15 April 2026 Bengkulu – Dalam upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan di lingkungan pemasyarakatan, Peserta Magang Kemnaker Batch 2 Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu didampingi oleh petugas Klinik Pratama Rutan Bengkulu, Herayani, menggelar kegiatan penyuluhan tentang bahaya HIV/AIDS kepada warga binaan pemasyarakatan (WBP), Rabu (15/4). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid At-Taubah Rutan Bengkulu.
Penyuluhan ini diikuti oleh puluhan warga binaan yang tampak antusias mengikuti setiap sesi yang disampaikan. Dalam kegiatan tersebut, Herayani memberikan pemahaman menyeluruh mengenai HIV/AIDS, mulai dari pengertian, cara penularan, hingga langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam pemaparannya, Peserta Magang menekankan bahwa HIV/AIDS merupakan penyakit serius yang dapat menyerang sistem kekebalan tubuh, sehingga penting bagi setiap individu untuk memahami risiko serta cara menghindarinya. Ia juga menjelaskan bahwa penularan HIV tidak terjadi melalui interaksi sosial biasa seperti berjabat tangan, berbagi makanan, maupun beraktivitas bersama.
“HIV tidak menular melalui sentuhan fisik biasa. Yang perlu diwaspadai adalah perilaku berisiko seperti penggunaan jarum suntik secara bergantian dan hubungan tidak aman. Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk menjaga pola hidup sehat,” ujar Peserta Magang.
Lebih lanjut, Peserta Magang juga mengajak warga binaan untuk tidak memberikan stigma negatif terhadap orang dengan HIV/AIDS, melainkan memberikan dukungan moral agar mereka dapat menjalani pengobatan dengan baik.
“Kita harus saling mendukung dan tidak mengucilkan. Dengan pengetahuan yang benar, kita bisa mencegah sekaligus membantu sesama,” tambahnya.
Kepala Rutan Bengkulu, Tomy Yulianto menyampaikan apresiasi atas inisiatif peserta magang dan petugas klinik dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut. Ia berharap penyuluhan kesehatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan guna mendukung program pembinaan yang komprehensif bagi warga binaan.
“Kegiatan ini sangat positif dan memberikan manfaat besar bagi warga binaan. Kami berharap edukasi seperti ini terus dilakukan agar kesadaran hidup sehat semakin meningkat,” ungkap Tomy.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan seluruh warga binaan Rutan Bengkulu semakin memahami bahaya HIV/AIDS serta mampu menerapkan perilaku hidup sehat, baik selama menjalani masa pidana maupun setelah kembali ke tengah masyarakat.





















