21 Februari 2026 – Bengkulu – Dalam rangka mendukung program pembinaan kemandirian serta memperkuat ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan, Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bengkulu melaksanakan kegiatan penanaman bibit sayuran pakcoy di area branggang rutan, Sabtu (21/2). Kegiatan ini turut didampingi oleh Nanang Darmawan selaku pendamping dan pembina kegiatan pertanian.
Penanaman bibit pakcoy ini melibatkan warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang tergabung dalam program pembinaan kemandirian bidang pertanian. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan keterampilan praktis kepada warga binaan sekaligus memanfaatkan lahan yang tersedia secara produktif. Selain itu, hasil panen nantinya diharapkan dapat mendukung kebutuhan pangan internal rutan.
Kegiatan diawali dengan arahan singkat dari petugas pembinaan mengenai teknis penanaman serta pentingnya menjaga konsistensi dalam perawatan tanaman. Selanjutnya, Nanang Darmawan memberikan penjelasan secara langsung terkait cara menyiapkan media tanam, teknik penyemaian bibit, hingga proses pemindahan bibit ke lahan tanam yang telah disiapkan. Ia juga menekankan pentingnya perawatan rutin seperti penyiraman, pemupukan, serta pengendalian hama agar tanaman dapat tumbuh optimal.
Warga binaan tampak antusias mengikuti setiap tahapan penanaman. Secara bergotong royong, mereka menyiapkan bedengan, menanam bibit pakcoy dengan jarak tanam yang sesuai, serta memastikan kondisi tanah dalam keadaan gembur dan cukup nutrisi. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan tetap dalam pengawasan petugas rutan.
Nanang Darmawan menyampaikan bahwa budidaya pakcoy tergolong mudah dan memiliki masa panen yang relatif singkat, sehingga sangat cocok diterapkan sebagai program pembinaan di lingkungan rutan. “Melalui kegiatan ini, warga binaan tidak hanya belajar bercocok tanam, tetapi juga dilatih untuk disiplin, bertanggung jawab, dan bekerja sama dalam tim,” ujarnya.
Sementara itu, pihak Rutan Bengkulu menegaskan bahwa program pembinaan kemandirian seperti ini merupakan bagian dari upaya membekali warga binaan dengan keterampilan yang bermanfaat setelah mereka kembali ke masyarakat. Pertanian sederhana seperti budidaya pakcoy diharapkan dapat menjadi peluang usaha yang dapat dikembangkan secara mandiri.
Dengan dilaksanakannya kegiatan penanaman bibit pakcoy ini, Rutan Bengkulu menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang produktif dan berkelanjutan. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus dikembangkan guna menciptakan lingkungan rutan yang aktif, mandiri, serta berkontribusi positif dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.





















