Contact Us
Login
Logout
Pelataran
Leaderboard Satu Rumah
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Account
    • Logout
Pelataran
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Account
    • Logout
No Result
View All Result
Pelataran
No Result
View All Result
Home Gaya Hidup

Fenomena Squid Game: Antara Hiburan, Kritik Sosial, dan Ancaman Moral

NOFVISHAL RAMDHAN by NOFVISHAL RAMDHAN
6 July 2025
in Gaya Hidup
A A
0
Squid Game S3 (L to R) Kang Ae-sim as Geum-ja, Jo Yu-ri as Jun-hee in Squid Game S3 Cr. No Ju-han/Netflix © 2025

Squid Game S3 (L to R) Kang Ae-sim as Geum-ja, Jo Yu-ri as Jun-hee in Squid Game S3 Cr. No Ju-han/Netflix © 2025

862
SHARES
1.2k
VIEWS

Fenomena Squid Game: Antara Hiburan, Kritik Sosial, dan Ancaman Moral

Kita hidup di masa ketika penderitaan bukan hanya kenyataan sosial, tapi juga bahan tontonan. Serial Korea Selatan Squid Game yang dirilis pada 2021 mungkin salah satu contoh terbaik: bagaimana ketimpangan ekonomi bisa dikemas dalam bentuk hiburan visual yang menghibur sekaligus mengganggu.

Banyak yang melihat serial ini sekadar sebagai drama survival, penuh aksi, misteri, dan intrik. Tapi jika ditonton lebih dalam, Squid Game sebenarnya adalah kritik tajam terhadap cara dunia bekerja hari ini—terutama bagaimana sistem kapitalisme bisa membuat orang percaya bahwa mereka punya pilihan, padahal sedang terjebak dalam permainan besar yang nyaris tak bisa dimenangkan.

netflixgeeked 20250706 0001

Pilihan yang Sebenarnya Tidak Gratis

Di permukaan, para peserta Squid Game tampak datang secara sukarela. Bahkan mereka diberi kesempatan untuk keluar dari permainan. Tapi kenyataannya, sebagian besar dari mereka kembali, karena dunia nyata lebih kejam dari game berdarah itu sendiri.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana kekuasaan bekerja bukan melalui paksaan langsung, tapi melalui struktur yang membuat orang merasa tak punya alternatif. Seperti dijelaskan oleh Antonio Gramsci, kekuasaan modern bukan hanya soal siapa yang punya senjata, tapi siapa yang bisa mengontrol cara berpikir masyarakat (Gramsci, Selections from the Prison Notebooks, 1971).

Hiburan dari Penderitaan

Salah satu adegan paling mencolok adalah ketika para “VIP” berkostum mewah menonton game sebagai hiburan eksklusif. Mereka mewakili segelintir elit global yang menjadikan penderitaan orang miskin sebagai tontonan. Mirisnya, para penonton Squid Game di dunia nyata pun tidak berbeda jauh. Kita menonton penderitaan fiktif itu sambil rebahan, tertawa, menangis, lalu melanjutkan hidup seolah tak ada yang salah.

Di sinilah ironi industri hiburan bekerja: tragedi yang diderita oleh banyak orang di dunia nyata, terutama dari kelas pekerja dan masyarakat termarjinalkan, dikemas menjadi cerita yang “menjual”. Ini yang dikritisi oleh Sarah Banet-Weiser dalam bukunya Empowered (2018)—bagaimana kekritisan dalam budaya pop seringkali ditelan oleh logika pasar, hingga hilang daya gigitnya.

Siapa yang Diwakili?

Karakter-karakter dalam Squid Game sangat beragam: ada pekerja migran dari Pakistan, pengungsi dari Korea Utara, mantan buruh tambang, hingga ibu rumah tangga yang terjebak utang. Tapi perlu dicatat, meski representasi ini terlihat inklusif, mereka tetap ditampilkan dalam posisi terpinggirkan. Identitas mereka hadir bukan untuk memberi mereka kuasa, tapi lebih sebagai simbol penderitaan global.

Menurut Stuart Hall, representasi bukan hanya soal “siapa yang muncul”, tapi juga soal “bagaimana dan dalam konteks apa” mereka ditampilkan (Hall, Representation: Cultural Representations and Signifying Practices, 1997). Dalam Squid Game, representasi itu bekerja untuk memperkuat gambaran tentang dunia yang penuh ketimpangan—tapi belum tentu memberi ruang pada suara mereka yang direpresentasikan.

Apakah Masih Ada Harapan?

Karakter utama Gi-hun memenangkan permainan. Tapi ia tidak menggunakan uangnya, tidak kembali ke kehidupan normal, dan justru memilih menghadapi sistem yang membuat hidup manusia jadi seperti taruhan. Di sinilah letak harapan, sekaligus ironi.

Banner Publikasi Press Release Gratis

Squid Game tidak menawarkan solusi instan. Ia hanya memperlihatkan realitas pahit yang selama ini kita abaikan: bahwa dalam sistem yang digerakkan oleh kompetisi ekstrem dan eksploitasi, bahkan pemenang pun bisa merasa kalah. Seperti ditulis oleh Slavoj Žižek, dalam masyarakat sekarang, lebih mudah membayangkan akhir dunia ketimbang akhir dari sistem kapitalisme itu sendiri (Žižek, Living in the End Times, 2010).

Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Serial ini mungkin tidak mengubah sistem, tapi bisa menjadi pintu masuk untuk membangun kesadaran. Bukan hanya tentang ekonomi, tapi tentang bagaimana kita sebagai masyarakat memandang hidup, keadilan, dan kemanusiaan.

Beberapa langkah kecil yang bisa dilakukan:

Baca Juga

Aurora, Model Remaja Berusia 14 Tahun Bersinar di Indonesia Fashion Runway Museum Mandiri

Aurora, Model Remaja 14 Tahun Bersinar di Indonesia Fashion Runway

2 January 2026
Miss Deiby saat jadi trainer Public Speaking dalam ajang Indonesia's Girl

Sosok inspiratif Deiby Shinta Anggia: Seni Komunikasi yang Mengubah Hidup Banyak Orang

1 January 2026
Puteri Anak dan Remaja Banten

Telah Dibuka Pendaftaran Ajang Puteri Anak dan Remaja Banten 2026 Buruan Daftar!

1 December 2025
Deeandra Al Naila Nugroho Puteri Remaja Indonesia Intelegensia 2025

Deeandra Al Naila Nugroho Terpilih sebagai Puteri Remaja Indonesia Intelegensia 2025

19 November 2025

Mengembangkan literasi media: menyadari bahwa apa yang kita tonton bukan netral, tapi bagian dari produksi makna.

Mendukung karya dari komunitas akar rumput: suara-suara yang biasanya tak terdengar perlu panggung.

Mempertanyakan sistem: mulai dari cara kerja, pendidikan, hingga industri hiburan—apa yang dilanggengkan, dan siapa yang diuntungkan?

Kesadaran kolektif ini mungkin tidak langsung menjatuhkan sistem, tapi bisa menjadi benih resistensi. Dan seperti dalam permainan, siapa tahu itu adalah awal dari kemenangan yang sebenarnya.

Referensi:

Gramsci, Antonio. Pilihan dari Catatan Penjara . Penerbit Internasional, 1971.

Hall, Stuart. Representasi: Representasi Budaya dan Praktik Penandaan . Sage, 1997.

Banet-Weiser, Sarah. Empowered: Feminisme Populer dan Misogini Populer . Duke University Press, 2018.

Žižek, Slavoj. Hidup di Akhir Zaman . Buku Verso, 2010.

Choi, Jinhee. Kebangkitan Film Korea Selatan: Pembuat Film Lokal, Provokator Global . Wesleyan University Press, 2010.

Share345Tweet216Share60Pin78SendShare
Banner Publikasi Press Release Gratis
Previous Post

Mengulik Klaim Menaker Soal Program Sekolah Rakyat

Next Post

Edukasi DAGUSIBU Oleh Mahasiwa dan Dosen Politeknik Kesehatan TNI AU Adisutjipto

NOFVISHAL RAMDHAN

NOFVISHAL RAMDHAN

Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Produ Ilmu Komunikasi

Related Posts

Aurora, Model Remaja Berusia 14 Tahun Bersinar di Indonesia Fashion Runway Museum Mandiri

Aurora, Model Remaja 14 Tahun Bersinar di Indonesia Fashion Runway

2 January 2026
Miss Deiby saat jadi trainer Public Speaking dalam ajang Indonesia's Girl

Sosok inspiratif Deiby Shinta Anggia: Seni Komunikasi yang Mengubah Hidup Banyak Orang

1 January 2026
Puteri Anak dan Remaja Banten

Telah Dibuka Pendaftaran Ajang Puteri Anak dan Remaja Banten 2026 Buruan Daftar!

1 December 2025
Deeandra Al Naila Nugroho Puteri Remaja Indonesia Intelegensia 2025

Deeandra Al Naila Nugroho Terpilih sebagai Puteri Remaja Indonesia Intelegensia 2025

19 November 2025
Next Post
Dusun Bedil Wetan, Desa Semin x Politeknik Kesehatan TNI AU Adisutjipto

Edukasi DAGUSIBU Oleh Mahasiwa dan Dosen Politeknik Kesehatan TNI AU Adisutjipto

IMG 20250706 130137

SD El Haqqa Quranic School, Sekolah Nyaman dengan Kedisiplinan dan Tanpa Tong Sampah

Pendidikan

Pendidikan Indonesia Belum Merata: Tantangan, Penyebab, dan Jalan Keluar Menuju Keadilan Pendidikan

RayJit

Biodata & profil RFJ yaitu RayJit ( Rayhan faadhillah jitra )

IMG 20250522 223636

Dari Gelap Menuju Cahaya

Please login to join discussion
Square Media Wanita

Berita Utama

WhatsApp Image 2026 01 22 at 19.35.45 1
Berita Utama

Panen Kacang Panjang Jadi Bukti Pembinaan Nyata di Lapas Bandanaira

by Redaksi Lapas Bandanaira
23 January 2026
0

Banda Naira, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira kembali membuktikan keberhasilan program pembinaan kemandirian melalui kegiatan pertanian produktif....

Read moreDetails
WhatsApp Image 2026 01 12 at 14.19.12 1 768x512 1

Presiden Prabowo Perkuat Pembangunan SDM Lewat Sekolah Rakyat Terintegrasi

20 January 2026
PLN Terus Pulihkan Listrik Aceh, Crane Disulap Jadi Tower Darurat

PLN Terus Pulihkan Listrik Aceh, Crane Disulap Jadi Tower Darurat

29 December 2025
Lapas Bengkulu, Pembinaan Rohani, Penyuluh Agama, Warga Binaan, Masjid An-Nur, Kemenag Bengkulu, Mengaji Iqro, Tausiyah, Pembinaan Kepribadian, Bakti pada Orang Tua

WBP Dalami Iqro dan Al-Qur’an dalam Pembinaan Rohani Rutin Lapas Bengkulu

9 December 2025
Pascabencana Banjir Agam Kembali Menyala, Sistem Kelistrikan Sumbar Pulih 100%

Pascabencana Banjir Agam Kembali Menyala, Sistem Kelistrikan Sumbar Pulih 100%

7 December 2025
Rumah Prabu Half Page

Berita Terkait

WhatsApp Image 2026 01 27 at 15.33.45

Wujudkan Tertib Administrasi, Lapas Arga Makmur Proses Usulan Pensiun Empat Pegawai Purna Tugas

27 January 2026
WhatsApp Image 2026 01 27 at 15.33.51

Jamin Kelancaran Layanan, Lapas Arga Makmur Lakukan Perawatan Rutin dan Pemeriksaan Genset

27 January 2026
Lapas Bengkulu, RUP, SiRUP, Pengadaan Barang dan Jasa, Kemenimipas, Pemasyarakatan, Tata Kelola Pemerintahan, UKPBJ

Lapas Bengkulu Perkuat Tata Kelola Pengadaan Lewat Pendampingan RUP

27 January 2026
IMG 20260127 WA0012

Lapas Bandanaira Kembangkan Keterampilan Warga Binaan Lewat Produksi Kerupuk Ikan

27 January 2026
WhatsApp Image 2026 01 27 at 14.55.13

Wujud Kepedulian Sosial, Lapas Arga Makmur Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Bakti Sosial

27 January 2026
WhatsApp Image 2026 01 27 at 14.46.26

LPP Bengkulu Fasilitasi Kegiatan PKBM Bagi Warga Binaan

27 January 2026
Pelataran

Pelataran.com adalah portal media berita online yang terbuka untuk umum dan menerima kontribusi tulisan dari berbagai penulis. Tulisan yang dimuat dapat berupa berita, press release, opini, maupun bentuk tulisan lainnya.

Segala konten yang dipublikasikan di Pelataran.com merupakan tanggung jawab penuh dari masing-masing penulis. Hak cipta atas isi tulisan, gambar, maupun video yang ditayangkan di situs ini sepenuhnya menjadi milik penulis atau pengunggah konten.

Follow Us

Pelataran.com

Jika Anda merasa keberatan dengan adanya tulisan, gambar, atau video yang ditampilkan di situs ini karena alasan hak cipta atau alasan lainnya, silakan hubungi tim redaksi melalui email di:

📧 redaksi@pelataran.com

Kami akan segera meninjau dan menghapus konten yang dimaksud sesuai dengan kebijakan dan pertimbangan redaksi.

Penting!

Tulisan yang tidak disertai dengan foto atau gambar atau ilustrasi tidak akan dipublikasikan dan akan langsung dihapus oleh Redaksi. Gambar harus ada hubungannya dengan tulisan ya dan bukan foto selfie penulis

Pemberitahuan!

Pelataran.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan dimanapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia. Hati-Hati dengan oknum yang meng-atas-nama-kan Pelataran.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers atau Press ID Card.

Square Media Wanita
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Cyber
  • Syarat dan Ketentuan
  • Disclaimer
  • Mengapa Tulisan Belum Ditayangkan?
  • Contact Us

© 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Account
    • Logout
  • Login
  • Sign Up

© 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita