Contact Us
Login
Logout
Pelataran
Leaderboard Satu Rumah
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Account
    • Logout
Pelataran
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Account
    • Logout
No Result
View All Result
Pelataran
No Result
View All Result
Home Opini

Pancasila Sebagai Etika Ilmu Pengetahuan:

Membangun Keilmuan yang Berkeadaban

Muhammad Hidayat by Muhammad Hidayat
19 May 2025
in Opini
A A
0
gambar opini
860
SHARES
1.2k
VIEWS

Di tengah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini, pertanyaan penting muncul: apakah kemajuan ilmu selalu sejalan dengan nilai-nilai moral dan kemanusiaan? Dalam praktiknya tidak jarang kita melihat bagaimana ilmu disalahgunakan, seperti dalam manipulasi data penelitian, eksploitasi sumber daya, hingga pengembangan teknologi yang mengabaikan dampak sosial.

Di sinilah Pancasila hadir bukan hanya sebagai ideologi negara, tetapi juga sebagai sistem etika yang membimbing arah perkembangan ilmu agar tetap berkeadaban. Nilai-nilai dalam Pancasila sangat relevan dijadikan sebagai landasan etik. Sila pertama mengingatkan bahwa ilmu harus selaras dengan nilai ketuhanan dan tidak boleh bertentangan dengan hakikat kemanusiaan. Sila kedua menekankan pentingnya kemanusiaan yang adil dan beradab, yang seharusnya menjadi roh dari setiap inovasi dan eksperimen. Sila kelima menuntut agar hasil-hasil ilmu memberi manfaat yang adil dan merata bagi seluruh rakyat, bukan hanya segelintir elite atau perusahaan besar.

Sayangnya, masih banyak akademisi dan lembaga riset yang menempatkan ilmu dalam ruang netral tanpa pijakan nilai. Ketika ilmu dipisahkan dari etika, maka berkembang budaya ilmiah yang kering serta hanya berorientasi pada capaian dan publikasi semata, tetapi miskin tanggung jawab sosial. Kondisi ini diperparah oleh globalisasi akademik, karena standar dan metrik internasional sering kali mengabaikan konteks lokal dan nilai budaya bangsa.

Contoh nyata dari urgensi etika dalam keilmuan dapat dilihat dalam pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI). Menurut laporan Katadata (2023), AI berpotensi melanggar hak privasi, menyebabkan perlakuan yang tidak adil, dan memengaruhi kebijakan publik tanpa tanggung jawab yang jelas. Hal ini terjadi karena pengembangan AI yang hanya berorientasi pada efisiensi dan keuntungan tanpa mempertimbangkan nilai kemanusiaan secara utuh. Tanpa panduan nilai seperti yang terkandung dalam Pancasila, teknologi ini dapat berkembang ke arah yang justru membahayakan martabat manusia.

Leaderboard apa apa

Pemerintah dan akademisi Indonesia perlu menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai kerangka berpikir dalam seluruh proses keilmuan: mulai dari penyusunan proposal penelitian, pelaksanaan eksperimen, hingga pemanfaatan hasil riset. Dengan cara ini, kita tidak hanya mencetak ilmuwan yang cerdas, tetapi juga bijaksana dan bertanggung jawab. Pancasila bukanlah beban ideologis bagi sains, melainkan sumber cahaya moral yang memastikan ilmu berkembang untuk kebaikan bersama. Di tengah arus global yang sering mengesampingkan nilai-nilai Indonesia memiliki modal besar untuk menawarkan model pengembangan ilmu yang tidak hanya canggih, tetapi juga berkeadaban.

Baca Juga

menabung

Menabung sebagai Cara Pelan Anak Muda Merawat Masa Depan

20 January 2026
IMG 20260107 WA0040

Di Antara Status Korban dan Tersangka: Yak Widhi Membaca Kekerasan, Kekuasaan, dan Ujian Integritas Hukum

9 January 2026
IMG 20251216 WA0022

Tantangan dan Solusi dalam mewujudkan Pendidikan yang Berkualitas di Indonesia

19 December 2025
WhatsApp Image 2025 12 15 at 23.23.50 82f862b6

MBG di Susukan 01 Dorong Ekonomi Warga Lewat Lapangan Kerja dan UMKM Lokal

16 December 2025

Di tengah dorongan publikasi, cepatnya akses informasi, dan desakan globalisasi banyak akademisi melupakan sesuatu yang paling mendasar: etika dan nilai. Di zaman ini, banyak akademisi menjalankan ilmu dengan cara yang cepat. Mereka sering terburu-buru dalam menulis, meneliti, atau membuat keputusan. Salah satu contohnya adalah saat menggunakan kecerdasan buatan (AI). AI digunakan untuk menyusun tulisan atau merangkum data. Tapi hasil dari AI sering diambil begitu saja, tanpa dicek atau dipahami lebih dalam ini bisa menurunkan nilai dari karya ilmiah.

Masalah serupa juga terjadi dalam riset, beberapa akademisi hanya fokus pada jumlah publikasi mereka memilih topik yang sedang tren, bukan yang penting untuk masyarakat. Ada yang mengabaikan proses pengumpulan data yang jujur. Bahkan, ada yang mengutip sumber tanpa membaca aslinya. Semua ini menunjukkan lemahnya etika dalam menjalankan ilmu. Menjalankan ilmu seharusnya disertai tanggung jawab. Akademisi harus jujur, teliti, dan berpikir kritis. Ilmu bukan hanya soal hasil, tapi juga soal proses.

Sikap etis adalah bagian dari kualitas keilmuan. Survei UNESCO menunjukkan bahwa tekanan global membuat banyak peneliti dari negara berkembang lebih memilih publikasi internasional daripada riset berbasis lokal. Mereka kadang melupakan nilai-nilai lokal, termasuk Pancasila. Padahal nilai seperti keadilan sosial, kepentingan bersama, dan kemanusiaan sangat penting sebagai dasar berpikir dan bertindak. Ilmu harus bermanfaat bagi bangsa, jika akademisi tetap berpegang pada etika dan nilai Pancasila, maka ilmu yang dihasilkan tidak hanya cerdas, tapi juga bijak. Kemajuan ilmu pengetahuan harus tetap berpihak pada kebaikan bersama.

Maka dari itu, menjaga etika dalam mencari ilmu bukanlah hal sepele yang dapat diabaikan begitu saja. Etika merupakan fondasi yang menuntun proses belajar agar tetap berada dalam jalur yang benar dan bermartabat. Tanpa etika, ilmu bisa menjadi boomerang bagi diri sendiri alih-alih mencerdaskan dan membangun, justru dapat merusak dan menyesatkan. Seorang pencari ilmu yang tidak mengindahkan etika cenderung hanya mengejar kepandaian tanpa mempertimbangkan nilai kemanusiaan dan tanggung jawab moral dari pengetahuan yang dimilikinya.

Dalam praktiknya, menjaga etika bisa diwujudkan melalui sikap jujur, rasa hormat kepada guru, rendah hati terhadap ilmu, serta kesediaan untuk terus belajar tanpa merasa paling tahu. Hal-hal ini memang tampak sederhana, namun sering kali dilupakan di tengah semangat mengejar prestasi dan pengakuan. Padahal, kebermanfaatan ilmu tidak hanya diukur dari seberapa banyak yang kita ketahui, tetapi juga dari bagaimana kita menerapkannya untuk kebaikan bersama.

Sudah semestinya seluruh elemen pendidikan baik peserta didik, pendidik, maupun institusi menjadikan etika sebagai pilar utama dalam proses pencarian ilmu. Ilmu yang dibangun di atas dasar moral yang kuat akan menghasilkan pribadi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual. Oleh karena itu, mari kita tumbuhkan kesadaran bersama bahwa ilmu tanpa etika adalah kesia-siaan. Jika ingin menjadi insan yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain, maka langkah pertama yang harus dijaga adalah adab dan etika dalam menuntut ilmu. Di sanalah letak keberkahan dan kemuliaan sejati dari proses belajar.

Share344Tweet215Share60Pin77SendShare
Banner Publikasi Press Release Gratis
Previous Post

Perjuangan Masyarakat Lemah Desa Simangambat Jae

Next Post

Habib HDW Luncurkan Program Instagram HDWempowers untuk Bangkitkan Semangat UMKM Riau

Muhammad Hidayat

Muhammad Hidayat

Related Posts

menabung

Menabung sebagai Cara Pelan Anak Muda Merawat Masa Depan

20 January 2026
IMG 20260107 WA0040

Di Antara Status Korban dan Tersangka: Yak Widhi Membaca Kekerasan, Kekuasaan, dan Ujian Integritas Hukum

9 January 2026
IMG 20251216 WA0022

Tantangan dan Solusi dalam mewujudkan Pendidikan yang Berkualitas di Indonesia

19 December 2025
WhatsApp Image 2025 12 15 at 23.23.50 82f862b6

MBG di Susukan 01 Dorong Ekonomi Warga Lewat Lapangan Kerja dan UMKM Lokal

16 December 2025
Next Post
IMG 5908

Habib HDW Luncurkan Program Instagram HDWempowers untuk Bangkitkan Semangat UMKM Riau

IMG 20250517 162330

Sinergitas TNI-POLRI dan Rakyat Bangun Desa Bersama Babinsa

ppkn

Bangga Menjadi Indonesia: Menjaga Identitas Nasional di Era Digital

IMG 20250518 WA0002 1

Strategi Manajemen Risiko Dalam Perbankan Syariah: Studi Kasus Pada Bank Umum Syariah di Indonesia

WhatsApp Image 2025 05 19 at 10.57.26 350x350 1

KKM UIN Malang Gelar Sosialisasi Parenting Bersama Warga Dusun Turen

Please login to join discussion
Square Media Wanita

Berita Utama

WhatsApp Image 2026 01 22 at 19.35.45 1
Berita Utama

Panen Kacang Panjang Jadi Bukti Pembinaan Nyata di Lapas Bandanaira

by Redaksi Lapas Bandanaira
23 January 2026
0

Banda Naira, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira kembali membuktikan keberhasilan program pembinaan kemandirian melalui kegiatan pertanian produktif....

Read moreDetails
WhatsApp Image 2026 01 12 at 14.19.12 1 768x512 1

Presiden Prabowo Perkuat Pembangunan SDM Lewat Sekolah Rakyat Terintegrasi

20 January 2026
PLN Terus Pulihkan Listrik Aceh, Crane Disulap Jadi Tower Darurat

PLN Terus Pulihkan Listrik Aceh, Crane Disulap Jadi Tower Darurat

29 December 2025
Lapas Bengkulu, Pembinaan Rohani, Penyuluh Agama, Warga Binaan, Masjid An-Nur, Kemenag Bengkulu, Mengaji Iqro, Tausiyah, Pembinaan Kepribadian, Bakti pada Orang Tua

WBP Dalami Iqro dan Al-Qur’an dalam Pembinaan Rohani Rutin Lapas Bengkulu

9 December 2025
Pascabencana Banjir Agam Kembali Menyala, Sistem Kelistrikan Sumbar Pulih 100%

Pascabencana Banjir Agam Kembali Menyala, Sistem Kelistrikan Sumbar Pulih 100%

7 December 2025
Rumah Prabu Half Page

Berita Terkait

WhatsApp Image 2026 01 27 at 19.11.02 1

Tak Asal Bebas, Bapas Bengkulu Pastikan Klien Pemasyarakatan Siap dan Terawasi

27 January 2026
WhatsApp Image 2026 01 27 at 09.23.38 1

Lewat Sidang TPP, Bapas Bengkulu Pastikan Klien Pemasyarakatan Aman dan Siap Kembali ke Masyarakat

27 January 2026
WhatsApp Image 2026 01 27 at 10.24.05

Pengawasan Klien Dewasa Diperketat, Bapas Bengkulu Jamin Keamanan Masyarakat

27 January 2026
Desain tanpa judul 4 1

KUHP Baru Dorong Keadilan Lebih Humanis, Bapas Bengkulu Tingkatkan Kesiapan SDM

27 January 2026
IMG 20260121 WA0054 1 1140x1520 1

Warung Makan Pakde Raing Karangbinangun: Sajian Masakan Emak yang Bikin Kangen, Wajib Dicoba!

27 January 2026
WhatsApp Image 2026 01 27 at 15.33.45

Wujudkan Tertib Administrasi, Lapas Arga Makmur Proses Usulan Pensiun Empat Pegawai Purna Tugas

27 January 2026
Pelataran

Pelataran.com adalah portal media berita online yang terbuka untuk umum dan menerima kontribusi tulisan dari berbagai penulis. Tulisan yang dimuat dapat berupa berita, press release, opini, maupun bentuk tulisan lainnya.

Segala konten yang dipublikasikan di Pelataran.com merupakan tanggung jawab penuh dari masing-masing penulis. Hak cipta atas isi tulisan, gambar, maupun video yang ditayangkan di situs ini sepenuhnya menjadi milik penulis atau pengunggah konten.

Follow Us

Pelataran.com

Jika Anda merasa keberatan dengan adanya tulisan, gambar, atau video yang ditampilkan di situs ini karena alasan hak cipta atau alasan lainnya, silakan hubungi tim redaksi melalui email di:

📧 redaksi@pelataran.com

Kami akan segera meninjau dan menghapus konten yang dimaksud sesuai dengan kebijakan dan pertimbangan redaksi.

Penting!

Tulisan yang tidak disertai dengan foto atau gambar atau ilustrasi tidak akan dipublikasikan dan akan langsung dihapus oleh Redaksi. Gambar harus ada hubungannya dengan tulisan ya dan bukan foto selfie penulis

Pemberitahuan!

Pelataran.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan dimanapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia. Hati-Hati dengan oknum yang meng-atas-nama-kan Pelataran.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers atau Press ID Card.

Iklan Guest Post
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Cyber
  • Syarat dan Ketentuan
  • Disclaimer
  • Mengapa Tulisan Belum Ditayangkan?
  • Contact Us

© 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Kirim Tulisan
    • Login
    • Account
    • Logout
  • Login
  • Sign Up

© 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita