Contact Us
Login
Logout
Pelataran
Leaderboard Puteri Anak dan Puteri Remaja Banten 2026
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Account
    • Logout
Pelataran
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Account
    • Logout
No Result
View All Result
Pelataran
No Result
View All Result
Home Profil

Antara Sistem dan Keteladanan: Problem Manajemen Pesantren dalam Membentuk Akhlak Santri

BERITA PESANTREN by BERITA PESANTREN
24 April 2026
in Profil
A A
0
Silaturahmi Penjemputan Guru Pengabdian l Pondok Pesantren Badridduja Wilayah Al Mashduqiah
860
SHARES
1.2k
VIEWS

Pesantren sejak lama diposisikan sebagai benteng terakhir penjaga akhlak umat. Di tengah arus modernisasi yang sering kali menggerus nilai, pesantren hadir dengan identitasnya yang khas: disiplin, kesederhanaan, dan penghormatan terhadap ilmu serta guru. Namun, di balik citra ideal tersebut, ada satu pertanyaan yang mulai mengemuka dan layak kita renungkan secara jujur: mengapa di beberapa kasus, masih ditemukan santri yang bermasalah secara akhlak?

Pertanyaan ini tentu tidak untuk meruntuhkan wibawa pesantren, tetapi justru sebagai bentuk cinta dan tanggung jawab untuk memperbaiki. Sebab jika pesantren sebagai “pabrik akhlak” mulai menunjukkan retakan, maka yang perlu dibenahi bukan hanya individu santri, tetapi juga sistem dan manajemennya.

Dalam praktiknya, pesantren hari ini sebenarnya tidak kekurangan sistem. Hampir semua pesantren memiliki tata tertib yang ketat, jadwal kegiatan yang padat, serta mekanisme sanksi (ta’zir) yang jelas. Dari bangun tidur hingga kembali tidur, kehidupan santri diatur sedemikian rupa. Secara administratif, ini adalah kekuatan. Sistem yang rapi menciptakan keteraturan, dan keteraturan adalah prasyarat bagi terbentuknya disiplin.

Namun, persoalannya, apakah disiplin yang lahir dari sistem semata cukup untuk membentuk akhlak?

Di sinilah kita mulai melihat celahnya. Sistem, sekuat apa pun ia dirancang, pada dasarnya hanya mampu mengontrol perilaku, bukan menanamkan kesadaran. Santri bisa saja patuh terhadap aturan karena takut dihukum, bukan karena memahami nilai di balik aturan tersebut. Dalam kondisi seperti ini, yang lahir bukanlah akhlak, melainkan kepatuhan semu.

Lebih dari itu, ada satu elemen yang sering kali luput dari perhatian dalam manajemen pesantren: keteladanan. Dalam tradisi pendidikan Islam, guru bukan hanya pengajar, tetapi juga representasi nilai. Apa yang ia lakukan sering kali lebih berpengaruh daripada apa yang ia katakan. Santri belajar bukan hanya dari kitab, tetapi dari sikap, dari cara bicara, bahkan dari hal-hal kecil yang mereka saksikan setiap hari.

Masalahnya, tidak semua lingkungan pesantren hari ini mampu menjaga konsistensi keteladanan tersebut. Dalam beberapa kasus, terdapat jarak antara apa yang diajarkan dan apa yang dipraktikkan. Ketika santri melihat ketidaksesuaian itu, maka yang terjadi adalah disonansi nilai. Mereka bingung: mana yang harus diikuti, teori atau realitas?

Di titik inilah akhlak menjadi sulit untuk terinternalisasi. Nilai yang seharusnya meresap justru berhenti di permukaan.

Jika ditarik lebih dalam, problem ini sebenarnya bukan semata-mata soal individu, tetapi soal manajemen. Banyak pesantren yang sudah sangat serius membangun sistem, tetapi belum secara optimal mengelola aspek keteladanan. Padahal, dalam konteks pendidikan akhlak, sistem dan keteladanan bukan dua hal yang bisa dipisahkan. Keduanya harus berjalan beriringan.

Sistem tanpa keteladanan akan melahirkan kekakuan. Sebaliknya, keteladanan tanpa sistem akan sulit berkelanjutan. Maka yang dibutuhkan adalah integrasi keduanya dalam satu kerangka manajemen yang utuh.

Pertanyaannya, bagaimana cara mewujudkannya?

Pertama, pesantren perlu mulai menggeser paradigma manajemen dari sekadar berbasis aturan menuju berbasis nilai (value-based management). Artinya, setiap kebijakan, program, dan aktivitas harus berakar pada nilai akhlak yang ingin dibangun, bukan sekadar pada kebutuhan administratif.

Kedua, penguatan keteladanan harus menjadi agenda strategis, bukan sekadar asumsi. Ini bisa dimulai dari proses seleksi dan pembinaan tenaga pendidik. Guru di pesantren tidak cukup hanya kompeten secara keilmuan, tetapi juga harus memiliki integritas moral yang kuat. Lebih dari itu, perlu ada mekanisme evaluasi yang tidak hanya mengukur kinerja akademik, tetapi juga kualitas akhlak.

Ketiga, budaya pesantren harus dihidupkan sebagai ekosistem nilai. Artinya, nilai-nilai akhlak tidak hanya diajarkan di kelas, tetapi dihidupkan dalam keseharian: dalam interaksi, dalam kebijakan, bahkan dalam cara menyelesaikan konflik. Ketika lingkungan sudah “bernilai”, maka santri akan belajar secara alami.

Baca Juga

WhatsApp Image 2026 04 23 at 22.03.31

Kisah Verdo Septino Mahasiswa Universitas Islam As Syafiiyah Berusia 19 Tahun Tanamkan Semangat Berbagi Sesama Sejak Bangku Kuliah

23 April 2026
IMG 20260422 WA00092

Kisah Perjalanan Adi Rezky yang memulai karir Usahanya di umur belasan tahun

23 April 2026
WhatsApp Image 2026 04 20 at 10.28.37

Menteri Nusron Wahid Serahkan Sertipikat Wakaf PCNU Indramayu: Dorong NU Beri Manfaat Nyata di Bidang Ekonomi, Kesehatan, dan STEM

22 April 2026
WhatsApp Image 2026 04 18 at 09.49.27

Sumpah Profesi Dokter Hewan Tahun 2026 Mengantar M Mas Aril Mufidlo pada Puncak Transformasi Hidup dari Masa Lalu Kelam Menuju Masa Depan Penuh Pengabdian

21 April 2026

Keempat, pendekatan pembinaan santri perlu lebih menyentuh aspek kesadaran. Hukuman tetap diperlukan, tetapi harus diiringi dengan penjelasan makna. Santri tidak hanya tahu bahwa sesuatu itu salah, tetapi juga memahami mengapa itu salah.

Jika langkah-langkah ini dilakukan, maka pesantren tidak hanya akan melahirkan santri yang disiplin, tetapi juga santri yang berakhlak. Santri yang tidak hanya taat karena diawasi, tetapi juga karena memiliki kesadaran dari dalam.

Pada akhirnya, kita perlu kembali pada satu prinsip sederhana: akhlak tidak bisa dibentuk hanya dengan aturan. Ia tumbuh dari kombinasi antara sistem yang baik dan keteladanan yang hidup. Santri mungkin mendengar apa yang diajarkan, tetapi mereka akan meniru apa yang mereka lihat.

Karena itu, jika pesantren ingin tetap menjadi pusat pembinaan akhlak yang otoritatif, maka pekerjaan utamanya hari ini bukan hanya merapikan sistem, tetapi juga menghadirkan keteladanan yang nyata.

Sebab di mata santri, satu contoh nyata sering kali lebih bermakna daripada seribu nasihat panjang.

Oleh: Ahmad Tijani, M.Pd.

(Rektor Institut Badri Mashduqi)

Tags: pesantrenSantri
Share344Tweet215Share60Pin77SendShare
Leaderboard apa apa
Previous Post

Karutan Bengkulu Terima Permohonan Habituasi Latsar CPNS Kanwil Ditjenpas Bengkulu, Fokus Sosialisasi Kesehatan di Klinik dan WBP

Next Post

Karutan Bengkulu Pimpin Pengecekan Bak Sampah, Tekankan Kebersihan Lingkungan Rutan

BERITA PESANTREN

BERITA PESANTREN

Related Posts

WhatsApp Image 2026 04 23 at 22.03.31

Kisah Verdo Septino Mahasiswa Universitas Islam As Syafiiyah Berusia 19 Tahun Tanamkan Semangat Berbagi Sesama Sejak Bangku Kuliah

23 April 2026
IMG 20260422 WA00092

Kisah Perjalanan Adi Rezky yang memulai karir Usahanya di umur belasan tahun

23 April 2026
WhatsApp Image 2026 04 20 at 10.28.37

Menteri Nusron Wahid Serahkan Sertipikat Wakaf PCNU Indramayu: Dorong NU Beri Manfaat Nyata di Bidang Ekonomi, Kesehatan, dan STEM

22 April 2026
WhatsApp Image 2026 04 18 at 09.49.27

Sumpah Profesi Dokter Hewan Tahun 2026 Mengantar M Mas Aril Mufidlo pada Puncak Transformasi Hidup dari Masa Lalu Kelam Menuju Masa Depan Penuh Pengabdian

21 April 2026
Next Post
sampah

Karutan Bengkulu Pimpin Pengecekan Bak Sampah, Tekankan Kebersihan Lingkungan Rutan

WhatsApp Image 2026 04 24 at 10.47.13

LPP Bengkulu Ikuti Paskah 2026, Wujudkan Pelayanan yang Humanis dan Berintegritas

WhatsApp Image 2026 04 24 at 11.59.06

Kunjungi LPP Bengkulu, Senator Destita Tinjau Fasilitas dan Serahkan Bantuan Obat

WhatsApp Image 2026 04 24 at 12.22.59

Respon Cepat, Klinik Lapas Mojokerto Maksimalkan Layanan Kesehatan Warga Binaan

Please login to join discussion
Square Media Wanita

Berita Utama

WhatsApp Image 2026 01 22 at 19.35.45 1
Berita Utama

Panen Kacang Panjang Jadi Bukti Pembinaan Nyata di Lapas Bandanaira

by Redaksi Lapas Bandanaira
23 January 2026
0

Banda Naira, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira kembali membuktikan keberhasilan program pembinaan kemandirian melalui kegiatan pertanian produktif....

Read moreDetails
WhatsApp Image 2026 01 12 at 14.19.12 1 768x512 1

Presiden Prabowo Perkuat Pembangunan SDM Lewat Sekolah Rakyat Terintegrasi

20 January 2026
PLN Terus Pulihkan Listrik Aceh, Crane Disulap Jadi Tower Darurat

PLN Terus Pulihkan Listrik Aceh, Crane Disulap Jadi Tower Darurat

29 December 2025
Lapas Bengkulu, Pembinaan Rohani, Penyuluh Agama, Warga Binaan, Masjid An-Nur, Kemenag Bengkulu, Mengaji Iqro, Tausiyah, Pembinaan Kepribadian, Bakti pada Orang Tua

WBP Dalami Iqro dan Al-Qur’an dalam Pembinaan Rohani Rutin Lapas Bengkulu

9 December 2025
Pascabencana Banjir Agam Kembali Menyala, Sistem Kelistrikan Sumbar Pulih 100%

Pascabencana Banjir Agam Kembali Menyala, Sistem Kelistrikan Sumbar Pulih 100%

7 December 2025
Rumah Prabu Half Page

Berita Terkait

WhatsApp Image 2026 04 24 at 12.22.59

Respon Cepat, Klinik Lapas Mojokerto Maksimalkan Layanan Kesehatan Warga Binaan

24 April 2026
WhatsApp Image 2026 04 24 at 11.59.06

Kunjungi LPP Bengkulu, Senator Destita Tinjau Fasilitas dan Serahkan Bantuan Obat

24 April 2026
WhatsApp Image 2026 04 24 at 10.47.13

LPP Bengkulu Ikuti Paskah 2026, Wujudkan Pelayanan yang Humanis dan Berintegritas

24 April 2026
sampah

Karutan Bengkulu Pimpin Pengecekan Bak Sampah, Tekankan Kebersihan Lingkungan Rutan

24 April 2026
Silaturahmi Penjemputan Guru Pengabdian l Pondok Pesantren Badridduja Wilayah Al Mashduqiah

Antara Sistem dan Keteladanan: Problem Manajemen Pesantren dalam Membentuk Akhlak Santri

24 April 2026
Latsar

Karutan Bengkulu Terima Permohonan Habituasi Latsar CPNS Kanwil Ditjenpas Bengkulu, Fokus Sosialisasi Kesehatan di Klinik dan WBP

24 April 2026
Pelataran

Pelataran.com adalah portal media berita online yang terbuka untuk umum dan menerima kontribusi tulisan dari berbagai penulis. Tulisan yang dimuat dapat berupa berita, press release, opini, maupun bentuk tulisan lainnya.

Segala konten yang dipublikasikan di Pelataran.com merupakan tanggung jawab penuh dari masing-masing penulis. Hak cipta atas isi tulisan, gambar, maupun video yang ditayangkan di situs ini sepenuhnya menjadi milik penulis atau pengunggah konten.

Follow Us

Pelataran.com

Jika Anda merasa keberatan dengan adanya tulisan, gambar, atau video yang ditampilkan di situs ini karena alasan hak cipta atau alasan lainnya, silakan hubungi tim redaksi melalui email di:

📧 redaksi@pelataran.com

Kami akan segera meninjau dan menghapus konten yang dimaksud sesuai dengan kebijakan dan pertimbangan redaksi.

Penting!

Tulisan yang tidak disertai dengan foto atau gambar atau ilustrasi tidak akan dipublikasikan dan akan langsung dihapus oleh Redaksi. Gambar harus ada hubungannya dengan tulisan ya dan bukan foto selfie penulis

Pemberitahuan!

Pelataran.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan dimanapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia. Hati-Hati dengan oknum yang meng-atas-nama-kan Pelataran.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers atau Press ID Card.

Iklan Banner Ucapan Selamat

Pasang Iklan Banner Ucapan Selamat, Kenaikan Pangkat, Pelantikan dan Lain-Lain

Iklan TONNY NAINGGOLAN
  • Privacy Policy
  • Panduan Komunitas Pelataran
  • Syarat dan Ketentuan Pelataran
  • Disclaimer
  • Mengapa Tulisan Belum Ditayangkan?
  • Contact Us

© 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Account
    • Logout
  • Login
  • Sign Up

© 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita