Pakaian sering dianggap sebagai bentuk ekspresi diri, termasuk bagi mahasiswa. Tidak sedikit yang datang ke kampus dengan gaya santai—kaus oblong, celana sobek, hingga pakaian yang terkesan terlalu bebas. Hal ini memicu pro dan kontra, terutama di lingkungan akademik yang masih menjunjung etika dan kesopanan.
Sebagian berpendapat bahwa selama berpakaian tidak mengganggu proses belajar, maka tidak perlu ada aturan kaku. Namun, kita juga tidak bisa menutup mata bahwa kampus adalah ruang ilmiah, bukan tempat untuk uji gaya atau kebebasan tanpa batas.
Pakaian tidak menentukan kecerdasan, benar. Tapi cara berpakaian bisa mencerminkan penghormatan terhadap lingkungan tempat kita belajar. Bukankah menunjukkan kesopanan adalah bagian dari sikap profesional?
Kampus tidak harus mewajibkan seragam. Tapi sudah semestinya mahasiswa peka dan tahu kapan harus tampil santai, dan kapan harus lebih formal. Berpakaian rapi dan sopan bukan berarti kuno, tapi menunjukkan kedewasaan berpikir.
Mahasiswa adalah calon pemimpin masa depan. Mulailah dengan membiasakan diri berpakaian yang mencerminkan etika, bukan sekadar gaya.

























