ajang Puteri Tionghoa 2025 Singing Competition

    IMG 20250530 WA0029

    Jelang Peresmian Kampung Pramuka, Ibu-Ibu Warga Tabrik Rela Turun Ke Jalan

    Lapas

    Strategi Keamanan Lapas: Kalapas Serukan Penciptaan Lingkungan Lapas yang Kondusif dan Bebas Provokasi

    Please login to join discussion
    Square Media Wanita

    Berita Utama

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR
    Berita Utama

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR

    by Redaksi
    27 August 2026
    0

    Demo 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Gedung DPR Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyiapkan...

    Read moreDetails
    IMG 20260813 WA0042

    Pilar Saga Ultimatum Provider: Jangan Lagi Pasang Kabel Fiber Optik di Atas Jalan

    14 August 2026
    Banjir di Suwawa Selatan. (foto BPBD PROV. Gorontalo)

    BPBD Imbau Warga Gorontalo Waspadai Hujan Lebat

    12 June 2026
    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    Presiden Prabowo Didampingi Menteri Trenggono Tinjau KNMP Leato Selatan

    15 May 2026
    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    Kampung Literasi Pekijing Kota Serang Bangun Budaya Literasi dari Halaman Rumah

    15 May 2026
    Rumah Prabu Half Page

    Berita Terkait

    Belajar Bahasa Inggris Seru, Komunitas Asa Edu Ajak Anak Muda Merakit Mimpi

    Belajar Bahasa Inggris Seru, Komunitas Asa Edu Ajak Anak Muda Merakit Mimpi

    1 November 2026
    Angkat Tema Generasi Khalifah, IIEC Schools Jakarta Gelar Open House November 2026

    Angkat Tema Generasi Khalifah, IIEC Schools Jakarta Gelar Open House November 2026

    1 November 2026
    Besok Bukan Saatnya Takut, Saatnya Membuktikan!

    Besok Bukan Saatnya Takut, Saatnya Membuktikan!

    1 November 2026
    Raih Penghargaan di Indonesian Science and Invention Fair (ISIF) tingkat International Murid Man 1 Yogyakarta Tunjukkan Inovasi Ilmiah Kreatif

    Raih Penghargaan di Indonesian Science and Invention Fair (ISIF) tingkat International Murid Man 1 Yogyakarta Tunjukkan Inovasi Ilmiah Kreatif

    1 November 2026
    Perkuat Peran Edukator Sebaya, PMR DKD Unit 28 Gelar Latihan Rutin

    Perkuat Peran Edukator Sebaya, PMR DKD Unit 28 Gelar Latihan Rutin

    1 November 2026
    Guru MAN 1 Yogyakarta Kenalkan Tradisi Panggih melalui Pembelajaran Role Play di PAMBUKA BBGTK DIY

    Guru MAN 1 Yogyakarta Kenalkan Tradisi Panggih melalui Pembelajaran Role Play di PAMBUKA BBGTK DIY

    1 November 2026
    Pelataran

    Pelataran.com adalah portal media berita online yang terbuka untuk umum dan menerima kontribusi tulisan dari berbagai penulis. Tulisan yang dimuat dapat berupa berita, press release, opini, maupun bentuk tulisan lainnya.

    Segala konten yang dipublikasikan di Pelataran.com merupakan tanggung jawab penuh dari masing-masing penulis. Hak cipta atas isi tulisan, gambar, maupun video yang ditayangkan di situs ini sepenuhnya menjadi milik penulis atau pengunggah konten.

    Follow Us

    Pelataran.com

    Jika Anda merasa keberatan dengan adanya tulisan, gambar, atau video yang ditampilkan di situs ini karena alasan hak cipta atau alasan lainnya, silakan hubungi tim redaksi melalui email di:

    📧 media@swsmedia.id

    Kami akan segera meninjau dan menghapus konten yang dimaksud sesuai dengan kebijakan dan pertimbangan redaksi.

    Penting!

    Tulisan yang tidak disertai dengan foto atau gambar atau ilustrasi tidak akan dipublikasikan dan akan langsung dihapus oleh Redaksi. Gambar harus ada hubungannya dengan tulisan ya dan bukan foto selfie penulis

    Pemberitahuan!

    Pelataran.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan dimanapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia. Hati-Hati dengan oknum yang meng-atas-nama-kan Pelataran.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers atau Press ID Card.

    Gunakan Gambar AI atau 100% Gratis

    Untuk menghindari klaim hak cipta maka setiap gambar wajib merupakan gambar 100% gratis atau buatan AI. Cantumkan link sumber gambar di akhir tulisan kamu ya, tanpa ini tulisan kamu tidak akan kami terbitkan!

    Iklan Banner Ucapan Selamat

    Pasang Iklan Banner Ucapan Selamat, Kenaikan Pangkat, Pelantikan dan Lain-Lain

    Iklan Guest Post
    • Privacy Policy
    • Panduan Komunitas Pelataran
    • Syarat dan Ketentuan Pelataran
    • Disclaimer
    • Mengapa Tulisan Belum Ditayangkan?
    • Contact Us

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita

    No Result
    View All Result
    • Berita Utama
    • Ekonomi & Bisnis
    • Internasional
    • Nasional
    • Properti
    • SBTV
    • Lainnya
      • Gaya Hidup
      • Teknologi
      • Otomotif
      • English
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Pariwisata
      • Pendidikan
      • Product Review
      • Sorot
      • Sport
      • Event
      • Opini
      • Profil
    • Kirim Tulisan
      • Login
      • Akun Saya
      • Tulisan Saya
      • Logout
    • Login

    © 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita