Bengkulu – Dalam rangka memperkuat pembinaan rohani dan mental petugas selama bulan suci Ramadan, Lapas Kelas IIA Bengkulu kembali melaksanakan kegiatan siraman rohani yang berlangsung di Aula Lapas, Jumat (27/2). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan dalam membangun karakter dan integritas petugas pemasyarakatan.
Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) serta peserta magang yang tengah menjalankan tugas di lingkungan lapas. Suasana berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan, mencerminkan keseriusan para peserta dalam mengikuti pembinaan mental dan spiritual.
Siraman rohani hari ini menghadirkan Ust. Nawawi sebagai penceramah. Dalam tausiyahnya, ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat keimanan, memperbaiki akhlak, serta meningkatkan kedisiplinan dalam bekerja. Ia menegaskan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih kesabaran, kejujuran, serta tanggung jawab dalam setiap amanah yang diemban.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa nilai-nilai spiritual yang ditanamkan selama Ramadan hendaknya tercermin dalam sikap profesional, pelayanan yang humanis, serta komitmen terhadap tugas dan fungsi pemasyarakatan.
Kepala Lapas Kelas IIA Bengkulu menyampaikan bahwa pembinaan rohani dan mental ini akan terus dilaksanakan secara konsisten selama Ramadan sebagai pengganti apel pagi.
“Pembinaan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat mental spiritual petugas agar semakin profesional, berintegritas, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh petugas semakin mantap dalam menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, semangat kebersamaan, serta nilai-nilai religius yang kuat, sehingga tercipta lingkungan kerja yang harmonis dan berorientasi pada pembinaan yang optimal.





















