Contact Us
Login
Logout
Pelataran
Leaderboard Puteri Anak dan Puteri Remaja Banten 2026
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Account
    • Logout
Pelataran
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Account
    • Logout
No Result
View All Result
Pelataran
No Result
View All Result
Home Opini

Mood Swing Pra-menstruasi: Otak VS Hormon. Siapa yang menang?

Diana felia Ningrum by Diana felia Ningrum
4 December 2025
in Opini
A A
0
foto biopsi
855
SHARES
1.2k
VIEWS

Pasti kalian para kaum wanita pernah merasakan tiba-tiba suasana hatimu berubah drastis tanpa adanya sebab yang jelas. Merasa tidak disayang dan tidak diingkan oleh pasangan kalian tanpa alasan yang jelas, tapi dalam beberapa saat merasa hal itu tidak benar. Hari ini merasa senang, besok merasa sedih. Situasi ini, dinamakan dengan Mood swing, yaitu keadaan dimana perubahan suasana hati yang berubah sangat drastis. Bagi wanita ini bukan sekadar emosi biasa, melainkan bisa dianggap sebagai gejala pra-menstruasi. Tapi tahukah kalian bahwa dalam situasi tersebut ada “pertarungan” yang mengesankan antara otak dan hormon. Mari kita bahas pertarungan ini. Siapakah yang menang?.

Dalam hal ini dimana hormon seperti estrogen dan progesteron berjuang melawan jaringan otak yang kompleks. Hormon estrogen memiliki hubungan erat dengan fase pra-menstruasi karena fluktasinya sangat memengaruhi suasana hati dan gejala fisik.Kadar estrogen naik di awal siklus, mencapai puncaknya saat ovulasi, lalu menurun drastis menjelang menstruasi, yang dapat memicu gejala PMS seperti perubahan suasana hati, masalah tidur, dan gejala fisik lainnya karena adanya ketidakseimbangan dengan progesteron dan pengaruhnya terhadap neurotransmitter seperti serotonin. Hormon progesteron sangat terkait dengan pra-menstruasi (PMS) karena perubahan kadarnya memicu gejala PMS. Pada tahap akhir siklus menstruasi, jika tidak terjadi kehamilan, kadar progesteron akan menurun drastis, yang kemudian memicu pelepasan lapisan rahim atau menstruasi. Penurunan progesteron ini adalah penyebab utama gejala fisik dan emosional seperti sakit kepala, kram perut, jerawat, kelelahan, dan perubahan suasana hati yang dialami wanita menjelang menstruasi.

Kita mulai dari otak, sebut sebagai “Pahlawan” yang harus menjaga keseimbangan emosi. Otak kita mempunyai bagian-bagian khusus, contohnya seperti amigdala yang memiliki tugas untuk mengindetifikasi ancaman dan emosi, dan juga prefontal cortex yang membantu untuk berfikir bijaksana atau rasional dan mengontrol impuls. Terkadang, hormon-hormon tersebut berinteraksi dengan neurotransmitter seperti serotonin, yang bertanggung jawab atas rasa bahagia dan ketenangan. Menurut penelitian Steiner et al. (2020) dalam Journal of Women’s Health, fluktuasi hormonal selama fase luteal siklus menstruasi mengganggu produksi serotonin, sehingga otak kehilangan sumber energinya. Hal ini menyebabkan respons emosional menjadi lebih intens, di mana masalah kecil pun dapat memicu kemarahan atau kesedihan yang berlebihan.

Teknik neuroimaging seperti fMRI, sebagaimana digunakan oleh Dubol et al., mengungkap upaya otak untuk mempertahankan stabilitas di tengah perubahan tersebut.(2021) di Frontiers in Psychiatry, Menunjukan bahwa wanita mengalami PMDD (Premenstrua dysphoric disorder), amigdala yang menjadi overaktif.Ini seperti otak yang stuck terus di mode waspada, jadi tiap stimulasi kecil aja terasa sebagai sebuah ancaman besar. Sementara itu, konektivitas antara jaringan emosi terganggu, seperti yang dijelaskan Liu dkk, mengurangi kontrol prefrontal. Otak berusaha beradaptasi, tapi hormon sudah lebih dulu menyerang. Di sini, otak terlihat seperti pihak yang “kalah” karena ia bereaksi terhadap perintah hormon, bukan sebaliknya.

Sekarang, mari kita lihat hormon dan lihat “penyerang” yang kuat dan tidak terlihat. Hormon merupakan bagian dari siklus wanita; mereka bukan musuh jahat.Tapi aktivitasnya bisa bikin badai di otak. Contohnya allopregnanolone, hasil olahan progesteron yang langsung nyalain reseptor GABA di kepala. Dalam Psychoneuroendocrinology, Klatzkin dkk. (2019) menjelaskan bagaimana hal ini menyebabkan inhibisi, seperti REM yang sangat kuat, sehingga emosi tidak tertekan. Hormon “menang” karena mereka menyebabkan reaksi: estrogen menyebabkan produksi steroid neuroaktif, yang kemudian menyebabkan perubahan kimia otak, seperti yang dijelaskan oleh Bäckström dkk. (2018) dalam Frontiers in Neuroscience Seluler. Hal ini serupa dengan hormon yang mengubah saluran emosi tanpa ampun dan kendali jarak jauh.

Jadi siapa yang menang dalam pertarungan ini? Jika kita melihat data penelitian, hormon seringkali mendominasi. Mereka melihat perubahan biologis yang secara langsung memengaruhi otak dan menyebabkan perubahan pada hati yang tidak dapat dibalikkan. Namun, otak memiliki kemampuan untuk beradaptasi melalui neuroplastisitas. Otak dapat “membalas dendam” dan menyeimbangkan diri dengan intervensi seperti terapi obat (seperti SSRI untuk meningkatkan serotonin) atau gaya hidup sehat. Ini bukan tentang fokus pada satu aspek saja; melainkan tentang memahami bagaimana keduanya terkait dengan gejala neurologis. Bagi mereka yang mengalami hal ini, pengetahuan ini dapat menjadi panduan untuk menangani gejala daripada fokus pada “mood buruk.”

Kesimpulannya, cerita ini mengajarkan kita bahwa sistem tubuh wanita adalah sistem yang netral, di mana hormon dan otak bekerja sama kadang-kadang saling bertentangan. Kita dapat menjadikan pertentangan ini harmonis dengan menggunakan risalah ini. Jika Anda mengalami perubahan mood semacam ini, hal itu dapat memengaruhi kehidupan Anda dan sebaiknya dibahas dengan dokter atau spesialis kesehatan mental.Mereka bisa bantu dengan cara yang nyambung ke neurosains, kayak ngatur hormon atau latihan mindfulness, supaya otak jadi lebih kuat. Seperti yang Anda ketahui, otak dapat belajar “menang” lebih sering di masa depan.

Baca Juga

menabung

Menabung sebagai Cara Pelan Anak Muda Merawat Masa Depan

20 January 2026
IMG 20260107 WA0040

Di Antara Status Korban dan Tersangka: Yak Widhi Membaca Kekerasan, Kekuasaan, dan Ujian Integritas Hukum

9 January 2026
IMG 20251216 WA0022

Tantangan dan Solusi dalam mewujudkan Pendidikan yang Berkualitas di Indonesia

19 December 2025
WhatsApp Image 2025 12 15 at 23.23.50 82f862b6

MBG di Susukan 01 Dorong Ekonomi Warga Lewat Lapangan Kerja dan UMKM Lokal

16 December 2025

Steiner, M., Macdougall, M., & Brown, E. (2020). Premenstrual dysphoric disorder: Evidence for a new category for DSM-5. Journal of Women’s Health, 29(2), 1-10

Dubol, M., Epperson, C. N., Del Parigi, A., Dupont, P., & Vandenbulcke, M. (2021). Neural correlates of premenstrual dysphoric disorder: A functional MRI study. Frontiers in Psychiatry, 12, 1-15.

Kirim Berita Media Wanita

Liu, B., Sundström-Poromaa, I., Comasco, E., Steiner, M., & Sundström-Poromaa, I. (2020). Altered functional connectivity in premenstrual dysphoric disorder. Journal of Affective Disorders, 276, 1-9.

Bäckström, T., Haage, D., Löfgren, M., Johansson, I. M., Strömberg, J., Nyberg, S., … & Andreen, L. (2018). Neuroendocrine mechanisms in premenstrual syndrome. Frontiers in Cellular Neuroscience, 12, 1-12.

Klatzkin, R. R., Morrow, A. L., Light, K. C., Pedersen, R., & Girdler, S. S. (2019). Allopregnanolone levels and symptom severity in women with premenstrual dysphoric disorder. Psychoneuroendocrinology, 99, 1-8

Tags: hormonmensmoodMood Swing Pra-menstruasiotak
Share342Tweet214Share60Pin77SendShare
Leaderboard Satu Rumah
Previous Post

Pendidikan Diera 5.0, Siapkah Indonesia Menghadapinya?

Next Post

LPKA Bengkulu Ikuti Arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Terkait Persiapan Pengadaan BAMA 2026

Diana felia Ningrum

Diana felia Ningrum

Related Posts

menabung

Menabung sebagai Cara Pelan Anak Muda Merawat Masa Depan

20 January 2026
IMG 20260107 WA0040

Di Antara Status Korban dan Tersangka: Yak Widhi Membaca Kekerasan, Kekuasaan, dan Ujian Integritas Hukum

9 January 2026
IMG 20251216 WA0022

Tantangan dan Solusi dalam mewujudkan Pendidikan yang Berkualitas di Indonesia

19 December 2025
WhatsApp Image 2025 12 15 at 23.23.50 82f862b6

MBG di Susukan 01 Dorong Ekonomi Warga Lewat Lapangan Kerja dan UMKM Lokal

16 December 2025
Next Post
WhatsApp Image 2025 12 04 at 11.32.45

LPKA Bengkulu Ikuti Arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Terkait Persiapan Pengadaan BAMA 2026

Lapas Bengkulu, Pengadaan BAMA 2026, KUHAP Baru 2026, Kemenimipas, Julianto Budhi Prasetyono, Agus Andrianto, Pemasyarakatan, Transparansi Pengadaan, UPT Pemasyarakatan

Transparansi Pengadaan BAMA, Lapas Bengkulu Ikuti Rapat Bersama Menteri

Lapas Bengkulu, Pembinaan Kemandirian, Pelatihan Olahan Pangan, Pembuatan Tempe, Aneka Keripik, Pembinaan WBP, Kegiatan Giatja, Dharma Bhakti Kesejahteraan Sosial

Pelatihan Olahan Pangan Lapas Bengkulu Ditutup, 40 WBP Resmi Lulus

Rutan Bengkulu

Peduli Kesehatan Warga Binaan, Rutan Bengkulu Gelar Sosialisasi Pencegahan Diare

Lapas Bengkulu, Pelatihan Kemandirian, Kegiatan Kerja, Produksi Tempe, Produksi Keripik, Pembinaan WBP, Giatja, Yayasan Dharma Bhakti, Kemenkumham Bengkulu, Pembinaan Narapidana

Setelah Pelatihan Ditutup, Ketua Yayasan Lakukan Evaluasi Produksi Tempe dan Keripik

Please login to join discussion
Square Media Wanita

Berita Utama

WhatsApp Image 2026 01 22 at 19.35.45 1
Berita Utama

Panen Kacang Panjang Jadi Bukti Pembinaan Nyata di Lapas Bandanaira

by Redaksi Lapas Bandanaira
23 January 2026
0

Banda Naira, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira kembali membuktikan keberhasilan program pembinaan kemandirian melalui kegiatan pertanian produktif....

Read moreDetails
WhatsApp Image 2026 01 12 at 14.19.12 1 768x512 1

Presiden Prabowo Perkuat Pembangunan SDM Lewat Sekolah Rakyat Terintegrasi

20 January 2026
PLN Terus Pulihkan Listrik Aceh, Crane Disulap Jadi Tower Darurat

PLN Terus Pulihkan Listrik Aceh, Crane Disulap Jadi Tower Darurat

29 December 2025
Lapas Bengkulu, Pembinaan Rohani, Penyuluh Agama, Warga Binaan, Masjid An-Nur, Kemenag Bengkulu, Mengaji Iqro, Tausiyah, Pembinaan Kepribadian, Bakti pada Orang Tua

WBP Dalami Iqro dan Al-Qur’an dalam Pembinaan Rohani Rutin Lapas Bengkulu

9 December 2025
Pascabencana Banjir Agam Kembali Menyala, Sistem Kelistrikan Sumbar Pulih 100%

Pascabencana Banjir Agam Kembali Menyala, Sistem Kelistrikan Sumbar Pulih 100%

7 December 2025
Rumah Prabu Half Page

Berita Terkait

IMG 20260126 WA0063

Lapas Bandanaira Geladah Blok Hunian, Amankan Barang Terlarang ‎

26 January 2026
WhatsApp Image 2026 01 26 at 12.44.53

Dukung Implementasi KUHP Nasional, Kakanwil Ditjenpas Jatim Bersama Kalapas Mojokerto Tinjau Lokasi Rencana Bapas Mojokerto

26 January 2026
Lapas Bengkulu, Isra Mi’raj, Pembinaan Keagamaan, Warga Binaan, IKADI Bengkulu, Masjid An-Nur, Tausiah Islam, Pembinaan Kepribadian, Pemasyarakatan, Ditjenpas

Warga Binaan Lapas Bengkulu Dapat Tausiah Isra Mi’raj dari IKADI

26 January 2026
Lapas Bengkulu, LPK Berijo, Pembinaan Warga Binaan, Kemandirian Narapidana, Kegiatan Warga Binaan, Pemasyarakatan, Ditjenpas, Reintegrasi Sosial

Pembinaan Kemandirian di LPK Berijo Lapas Bengkulu Dorong Warga Binaan Lebih Berdaya

26 January 2026
Lapas Bengkulu, Kalapas Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, Blok Hunian, Pembinaan Warga Binaan, Pemasyarakatan, Kemenkumham, Ditjenpas, Humanis

Kalapas Bengkulu Tinjau Blok Hunian dan Beri Motivasi Warga Binaan

26 January 2026
WhatsApp Image 2026 01 26 at 08.53.39 1

LPP Bengkulu Gelar Kegiatan Menonton Tausiah bagi Warga Binaan

26 January 2026
Pelataran

Pelataran.com adalah portal media berita online yang terbuka untuk umum dan menerima kontribusi tulisan dari berbagai penulis. Tulisan yang dimuat dapat berupa berita, press release, opini, maupun bentuk tulisan lainnya.

Segala konten yang dipublikasikan di Pelataran.com merupakan tanggung jawab penuh dari masing-masing penulis. Hak cipta atas isi tulisan, gambar, maupun video yang ditayangkan di situs ini sepenuhnya menjadi milik penulis atau pengunggah konten.

Follow Us

Pelataran.com

Jika Anda merasa keberatan dengan adanya tulisan, gambar, atau video yang ditampilkan di situs ini karena alasan hak cipta atau alasan lainnya, silakan hubungi tim redaksi melalui email di:

📧 redaksi@pelataran.com

Kami akan segera meninjau dan menghapus konten yang dimaksud sesuai dengan kebijakan dan pertimbangan redaksi.

Penting!

Tulisan yang tidak disertai dengan foto atau gambar atau ilustrasi tidak akan dipublikasikan dan akan langsung dihapus oleh Redaksi. Gambar harus ada hubungannya dengan tulisan ya dan bukan foto selfie penulis

Pemberitahuan!

Pelataran.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan dimanapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia. Hati-Hati dengan oknum yang meng-atas-nama-kan Pelataran.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers atau Press ID Card.

PS DSA Square
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Cyber
  • Syarat dan Ketentuan
  • Disclaimer
  • Mengapa Tulisan Belum Ditayangkan?
  • Contact Us

© 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Account
    • Logout
  • Login
  • Sign Up

© 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita