Di tengah cepatnya perubahan dunia digital, dunia pendidikan dituntut untuk bergerak dinamis. Pembelajaran tidak lagi sebatas ruang kelas dan buku cetak. Inilah saatnya kita menengok sebuah peluang besar: eBook (buku elektronik) sebagai media baru dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI).
Mata pelajaran PAI memiliki karakteristik yang unik. Ia tak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai spiritual dan moral. Tantangannya, bagaimana menyampaikan nilai-nilai tersebut kepada generasi yang tumbuh di era layar sentuh dan koneksi internet?
Di sinilah eBook hadir sebagai solusi. Sebagai media pembelajaran digital, eBook memungkinkan siswa mengakses materi agama dengan cara yang lebih mudah, interaktif, dan fleksibel. Kontennya bisa dikemas dalam bentuk teks, gambar, audio, bahkan video. Bayangkan sebuah eBook PAI yang menyajikan kisah para nabi disertai ilustrasi menarik, atau pelafalan ayat Al-Qur’an yang bisa langsung didengarkan. Ini bukan sekadar pembelajaran, tetapi pengalaman religius yang menyentuh.
Lebih dari itu, eBook bisa menjangkau lebih banyak kalangan. Santri di pelosok desa yang memiliki gawai dan akses internet, bisa memperoleh materi yang sama dengan siswa di kota besar. Dalam jangka panjang, hal ini membuka peluang pemerataan akses pendidikan agama yang berkualitas.
Namun, inovasi ini tidak lepas dari tantangan. Tidak semua guru terbiasa dengan teknologi. Tidak semua siswa memahami cara belajar secara mandiri dari media digital. Maka diperlukan pelatihan, pendampingan, dan kebijakan dari sekolah maupun pemerintah untuk mengintegrasikan eBook secara bijak dalam proses belajar mengajar.
Islam sendiri sangat menghargai ilmu dan keterbukaan terhadap kemajuan. Dalam sejarahnya, para ulama terdahulu pun menggunakan teknologi masanya dari manuskrip, cetakan, hingga radio untuk menyebarkan dakwah. Kini, kita berada di era baru. Saatnya eBook menjadi bagian dari ikhtiar kita menjaga nilai-nilai Islam sekaligus menjawab tantangan zaman.
Guru dan siswa harus sama-sama dilatih agar mampu memanfaatkan eBook secara efektif. Dalam Permendikbud No. 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran menjadi salah satu fokus penguatan karakter peserta didik.
Dengan semangat Iqra’, mari kita buka babak baru dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Di era di mana anak-anak lebih akrab dengan layar daripada lembar buku, kita tidak bisa terus-menerus menggunakan cara lama. eBook hadir bukan untuk menggantikan guru atau kitab suci, tetapi menjadi jembatan agar nilai-nilai Islam lebih mudah dicerna dan dekat dengan keseharian mereka. Kita tidak sedang meninggalkan tradisi, justru sedang memodernkannya. Kalau dulu dakwah disampaikan lewat mimbar dan majelis, kini bisa lewat klik dan scroll. Teknologi adalah alat, kita yang menentukan arah. Yuk, manfaatkan eBook untuk membawa Islam tetap hidup di hati generasi digital!
























