Arga Makmur – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Arga Makmur kembali menggelar Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP), Selasa (10/03/2026). Bertempat di Aula Lapas mulai pukul 10.00 WIB, sidang ini menjadi langkah krusial sekaligus wadah evaluasi bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dalam menapaki fase pembinaan lanjutan menuju kebebasan.
Sidang dipimpin langsung oleh Ketua TPP dan dihadiri oleh jajaran pejabat struktural Lapas Arga Makmur. Turut hadir dalam forum tersebut Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka KPLP), Kasi Pembinaan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Binadik dan Giatja), Kasi Administrasi Keamanan dan Ketertiban, serta jajaran Kepala Sub Seksi (Kasubsi) terkait.
Kehadiran tim gabungan ini bertujuan untuk memberikan penilaian komprehensif terhadap 29 WBP yang diusulkan mendapat program lanjutan. Terdapat dua agenda utama yang dibahas pada sidang kali ini, yakni pengusulan program integrasi bagi 17 narapidana, serta pengusulan 12 narapidana lainnya untuk menjadi tenaga pendamping (tamping) guna membantu kegiatan operasional di dalam lapas.
Selama jalannya sidang, setiap anggota TPP secara bergantian memberikan pandangan, masukan, dan penilaian objektif terhadap masing-masing warga binaan. Aspek penilaian dititikberatkan pada rekam jejak perilaku selama menjalani masa pidana, tingkat kedisiplinan, hingga keaktifan WBP dalam mengikuti berbagai program pembinaan yang disediakan oleh lapas.
Hasil dari sidang ini nantinya akan direkomendasikan kepada pimpinan sebagai landasan utama dalam menentukan kebijakan dan program pembinaan lanjutan.
Kepala Lapas Kelas IIB Arga Makmur, Yulian Fernando, menegaskan bahwa Sidang TPP adalah instrumen vital dalam sistem pemasyarakatan. Ia memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar yang diamanatkan oleh regulasi, yakni Keputusan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS-38.OT.02.02 Tahun 2020 dan Nomor PAS-36.OT.02.02 Tahun 2020.
“Sidang TPP ini merupakan bagian penting dari sistem pembinaan kita. Tujuannya jelas, untuk mengevaluasi perkembangan warga binaan secara objektif serta menentukan langkah pembinaan yang paling tepat bagi mereka ke depannya,” tegas Yulian.
Melalui evaluasi berkala ini, Yulian berharap para warga binaan termotivasi untuk terus konsisten menunjukkan perubahan perilaku ke arah yang positif. Hingga acara berakhir, seluruh rangkaian Sidang TPP dilaporkan berjalan dengan lancar, tertib, dan kondusif, dengan tetap mengedepankan aspek keamanan lingkungan Lapas.





















