Bengkulu – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bengkulu yang beragama Nasrani kembali mengikuti kegiatan ibadah rutin yang dilaksanakan di Gereja Getsmany Lapas Bengkulu, Rabu (20/05/2026). Kegiatan berlangsung khusyuk dan penuh hikmat sebagai bagian dari pembinaan kerohanian bagi warga binaan.
Ibadah diawali dengan pelaksanaan Doa Rosario yang diikuti seluruh warga binaan Nasrani dengan penuh penghayatan. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan Misa Ekaristi yang dipimpin langsung oleh RP. Paulus Yosse Pratama, SCJ.
Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut turut hadir penyuluh agama Kristen Katolik dan Protestan dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu yang memberikan pendampingan rohani kepada warga binaan. Selain itu, hadir pula para aktivis gereja dari Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) yang ikut mendukung pelaksanaan ibadah di lingkungan Lapas Bengkulu.
Melalui kegiatan pembinaan kerohanian ini, diharapkan warga binaan dapat semakin mendekatkan diri kepada Tuhan, meningkatkan keimanan, serta membangun sikap hidup yang lebih baik selama menjalani masa pidana. Pembinaan keagamaan juga menjadi salah satu upaya Lapas Bengkulu dalam membentuk karakter warga binaan agar lebih siap kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bengkulu Julianto Budhi Prasetyono menegaskan bahwa pembinaan spiritual terus menjadi perhatian penting dalam proses pembinaan warga binaan. Dengan dukungan berbagai pihak, kegiatan keagamaan diharapkan mampu memberikan ketenangan batin sekaligus motivasi positif bagi warga binaan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik ke depannya.





















