Bengkulu – Semangat kebersamaan dan sportivitas dalam rangkaian peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 kembali terasa melalui pertandingan mini soccer antar Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan. Tim Mini Soccer Bapas Bengkulu sukses mencetak kejutan besar dengan menumbangkan tim kuat Rutan Manna lewat drama adu penalti, sekaligus memastikan langkah ke babak semifinal.
Pertandingan yang berlangsung sengit tersebut menjadi salah satu laga paling menarik dalam turnamen. Sejak awal, tim Rutan Manna yang dikenal memiliki komposisi pemain solid tampil menekan. Namun, tim Bapas Bengkulu menunjukkan daya juang tinggi meski datang dengan status “kuda hitam” serta keterbatasan jumlah pemain.
Sepanjang waktu normal, kedua tim saling jual beli serangan. Pertahanan Bapas Bengkulu bekerja keras menahan gempuran lawan, sementara serangan balik cepat beberapa kali mampu menciptakan peluang berbahaya. Hingga peluit panjang berbunyi, skor tetap imbang sehingga pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.
Momen menegangkan terjadi saat adu penalti berlangsung. Kedua tim saling mencetak gol hingga penendang terakhir menjadi penentu kemenangan. Sorotan tertuju pada Sandi, penjaga gawang Bapas Bengkulu, yang maju sebagai eksekutor terakhir. Dengan penuh ketenangan, ia berhasil mengeksekusi penalti penentu kemenangan yang memastikan Bapas Bengkulu melaju ke semifinal.
Kapten tim Bapas Bengkulu, Parliansyah, mengaku bangga atas perjuangan seluruh pemain. Ia menegaskan bahwa kemenangan ini merupakan hasil kerja sama tim dan semangat pantang menyerah.
“Kami datang dengan keterbatasan pemain, tetapi semangat kami tidak pernah terbatas. Pertandingan ini sangat berat karena Rutan Manna adalah tim yang kuat. Alhamdulillah, kerja keras, kekompakan, dan doa mengantarkan kami meraih kemenangan,” ujar Parliansyah yang juga menjabat sebagai Kepala Urusan Umum Bapas Bengkulu.
Menurutnya, keberhasilan ini menjadi motivasi besar bagi tim untuk terus memberikan penampilan terbaik di babak semifinal. Ia berharap semangat kebersamaan yang terbangun di lapangan dapat mempererat hubungan antarpegawai pemasyarakatan.
Sementara itu, Kepala Bapas Kelas I Bengkulu, Yusep Antonius, turut memberikan apresiasi atas perjuangan tim. Ia menilai kemenangan ini menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan dan kerja sama mampu menghasilkan prestasi membanggakan.
“Kemenangan ini bukan hanya soal pertandingan, tetapi juga tentang kebersamaan, sportivitas, dan semangat kekeluargaan dalam rangka Hari Bhakti Pemasyarakatan. Saya bangga dengan perjuangan tim Bapas Bengkulu yang tidak menyerah meski menghadapi tim kuat,” ungkap Yusep.
Ia juga menyampaikan harapan agar tim dapat terus menjaga semangat dan memberikan penampilan terbaik di babak semifinal. “Semoga keberhasilan ini menjadi motivasi untuk terus berjuang, menjaga kekompakan, dan membawa nama Bapas Bengkulu semakin baik,” tambahnya.
Keberhasilan melaju ke semifinal menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar Bapas Bengkulu. Selain memperkuat kebersamaan antarpegawai, ajang olahraga ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarinstansi pemasyarakatan.
Dengan semangat yang terus menyala, tim Mini Soccer Bapas Bengkulu kini bersiap menghadapi tantangan berikutnya di babak semifinal, membawa harapan untuk kembali mencetak kejutan dalam ajang HBP ke-62.(IH)





















