7 April 2026 Bengkulu – Warga binaan di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bengkulu mengikuti kegiatan pembinaan kemandirian berupa pelatihan pembuatan sabun cuci piring berbasis UMKM, yang dilaksanakan di lingkungan rutan, Selasa (7/4). Kegiatan ini bertujuan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan praktis agar dapat memanfaatkan masa pembinaan untuk menyiapkan peluang usaha setelah kembali ke masyarakat.
Pelatihan ini turut melibatkan peserta magang dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Batch 2 yang berperan aktif membantu setiap tahapan pelatihan. Kehadiran mereka menambah semangat warga binaan sekaligus memperkuat sinergi antara program pembinaan dengan dunia pendidikan dan pelatihan kerja.
Kegiatan ini didampingi langsung oleh petugas pembina kemandirian Rutan Bengkulu, Nanang Darmawan, yang memberikan arahan teknis serta memastikan proses pembuatan sabun berjalan lancar. Warga binaan diajarkan mulai dari pengenalan bahan baku, pencampuran bahan, teknik pengemasan, hingga strategi pemasaran produk agar memiliki nilai jual yang kompetitif.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Warga binaan tidak hanya mengikuti praktik secara teliti, tetapi juga saling berdiskusi untuk meningkatkan kualitas produk. Kegiatan ini sekaligus menanamkan nilai kemandirian, kreativitas, dan jiwa kewirausahaan bagi peserta.
Hasil dari pelatihan ini berhasil melahirkan produk sabun cuci piring yang dinamakan “Rubero”. Menariknya, sabun Rubero kini sudah berhasil dipasarkan, baik untuk kebutuhan internal maupun dijual di pasar lokal sebagai produk UMKM. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa warga binaan mampu menghasilkan produk bernilai ekonomis dan siap mengelola usaha secara mandiri.
Nanang Darmawan menyampaikan bahwa kegiatan ini sejalan dengan komitmen Rutan Bengkulu dalam meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian. “Melalui pelatihan ini, kami ingin membekali warga binaan dengan keterampilan nyata yang dapat dimanfaatkan sebagai peluang usaha setelah mereka bebas nanti. Keberhasilan penjualan sabun Rubero menjadi bukti nyata hasil pembinaan yang dapat diterapkan di dunia usaha,” ujarnya.
Salah satu peserta magang Kemnaker Batch 2 menambahkan bahwa keterlibatan mereka dalam kegiatan ini menjadi pengalaman berharga. “Kami bangga bisa berkontribusi langsung dalam pengembangan keterampilan warga binaan, sekaligus melihat hasilnya bisa dipasarkan dan diterima masyarakat,” ujarnya.
Dengan adanya pembinaan ini, warga binaan tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga memiliki kepercayaan diri untuk memulai usaha mandiri. Rutan Bengkulu terus berkomitmen menghadirkan program pembinaan inovatif guna menciptakan warga binaan yang produktif, mandiri, dan siap kembali ke masyarakat dengan bekal keterampilan nyata.




















