Contact Us
Login
Logout
Pelataran
Leaderboard Puteri Anak dan Puteri Remaja Banten 2026
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Account
    • Logout
Pelataran
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Account
    • Logout
No Result
View All Result
Pelataran
No Result
View All Result
Home Sorot

Politisasi Agama: Merawat Iman atau Merusak Persatuan?

Menelisik Dampak Politisasi Agama dalam Dinamika Demokrasi Indonesia

Fara dwi by Fara dwi
29 May 2025
in Sorot
A A
0
Politisasi Agama

Religion VS Politics

868
SHARES
1.3k
VIEWS

Dalam beberapa tahun terakhir, agama semakin sering muncul di kancah politik, dengan kampanye-kampanye yang memuat ayat-ayat suci dan ceramah-ceramah yang menyinggung isu-isu pemilu. Hal ini menyebabkan batas antara dakwah dan politik menjadi semakin kabur. Di Indonesia, fenomena ini memang bukan hal baru, namun semakin diabaikan. Pertanyaannya, apakah politisasi agama ini justru memperkuat nilai-nilai keimanan masyarakat, atau justru dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa?

Politisasi agama tidak hanya berdampak pada suasana pemilu, tetapi juga meninggalkan jejak panjang dalam ingatan kolektif masyarakat. Ketegangan sosial yang muncul karena perbedaan pilihan politik berbasis agama dapat berlangsung lama bahkan setelah pesta demokrasi usai. Trauma sosial ini menciptakan jurang kepercayaan antar kelompok yang sulit dipercaya.

Secara umum, politisasi agama mengacu pada penggunaan simbol, narasi, atau tokoh agama untuk mencapai tujuan politik terutama dalam merebut kekuasaan. Dalam praktiknya, hal ini dapat berupa pencitraan agama oleh politisi, kampanye atas nama agama tertentu, atau penggunaan lembaga-lembaga keagamaan untuk mobilisasi massa. Berbeda dengan partisipasi individu beragama dalam politik yang merupakan hak setiap orang, politisasi agama cenderung eksploitatif yaitu memecah belah masyarakat menjadi “kita” dan “mereka”.

Baca Juga

IMG 20260115 WA0029

Personel Polres Purbalingga Bantu Evakuasi Pendaki Meninggal di Gunung Slamet

17 January 2026
IMG 20260111 WA0053

Penanggulangan Masalah Sampah di Tangerang Selatan Dengan Menggunakan Pendekatan Kolaborasi Pentahelix

11 January 2026
612185688 18353880172206263 2134717924064845239 n

“AWAS SITUS PALSU” : Kanwil BPN Lampung mendeteksi adanya situs tiruan di Website

10 January 2026
WhatsApp Image 2025 12 17 at 08.41.06

Pengamanan Humanis Polres PALI Tuai Apresiasi, Aksi AP3 Berjalan Damai

17 December 2025

Fenomena di Indonesia ini mulai terlihat jelas sejak Pilkada DKI Jakarta 2017, di mana kampanye yang awalnya fokus pada program dan kinerja berubah menjadi ajang penilaian berbasis identitas agama. Masjid digunakan untuk menyebarkan selebaran politik dan tokoh agama menjadi aktor utama dalam menentukan pilihan politik masyarakat. Peristiwa ini menandai bagaimana agama dapat digunakan sebagai alat mobilisasi politik yang efektif namun berisiko.

Di sisi positif, ada yang berpendapat bahwa politisasi agama dapat berdampak positif jika dilakukan dengan cara yang sehat. Misalnya, dapat meningkatkan kesadaran etika dan moral dalam berpolitik, mendorong keterlibatan publik dari komunitas agama, dan mengawasi kebijakan untuk memastikannya sesuai dengan nilai-nilai moral masyarakat. Namun, sisi positif ini dapat menjadi bumerang jika agama hanya digunakan sebagai alat kosmetik politik, yang dapat merusak integritas agama itu sendiri.

Namun, penting untuk digarisbawahi bahwa dampak positif tersebut sangat bergantung pada kedewasaan aktor politik dan masyarakat. Jika pemahaman agama digunakan untuk memperluas pemikiran dan menjunjung keadilan, maka politik dapat menjadi instrumen untuk memperjuangkan nilai-nilai luhur. Sebaliknya, jika agama dipelintir demi ambisi kekuasaan, hasilnya justru kontraproduktif.

Sayangnya, di Indonesia politisasi agama sering kali berdampak negatif, seperti: (1) Polarisasi sosial, di mana masyarakat terpecah berdasarkan identitas agama, menjadikan politik sebagai arena untuk “perang keyakinan”; (2) Diskriminasi terhadap minoritas, di mana narasi politik yang mengutamakan agama mayoritas mengabaikan atau mendiskriminasi kelompok minoritas; (3) Merusak kewibawaan agama, ketika tokoh agama terlibat dalam politik praktis, yang dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keagamaan; dan (4) Normalisasi kebencian, di mana politisasi agama sering kali disertai dengan ujaran diskriminatif yang merusak ruang publik.

Faktor-faktor yang mendorong terjadinya politisasi agama antara lain: (1) Minimnya literasi politik dan agama, yang membuat masyarakat mudah terpengaruh oleh narasi-narasi yang emosional; (2) Peran media sosial, yang mengamplifikasi informasi sektarian dan narasi keagamaan yang menyudutkan pihak lain; dan (3) Kalkulasi politik elit, di mana sebagian elit politik menggunakan agama untuk mendapatkan simpati massa.

Selain itu, lemahnya regulasi dan penegakan hukum terhadap kampanye menjatuhkan SARA juga mengecewakan situasi. Ketika tidak ada konsekuensi hukum bagi pelaku politisasi agama yang merusak tatanan sosial, maka tindakan semacam ini akan terus direplikasi. Ini menciptakan preseden buruk bagi demokrasi di masa depan.

Untuk mengatasi masalah ini, penting untuk membedakan antara politik yang berlandaskan nilai-nilai agama dan politisasi agama. Negara, tokoh agama, dan masyarakat memiliki tanggung jawab bersama. Negara harus menjaga netralitas dan menegakkan hukum terhadap kampanye yang diskriminatif, tokoh agama perlu bertindak sebagai penenang moral, dan masyarakat harus meningkatkan literasi politik agar tidak mudah dimanipulasi.

Agama seharusnya menjadi sumber nilai, bukan alat kampanye. Ketika agama dijadikan komoditas politik, maka agama kehilangan maknanya sebagai cahaya kebaikan dan berpotensi menimbulkan perpecahan. Demokrasi pluralistik Indonesia hanya dapat bertahan jika ruang politik tidak didominasi oleh eksklusivitas identitas. Marilah kita menjaga agama pada tempatnya yang mulia dan politik pada jalur yang rasional, agar tidak muncul masyarakat yang saling curiga dan terpecah belah.

Kirim Berita Media Wanita

Penting bagi kita untuk menyadari bahwa keberagaman adalah sumber kekuatan, bukan ancaman. Dengan meningkatkan dialog antaragama dan mendorong toleransi, kita dapat membangun masyarakat yang lebih harmonis. Masyarakat perlu dilibatkan dalam proses politik secara inklusif, sehingga setiap suara dapat didengar dan dipertimbangkan. Selain itu, pendidikan yang menekankan nilai-nilai kemanusiaan dan persatuan harus diperkuat, sehingga generasi mendatang memahami pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan.

Mengakhiri politisasi agama bukan berarti menghapus agama dari ruang publik, namun tetap mempertahankannya sebagai pedoman moral yang universal. Sudah saatnya semua pihak baik politisi, pemuka agama, maupun warga biasa menyadari bahwa demokrasi membutuhkan kesetaraan dan keterbukaan, bukan eksklusivitas yang menutup dialog ruang. Kita perlu membangun masa depan politik yang menjunjung keberagaman sebagai kekuatan, bukan sekedar alat kampanye.

Share347Tweet217Share61Pin78SendShare
Leaderboard apa apa
Previous Post

Memperingati Hari Kenaikan Isa Al-Masih: Sebuah Salam Damai dari GEMABUDHI Sulawesi Selatan

Next Post

Mahasiswa Manajemen UBSI Dewi Sartika Gelar Kegiatan Berbagi Berkah Dalam Upaya Mengimplementasikan Gotong Royong (Persatuan) Terhadap Masyarakat yang Kurang Mampu

Fara dwi

Fara dwi

Saya percaya politik adalah ruang perjuangan, bukan sekadar arena rebutan kekuasaan. Dengan menulis, saya berupaya menyuarakan kritik, harapan, dan keberpihakan terhadap demokrasi yang lebih adil dan berpihak pada rakyat.

Related Posts

IMG 20260115 WA0029

Personel Polres Purbalingga Bantu Evakuasi Pendaki Meninggal di Gunung Slamet

17 January 2026
IMG 20260111 WA0053

Penanggulangan Masalah Sampah di Tangerang Selatan Dengan Menggunakan Pendekatan Kolaborasi Pentahelix

11 January 2026
612185688 18353880172206263 2134717924064845239 n

“AWAS SITUS PALSU” : Kanwil BPN Lampung mendeteksi adanya situs tiruan di Website

10 January 2026
WhatsApp Image 2025 12 17 at 08.41.06

Pengamanan Humanis Polres PALI Tuai Apresiasi, Aksi AP3 Berjalan Damai

17 December 2025
Next Post
WhatsApp Image 2025 05 18 at 15.46.13 4668a9d0

Mahasiswa Manajemen UBSI Dewi Sartika Gelar Kegiatan Berbagi Berkah Dalam Upaya Mengimplementasikan Gotong Royong (Persatuan) Terhadap Masyarakat yang Kurang Mampu

FOTO PAI 350x350 1

Empati dalam Aksi: Menjadi Remaja yang Peduli

Tiga lagu Jennifer Aurelia jadi materi resmi di Ajang Puteri Tionghoa 2025 Singing Competition (Dok. Istimewa)

Tiga Lagu Jennifer Aurelia Jadi Materi Resmi di Ajang Puteri Tionghoa 2025 Singing Competition

IMG 20250530 WA0029

Jelang Peresmian Kampung Pramuka, Ibu-Ibu Warga Tabrik Rela Turun Ke Jalan

Lapas

Strategi Keamanan Lapas: Kalapas Serukan Penciptaan Lingkungan Lapas yang Kondusif dan Bebas Provokasi

Please login to join discussion
Square Media Wanita

Berita Utama

WhatsApp Image 2026 01 22 at 19.35.45 1
Berita Utama

Panen Kacang Panjang Jadi Bukti Pembinaan Nyata di Lapas Bandanaira

by Redaksi Lapas Bandanaira
23 January 2026
0

Banda Naira, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira kembali membuktikan keberhasilan program pembinaan kemandirian melalui kegiatan pertanian produktif....

Read moreDetails
WhatsApp Image 2026 01 12 at 14.19.12 1 768x512 1

Presiden Prabowo Perkuat Pembangunan SDM Lewat Sekolah Rakyat Terintegrasi

20 January 2026
PLN Terus Pulihkan Listrik Aceh, Crane Disulap Jadi Tower Darurat

PLN Terus Pulihkan Listrik Aceh, Crane Disulap Jadi Tower Darurat

29 December 2025
Lapas Bengkulu, Pembinaan Rohani, Penyuluh Agama, Warga Binaan, Masjid An-Nur, Kemenag Bengkulu, Mengaji Iqro, Tausiyah, Pembinaan Kepribadian, Bakti pada Orang Tua

WBP Dalami Iqro dan Al-Qur’an dalam Pembinaan Rohani Rutin Lapas Bengkulu

9 December 2025
Pascabencana Banjir Agam Kembali Menyala, Sistem Kelistrikan Sumbar Pulih 100%

Pascabencana Banjir Agam Kembali Menyala, Sistem Kelistrikan Sumbar Pulih 100%

7 December 2025
Rumah Prabu Half Page

Berita Terkait

WhatsApp Image 2026 01 27 at 19.11.02 1

Tak Asal Bebas, Bapas Bengkulu Pastikan Klien Pemasyarakatan Siap dan Terawasi

27 January 2026
WhatsApp Image 2026 01 27 at 09.23.38 1

Lewat Sidang TPP, Bapas Bengkulu Pastikan Klien Pemasyarakatan Aman dan Siap Kembali ke Masyarakat

27 January 2026
WhatsApp Image 2026 01 27 at 10.24.05

Pengawasan Klien Dewasa Diperketat, Bapas Bengkulu Jamin Keamanan Masyarakat

27 January 2026
Desain tanpa judul 4 1

KUHP Baru Dorong Keadilan Lebih Humanis, Bapas Bengkulu Tingkatkan Kesiapan SDM

27 January 2026
IMG 20260121 WA0054 1 1140x1520 1

Warung Makan Pakde Raing Karangbinangun: Sajian Masakan Emak yang Bikin Kangen, Wajib Dicoba!

27 January 2026
WhatsApp Image 2026 01 27 at 15.33.45

Wujudkan Tertib Administrasi, Lapas Arga Makmur Proses Usulan Pensiun Empat Pegawai Purna Tugas

27 January 2026
Pelataran

Pelataran.com adalah portal media berita online yang terbuka untuk umum dan menerima kontribusi tulisan dari berbagai penulis. Tulisan yang dimuat dapat berupa berita, press release, opini, maupun bentuk tulisan lainnya.

Segala konten yang dipublikasikan di Pelataran.com merupakan tanggung jawab penuh dari masing-masing penulis. Hak cipta atas isi tulisan, gambar, maupun video yang ditayangkan di situs ini sepenuhnya menjadi milik penulis atau pengunggah konten.

Follow Us

Pelataran.com

Jika Anda merasa keberatan dengan adanya tulisan, gambar, atau video yang ditampilkan di situs ini karena alasan hak cipta atau alasan lainnya, silakan hubungi tim redaksi melalui email di:

📧 redaksi@pelataran.com

Kami akan segera meninjau dan menghapus konten yang dimaksud sesuai dengan kebijakan dan pertimbangan redaksi.

Penting!

Tulisan yang tidak disertai dengan foto atau gambar atau ilustrasi tidak akan dipublikasikan dan akan langsung dihapus oleh Redaksi. Gambar harus ada hubungannya dengan tulisan ya dan bukan foto selfie penulis

Pemberitahuan!

Pelataran.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan dimanapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia. Hati-Hati dengan oknum yang meng-atas-nama-kan Pelataran.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers atau Press ID Card.

PS DSA Square
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Cyber
  • Syarat dan Ketentuan
  • Disclaimer
  • Mengapa Tulisan Belum Ditayangkan?
  • Contact Us

© 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Account
    • Logout
  • Login
  • Sign Up

© 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita