28 November 2025 Bengkulu — Rutan Kelas IIB Bengkulu melakukan pemeriksaan rutin saluran air bersih dan saluran pembuangan di area Blok Hunian warga binaan. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kasubsi Pengelolaan, Aziz Owairan, bersama Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR) Ahmad Gunawan, serta didampingi sejumlah staf teknis.
Pemeriksaan instalasi air bersih dan pembuangan menjadi bagian penting dalam upaya pemeliharaan sarana dan prasarana di lingkungan rutan. Aziz Owairan menjelaskan bahwa pengecekan fasilitas air dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kondisi pipa distribusi air hingga titik pembuangan akhir. Menurutnya, hal ini dilakukan sebagai langkah preventif agar tidak terjadi gangguan yang dapat berpengaruh pada sanitasi, kesehatan, maupun kenyamanan penghuni rutan.
“Ketersediaan air bersih adalah hak dasar yang wajib dipenuhi, terutama di lingkungan tertutup seperti rutan. Kami ingin memastikan seluruh jaringan air bersih berfungsi dengan baik serta saluran pembuangan tidak mengalami penyumbatan atau kebocoran,” ujar Aziz di sela kegiatan pemeriksaan.
Sementara itu, Ka. KPR Ahmad Gunawan menambahkan bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk antisipasi terhadap potensi kerusakan fasilitas yang bisa terjadi sewaktu-waktu akibat pemakaian intensif. Ia menyebutkan bahwa pengecekan berkala sangat diperlukan, mengingat kondisi rutan yang menampung banyak warga binaan sehingga kebutuhan air dan sanitasi menjadi cukup tinggi.
“Kami ingin memastikan lingkungan rutan tetap sehat, bersih, dan aman. Dengan pemeriksaan rutin seperti ini, bila ditemukan kerusakan, kami bisa segera melakukan perbaikan sebelum menimbulkan masalah yang lebih besar,” jelas Ahmad Gunawan.
Dalam proses pengecekan, tim mendatangi sejumlah titik vital, di antaranya saluran distribusi air ke blok hunian, kamar mandi umum, dapur, serta area pembuangan di luar gedung. Beberapa bagian saluran yang mulai mengalami penumpukan kotoran ditandai untuk segera dibersihkan dan diperbaiki oleh petugas teknis.
Kegiatan ini juga menjadi momentum evaluasi terkait kebutuhan peningkatan fasilitas sanitasi ke depan. Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pemetaan bagi manajemen untuk menata kembali sistem suplai air bersih di rutan, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Koordinasi lanjutan akan dilakukan untuk memastikan perbaikan berjalan sesuai standar.

























