4 April 2026 Bengkulu – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu melaksanakan kegiatan ibadah Jumat Agung secara virtual melalui aplikasi Zoom pada Jumat (3/4). Kegiatan ini diikuti oleh warga binaan pemasyarakatan (WBP) Nasrani dengan penuh khidmat sebagai bagian dari pembinaan kerohanian di lingkungan Rutan Bengkulu.
Pelaksanaan ibadah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan yang bekerja sama dengan Yayasan Pelayanan Kasih Bethesda dalam penyelenggaraan ibadah Jumat Agung dan Paskah secara nasional bagi WBP di seluruh Indonesia. Kegiatan ibadah dilaksanakan secara serentak melalui media daring dan tetap berada dalam pengawasan petugas.
Ibadah yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB ini mengangkat tema “Salib Kristus Puncak Perjalanan Hidup dan Karya-Nya” dengan pembicara Pdt. Yani Setyawati Lim, S.Th. Selama pelaksanaan kegiatan, para WBP mengikuti rangkaian ibadah dengan tertib, mulai dari pujian, doa, hingga penyampaian firman.
Kepala Rutan Bengkulu, Tomy Yulianto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pemenuhan hak beribadah bagi warga binaan sekaligus bagian penting dalam proses pembinaan kepribadian.
“Kami berkomitmen untuk terus memberikan pembinaan yang menyentuh aspek spiritual warga binaan. Melalui kegiatan ibadah ini, diharapkan mereka dapat meningkatkan keimanan serta memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Tomy Yulianto.
Pelaksanaan ibadah berlangsung dengan lancar dan tetap memperhatikan aspek keamanan serta ketertiban. Petugas turut mendampingi jalannya kegiatan guna memastikan seluruh rangkaian berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kegiatan ini juga menjadi wujud sinergi antara Rutan Bengkulu dengan pihak eksternal dalam mendukung program pembinaan mental dan spiritual bagi warga binaan. Dengan adanya fasilitas ibadah secara daring, keterbatasan ruang dan waktu tidak menjadi hambatan bagi WBP untuk tetap menjalankan kewajiban keagamaan.
Melalui pelaksanaan ibadah Jumat Agung ini, diharapkan nilai-nilai pengorbanan, kasih, dan pengampunan dapat tertanam dalam diri warga binaan. Rutan Bengkulu terus berupaya menghadirkan pembinaan yang humanis dan berkelanjutan demi mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan ke masyarakat.




















