13 April 2026 Bengkulu – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan layanan kesehatan bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) melalui kegiatan penyuluhan Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang dilaksanakan pada Senin (13/4).
Kegiatan ini menghadirkan kolaborasi antara anak magang Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Batch 3 bersama petugas kesehatan dari Klinik Pero Perdana. Penyuluhan berlangsung di lingkungan Rutan Bengkulu dan diikuti oleh sejumlah WBP dengan antusias.
Dalam kegiatan tersebut, para pemateri memberikan edukasi komprehensif mengenai HIV, mulai dari pengertian, cara penularan, pencegahan, hingga pentingnya deteksi dini. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif agar mudah dipahami oleh warga binaan, disertai sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan bagi peserta untuk menggali informasi lebih dalam.
Perwakilan petugas Klinik Pero Perdana menjelaskan bahwa pemahaman yang tepat mengenai HIV sangat penting untuk menghilangkan stigma serta mencegah penyebaran penyakit di lingkungan tertutup seperti rutan. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menerapkan perilaku hidup sehat sebagai langkah pencegahan.
Sementara itu, peserta magang Kemenaker Batch 3 turut berperan aktif dalam menyampaikan materi serta membantu jalannya kegiatan. Keterlibatan mereka menjadi bagian dari kontribusi nyata dalam mendukung program pembinaan kesehatan di lingkungan pemasyarakatan.
Kepala Rutan Bengkulu, Tomy Yulianto, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, penyuluhan kesehatan merupakan bagian penting dalam upaya pembinaan WBP, tidak hanya dari aspek kepribadian dan kemandirian, tetapi juga kesehatan jasmani.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap warga binaan dapat lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan serta memiliki kesadaran untuk mencegah penularan HIV. Ini juga menjadi bagian dari upaya kami menciptakan lingkungan rutan yang sehat dan kondusif,” ujar Tomy.
Kegiatan penyuluhan ini berjalan dengan lancar dan mendapat respons positif dari para peserta. Diharapkan, melalui edukasi yang berkelanjutan, tingkat kesadaran dan pengetahuan WBP terhadap HIV dapat terus meningkat.
Dengan adanya sinergi antara Rutan Bengkulu, tenaga kesehatan, dan peserta magang, diharapkan upaya peningkatan layanan kesehatan di lingkungan pemasyarakatan dapat terus berkembang, sejalan dengan tujuan menciptakan sistem pemasyarakatan yang humanis dan berorientasi pada kesejahteraan warga binaan.



















