8 Desember 2025 Bengkulu – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui penyelenggaraan kegiatan penyuluhan kesehatan bertema “Pengenalan dan Pencegahan Penyakit Hipertensi”. Kegiatan berlangsung di Masjid At-Taubah Rutan Bengkulu Senin (8/12).
Penyuluhan ini dilaksanakan oleh peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) yang tengah menjalani program pemagangan di Klinik Pratama Rutan Bengkulu. Para peserta magang yang memiliki latar belakang tenaga kesehatan memanfaatkan momentum ini untuk berbagi pengetahuan dan meningkatkan kesadaran WBP terhadap bahaya hipertensi, salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia. Selama kegiatan berlangsung, peserta magang didampingi oleh Petugas Medis Rutan Bengkulu, Pero Perdana.
Dalam pemaparannya, tim penyuluh menjelaskan secara detail mengenai apa itu hipertensi, faktor risiko yang dapat memicu munculnya penyakit tersebut, gejala yang sering muncul, serta dampak kesehatan serius yang mungkin terjadi apabila hipertensi tidak ditangani dengan baik. Para WBP diberi pemahaman bahwa hipertensi merupakan kondisi medis ketika tekanan darah seseorang berada di atas batas normal, dan sering kali tidak disadari karena tidak menunjukkan keluhan yang jelas.
Selain penjelasan tentang penyakit, peserta magang juga memberikan edukasi mengenai pola hidup sehat sebagai langkah pencegahan. Mereka menekankan pentingnya membatasi konsumsi garam, berhenti merokok, berolahraga secara teratur, mengelola stres, serta melakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala. Kebiasaan-kebiasaan tersebut dinilai efektif membantu menekan risiko hipertensi maupun mencegah komplikasi bagi mereka yang telah terdiagnosis.
Kegiatan penyuluhan semakin interaktif ketika WBP diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan dan keluhan terkait kondisi kesehatan mereka. Beberapa WBP bertanya mengenai gejala yang mereka alami sehari-hari, seperti sakit kepala, gangguan tidur, dan mudah lelah. Peserta magang memberikan penjelasan medis serta tips pencegahan yang mudah dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari di dalam rutan. Mereka juga mengingatkan bahwa bagi WBP yang telah mendapatkan terapi obat hipertensi, minum obat secara teratur sangatlah penting untuk menjaga kestabilan tekanan darah dan menghindari risiko komplikasi, seperti stroke dan penyakit jantung.
Karutan Bengkulu, Yulian Fernando menyampaikan apresiasi atas kontribusi peserta magang dalam memberikan edukasi kesehatan kepada WBP. Menurutnya, kegiatan semacam ini bukan hanya menambah wawasan kesehatan, tetapi juga meningkatkan kesadaran para WBP untuk lebih peduli terhadap kondisi fisik mereka.
“Penyuluhan kesehatan merupakan bagian dari pelayanan kami untuk memastikan WBP tetap sehat dan sadar akan pentingnya menjaga tubuh. Kami berharap pengetahuan ini dapat diterapkan setiap hari, sehingga para WBP dapat hidup lebih sehat meski berada di dalam rutan,” ujar Yulian.
Dengan adanya penyuluhan ini, diharapkan para WBP semakin memahami bahaya hipertensi dan termotivasi menerapkan gaya hidup sehat. Rutan Bengkulu bertekad untuk terus melaksanakan kegiatan serupa secara rutin sebagai langkah nyata dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan seluruh WBP.


























