Pelataran, Tangerang Selatan, (11/1/2026) — Permasalahan sampah di Kota Tangerang Selatan terus menjadi tantangan serius dalam pembangunan perkotaan. Pertumbuhan penduduk yang pesat, perubahan pola konsumsi masyarakat, serta keterbatasan kapasitas pengelolaan menjadikan persoalan sampah bukan hanya isu kebersihan, melainkan persoalan lingkungan, kesehatan, dan kualitas hidup warga.
Berbagai pakar tata kelola lingkungan menilai bahwa pendekatan sektoral tidak lagi memadai. Dibutuhkan model kolaborasi terpadu, salah satunya melalui pendekatan pentahelix, yang mengintegrasikan peran pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat, dan media sebagai aktor utama dalam sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Kolaborasi Lintas Sektor sebagai Kunci Solusi
Dalam kerangka pentahelix, pemerintah daerah berperan sebagai regulator dan koordinator utama, mulai dari penyusunan kebijakan, penganggaran, hingga pembangunan infrastruktur persampahan. Namun, efektivitas kebijakan tersebut sangat bergantung pada keterlibatan aktor lain.
Sektor swasta menjadi mitra strategis dalam menyediakan teknologi pengolahan sampah modern, pendanaan, serta manajemen operasional melalui skema kemitraan publik–swasta dan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Sementara itu, perguruan tinggi dan lembaga riset menyediakan dukungan ilmiah berupa kajian timbulan sampah, inovasi teknologi pengolahan, dan rekomendasi kebijakan berbasis data yang membantu pemerintah merumuskan kebijakan jangka panjang yang lebih akurat.
Di tingkat akar rumput, masyarakat memegang peran krusial dalam perubahan perilaku, khususnya dalam pemilahan sampah dari sumber, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, serta penguatan bank sampah dan TPS3R di lingkungan permukiman. Tanpa partisipasi aktif masyarakat, sistem pengelolaan yang baik tidak akan berjalan optimal.
Peran media memperkuat seluruh ekosistem kolaborasi melalui edukasi publik, kampanye lingkungan, serta fungsi kontrol sosial terhadap implementasi kebijakan persampahan.
Sinergi Regional dan Dukungan Pemerintah Pusat
Selain kolaborasi internal kota, penanggulangan sampah di Tangerang Selatan juga membutuhkan kerja sama antar daerah dan dukungan pemerintah pusat, terutama dalam pengembangan fasilitas pengolahan terpadu, teknologi ramah lingkungan, serta skema pembiayaan jangka panjang. Sinergi ini menjadi penting mengingat keterbatasan daya tampung fasilitas pengelolaan sampah di wilayah perkotaan yang semakin padat.
Rekomendasi Strategis
Untuk memastikan pendekatan pentahelix berjalan efektif dan berkelanjutan, beberapa rekomendasi strategis dapat dilakukan:
1. Membentuk forum kolaborasi pentahelix permanen sebagai wadah koordinasi lintas sektor di tingkat kota.
2. Memperkuat kemitraan pemerintah–swasta dalam pembangunan fasilitas pengolahan sampah berbasis teknologi modern.
3. Mengintegrasikan hasil riset akademik ke dalam perencanaan dan pengambilan kebijakan daerah.
4. Meningkatkan literasi dan partisipasi masyarakat melalui edukasi berkelanjutan dan insentif pemilahan sampah.
5. Mengoptimalkan peran media sebagai agen perubahan perilaku dan pengawas kebijakan publik.
Menuju Kota yang Lebih Bersih dan Berkelanjutan
Melalui pendekatan kolaborasi pentahelix yang konsisten dan terstruktur, Tangerang Selatan memiliki peluang besar untuk keluar dari persoalan sampah yang selama ini berulang. Sinergi lintas sektor bukan hanya menghadirkan solusi teknis, tetapi juga membangun fondasi kota yang lebih bersih, sehat, berdaya saing, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.
=================
Berita I i Ditulis Oleh :
Putri Indriani
NIM : 23010200007
Program Studi Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah Jakarta

























