Contact Us
Login
Logout
Pelataran
Leaderboard Puteri Anak dan Puteri Remaja Banten 2026
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Account
    • Logout
Pelataran
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Account
    • Logout
No Result
View All Result
Pelataran
No Result
View All Result
Home Sorot

Lindungi Generasi, Katakan Tidak Pada GMO!

amelia putri by amelia putri
18 June 2025
in Sorot
A A
0
WhatsApp Image 2025 06 14 at 12.01.36 f94ec8f5
863
SHARES
1.3k
VIEWS

Produk GMO Dianggap Halal dan Aman untuk Kesehatan Manusia?

Mungkin GMO dapat meningkatkan produksi pangan, tapi umat Islam masih khawatir tentang kehalalannya. Banyak orang bertanya-tanya apakah produk dari teknik GMO ini halal atau tidak, karena rekayasa genetik melibatkan banyak hal yang kompleks dan dampak yang belum sepenuhnya dipahami. Dr. Ahmad Zainuri menyatakan “Kehalalan suatu produk tidak hanya ditentukan oleh bahan baku, tetapi juga dari proses dan teknologi yang digunakan dalam produksinya”.

Terdapat kekhawatiran bahwa GMO bisa memicu alergi pada manusia. Kedua alasan dampak lingkungan adalah bahwa produk transgenik dapat mengganggu keseimbangan ekosistem karena dapat membuat hama atau gulma menjadi resisten atau tahan terhadap lingkungannya, kata Muhammad Ilham.

Mengenai status kehalalannya, produk GMO dianggap tidak halal jika gen yang ditambahkan berasal dari bagian yang terlarang, seperti tubuh manusia atau babi (Hayun, 2018).

Beberapa studi mengungkapkan bahwa konsumsi organisme hasil rekayasa genetika (GMO) dapat menimbulkan gangguan kesehatan, seperti reaksi alergi, sehingga menimbulkan kekhawatiran mengenai dampaknya terhadap kesehatan. Salah satu contohnya adalah kasus kacang Brazil yang telah dimodifikasi secara genetik, namun akhirnya ditarik dari pasaran karena memicu respons alergi.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal “Environmental Sciences Europe” (2020) menyatakan bahwa “masih ada ketidakpastian mengenai efek jangka panjang dari konsumsi makanan yang mengandung GMO yang dapat berpotensi membahayakan kesehatan manusia.” Jika produk GMO berpotensi menimbulkan mudharat, maka hal ini menjadi alasan untuk menolak kehalalan produk tersebut.

Selain itu, ada kekhawatiran bahwa resistensi antibiotik pada tanaman yang banyak dikonsumsi dapat berdampak buruk pada kesehatan manusia dan hewan yang mengkonsumsi tanaman tersebut (Phillips, 1994). Gen penanda yang memiliki sifat tahan terhadap antibiotik bisa disisipkan ke dalam tanaman tertentu dalam tubuh organisme transgenik, dan gen tersebut berpotensi berpindah ke mikroorganisme penyebab penyakit di saluran pencernaan manusia atau hewan yang mengonsumsi makanan yang dihasilkan dari rekayasa genetika. Fenomena ini dapat menyebabkan mikroba yang resisten terhadap antibiotik muncul di populasi mahluk hidup. Hal ini kemudian dapat menyebabkan masalah kesehatan manusia yang resisten terhadap antibiotik (Bettelheim, 1999; Hileman, 1999).

Mungkinkah Produk GMO Mengalami Kegagalan?

Digunakan dalam program peningkatan nutrisi India, tanaman pangan generasi kedua hasil rekayasa genetika, seperti kentang protein dan beras emas, pada akhirnya mengalami kegagalan dalam upaya pemenuhan keamanan nutrisi . Selain itu, masyarakat dan para petani mengalami dampak kesehatan negatif akibat konsumsi kentang berprotein tinggi dan beras emas tersebut. Masyarakat juga mengalami kerugian karena produk ini direkayasa dengan toxin Bt yang berfungsi sebagai herbisida sehingga kebal terhadap herbisida alami.

Menurut penelitian yang diterbitkan oleh New Scientist (Shiva, 2003), kentang protein yang dibuat melalui rekayasa genetika membuat anak menjadi tidak toleran terhadap protein lain yang ditemukan dalam makanan, seperti biji-bijian. Kentang protein ini juga menyebabkan anak-anak kekurangan zat besi dan kalsium.

Menurut Phillips (1994), ada beberapa kemungkinan: materi genetik baru mungkin tidak berhasil masuk ke sel target, mungkin masuk ke tempat yang salah pada rantai DNA mahluk hidup sasaran, atau gen baru mungkin secara tidak sengaja mengaktifkan gen dekatnya yang biasanya tidak aktif, atau mungkin mengubah atau menekan berbagai fungsi gen. Fenomena ini berpotensi memicu mutasi yang tidak terduga, sehingga menghasilkan tanaman yang beracun, terlalu subur, atau menyimpang dari tujuan awal pengembangannya.

Leaderboard Satu Rumah

GMO Aman bagi Lingkungan? Atau Justru Sebaliknya?

Selain itu, tanaman hasil rekayasa genetika dapat menimbulkan gangguan terhadap keseimbangan ekosistem. Para petani terpaksa mengganti tanaman konvensional dengan tanaman transgenik yang berbiaya tinggi, karena serangan hama dan penyakit cenderung lebih sering menyerang lahan pertanian tradisional.

Dari perspektif lingkungan, organisme hasil rekayasa genetika (GMO) berpotensi mengacaukan keseimbangan ekosistem. Tanaman transgenik bisa bersaing dengan spesies asli, yang pada akhirnya dapat menurunkan tingkat keanekaragaman hayati. Misalnya, penurunan populasi serangga penyerbuk seperti lebah dan kupu-kupu telah dikaitkan dengan penggunaan tanaman GMO. Selain itu, ada risiko pencemaran genetik, di mana gen dari tanaman GMO dapat berpindah ke tanaman liar, mengubah ekosistem secara permanen (Mahrus, 2014).

Bagaimana Perspektif Ketauhidan Menilai Produk GMO dalam Hal Kehalalannya?

Baca Juga

IMG 20260115 WA0029

Personel Polres Purbalingga Bantu Evakuasi Pendaki Meninggal di Gunung Slamet

17 January 2026
IMG 20260111 WA0053

Penanggulangan Masalah Sampah di Tangerang Selatan Dengan Menggunakan Pendekatan Kolaborasi Pentahelix

11 January 2026
612185688 18353880172206263 2134717924064845239 n

“AWAS SITUS PALSU” : Kanwil BPN Lampung mendeteksi adanya situs tiruan di Website

10 January 2026
WhatsApp Image 2025 12 17 at 08.41.06

Pengamanan Humanis Polres PALI Tuai Apresiasi, Aksi AP3 Berjalan Damai

17 December 2025

Dari perspektif ketauhidan, rekayasa genetik dianggap sebagai mengubah ciptaan Allah. Menurut Prof. A. Syafi’i Ma’arif (2020), “Mengubah genetik suatu organisme dapat dianggap sebagai pelanggaran terhadap kodrat ciptaan Allah, yang seharusnya dihormati dan dijaga.” Hal ini menimbulkan keraguan tentang kemurnian dan keamanan produk yang mengandung GMO juga dapat mempengaruhi status halal makanan.

Produksi genetika modifikasi (GMO) biasanya melibatkan penggunaan enzim atau bahan yang berasal dari hewan atau mikroorganisme yang status halalnya belum jelas. Sebagai contoh, penggunaan enzim yang berasal dari babi dapat memicu persoalan terkait kehalalan produk. “Setiap produk yang mengandung bahan haram atau meragukan kehalalannya tidak boleh dikonsumsi oleh umat Muslim,” kata Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 33 Tahun 2016. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga transparansi selama proses produksi GMO untuk menghindari kontaminasi dengan bahan haram.

Penulis merupakan Mahasiswa Program Studi Tadris Biologi Universitas Kiai Haji Achmad Shiddiq Jember

Share345Tweet216Share60Pin78SendShare
Leaderboard Satu Rumah
Previous Post

Rutan Wonosobo Pastikan Hak Kesehatan WBP Terpenuhi

Next Post

Sinergi Rohani, Lapas Saparua dan Aglow Chapter Saparua Laksanakan Ibadah Bersama

amelia putri

amelia putri

Mahasiswa Program Studi Tadris Biologi Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Shiddiq Jember

Related Posts

IMG 20260115 WA0029

Personel Polres Purbalingga Bantu Evakuasi Pendaki Meninggal di Gunung Slamet

17 January 2026
IMG 20260111 WA0053

Penanggulangan Masalah Sampah di Tangerang Selatan Dengan Menggunakan Pendekatan Kolaborasi Pentahelix

11 January 2026
612185688 18353880172206263 2134717924064845239 n

“AWAS SITUS PALSU” : Kanwil BPN Lampung mendeteksi adanya situs tiruan di Website

10 January 2026
WhatsApp Image 2025 12 17 at 08.41.06

Pengamanan Humanis Polres PALI Tuai Apresiasi, Aksi AP3 Berjalan Damai

17 December 2025
Next Post
Ibadah Bersama Warga Binaan

Sinergi Rohani, Lapas Saparua dan Aglow Chapter Saparua Laksanakan Ibadah Bersama

IMG 20250618 WA0038 1

Puncak P5 SDN Sindangjaya Gelar Karya Market Day

WhatsApp Image 2025 06 16 at 11.58.00 2

Apel Bersama Pegawai, Menteri Imigrasi dan Permasyarakatan Sampaikan Arahan Strategis

IMG 20250531 WA0004

Mahasiswi Universitas BSI Melakukan Kegiatan Edukasi Mengenai Peran Masjid di Lingkungan TPA Masjid Al Falah Mampang Prapatan

fgd

FGD Perumusan Buku Panduan untuk Sineas dan Masyarakat Disabilitas

Please login to join discussion
Square Media Wanita

Berita Utama

WhatsApp Image 2026 01 22 at 19.35.45 1
Berita Utama

Panen Kacang Panjang Jadi Bukti Pembinaan Nyata di Lapas Bandanaira

by Redaksi Lapas Bandanaira
23 January 2026
0

Banda Naira, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira kembali membuktikan keberhasilan program pembinaan kemandirian melalui kegiatan pertanian produktif....

Read moreDetails
WhatsApp Image 2026 01 12 at 14.19.12 1 768x512 1

Presiden Prabowo Perkuat Pembangunan SDM Lewat Sekolah Rakyat Terintegrasi

20 January 2026
PLN Terus Pulihkan Listrik Aceh, Crane Disulap Jadi Tower Darurat

PLN Terus Pulihkan Listrik Aceh, Crane Disulap Jadi Tower Darurat

29 December 2025
Lapas Bengkulu, Pembinaan Rohani, Penyuluh Agama, Warga Binaan, Masjid An-Nur, Kemenag Bengkulu, Mengaji Iqro, Tausiyah, Pembinaan Kepribadian, Bakti pada Orang Tua

WBP Dalami Iqro dan Al-Qur’an dalam Pembinaan Rohani Rutin Lapas Bengkulu

9 December 2025
Pascabencana Banjir Agam Kembali Menyala, Sistem Kelistrikan Sumbar Pulih 100%

Pascabencana Banjir Agam Kembali Menyala, Sistem Kelistrikan Sumbar Pulih 100%

7 December 2025
Rumah Prabu Half Page

Berita Terkait

WhatsApp Image 2026 01 28 at 16.52.40 1

Kunjungan Kerja Danrem 064/ Maulana Yusuf di Kodim 0601/Pandeglang, Perkuat Soliditas dan Sinergi Daerah

28 January 2026
WhatsApp Image 2026 01 27 at 20.05.53

Mahasiswa KKN UIN Raden Fatah Kampanyekan Pencegahan Pernikahan Dini di SMPN 02 Rambang

28 January 2026
977824CF 83E9 4786 82A5 8A9D281CFD2C

Ketika Matematika Diterapkan dalam Kehidupan: Selpi Saputri Edukasi Literasi Keuangan Remaja Putri di Paya Angus

28 January 2026
WhatsApp Image 2026 01 28 at 16.09.47

Berikan Pelayanan Prima di Bidang Kesehatan, Lapas Mojokerto Rujuk WBP ke RSUD

28 January 2026
WhatsApp Image 2026 01 28 at 12.15.39

Perkuat Akses Pendidikan Warga Binaan, Lapas Arga Makmur Koordinasikan Program Pendidikan Kesetaraan dengan SKB Bengkulu Utara

28 January 2026
WhatsApp Image 2026 01 28 at 09.30.18

Lapas Arga Makmur Laksanakan Apel Pagi Pegawai sebagai Wujud Disiplin dan Komitmen Kinerja

28 January 2026
Pelataran

Pelataran.com adalah portal media berita online yang terbuka untuk umum dan menerima kontribusi tulisan dari berbagai penulis. Tulisan yang dimuat dapat berupa berita, press release, opini, maupun bentuk tulisan lainnya.

Segala konten yang dipublikasikan di Pelataran.com merupakan tanggung jawab penuh dari masing-masing penulis. Hak cipta atas isi tulisan, gambar, maupun video yang ditayangkan di situs ini sepenuhnya menjadi milik penulis atau pengunggah konten.

Follow Us

Pelataran.com

Jika Anda merasa keberatan dengan adanya tulisan, gambar, atau video yang ditampilkan di situs ini karena alasan hak cipta atau alasan lainnya, silakan hubungi tim redaksi melalui email di:

📧 redaksi@pelataran.com

Kami akan segera meninjau dan menghapus konten yang dimaksud sesuai dengan kebijakan dan pertimbangan redaksi.

Penting!

Tulisan yang tidak disertai dengan foto atau gambar atau ilustrasi tidak akan dipublikasikan dan akan langsung dihapus oleh Redaksi. Gambar harus ada hubungannya dengan tulisan ya dan bukan foto selfie penulis

Pemberitahuan!

Pelataran.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan dimanapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia. Hati-Hati dengan oknum yang meng-atas-nama-kan Pelataran.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers atau Press ID Card.

PS DSA Square
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Cyber
  • Syarat dan Ketentuan
  • Disclaimer
  • Mengapa Tulisan Belum Ditayangkan?
  • Contact Us

© 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Account
    • Logout
  • Login
  • Sign Up

© 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita