Bengkulu — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kesehatan warga binaan dengan menggelar kegiatan skrining HIV dan Infeksi Menular Seksual (IMS), Rabu (29/04/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di Klinik Pratama Lapas Kelas IIA Bengkulu dan diikuti oleh puluhan warga binaan pemasyarakatan (WBP).
Skrining ini bertujuan untuk mendeteksi secara dini potensi penyakit menular, khususnya HIV dan IMS, sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya peningkatan layanan kesehatan di lingkungan pemasyarakatan.
Pelaksanaan skrining dilakukan oleh tim medis gabungan dari Dinas Kesehatan Kota Bengkulu yang bekerja sama dengan tenaga kesehatan Lapas Bengkulu. Tim yang diterjunkan terdiri dari tenaga profesional seperti dokter, perawat, analis laboratorium, serta penyuluh kesehatan yang berpengalaman di bidangnya.
Kepala Lapas Kelas IIA Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara Lapas dengan instansi kesehatan daerah dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal bagi warga binaan. “Kami berkomitmen memastikan seluruh WBP mendapatkan hak layanan kesehatan, termasuk deteksi dini penyakit menular seperti HIV dan IMS,” ujarnya.
Selain pemeriksaan, warga binaan juga diberikan edukasi terkait pencegahan penularan HIV dan IMS, pentingnya pola hidup sehat, serta kesadaran untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kondisi kesehatan warga binaan dapat terus terpantau dan terjaga, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang sehat dan produktif.





















