27 Januari 2026 – Bengkulu – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu menindaklanjuti Rapat Virtual Arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan terkait Program Proksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) dengan tema “Pendidikan Kesetaraan bagi Narapidana dan Anak Binaan”. Sebagai bentuk tindak lanjut konkret, Rutan Bengkulu melaksanakan koordinasi langsung ke PKBM Ilmu Bunda.
Kegiatan koordinasi ini dilaksanakan oleh Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan (Kasubsi Yantah) Rafi Rizaldi, bersama staf jajaran Rutan Bengkulu serta didampingi oleh peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Batch 2. Kunjungan ini bertujuan untuk membahas rencana kerja sama penyelenggaraan pendidikan kesetaraan bagi warga binaan sebagai bagian dari pemenuhan hak pendidikan.
Koordinasi tersebut merupakan implementasi langsung atas arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan yang menekankan pentingnya akses pendidikan bagi narapidana dan anak binaan. Pendidikan kesetaraan dinilai sebagai sarana strategis dalam proses pembinaan, karena mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta membangun kepercayaan diri warga binaan selama menjalani masa pidana.
Dalam pertemuan dengan pihak PKBM Ilmu Bunda, dibahas sejumlah aspek teknis terkait pelaksanaan pendidikan kesetaraan, mulai dari jenjang Paket A, Paket B, hingga Paket C. Pembahasan mencakup mekanisme pembelajaran, kesiapan tenaga pendidik, kurikulum yang digunakan, jadwal kegiatan belajar mengajar, hingga sistem evaluasi dan ujian yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Kasubsi Yantah Rafi Rizaldi menyampaikan bahwa koordinasi ini merupakan langkah awal untuk memastikan program pendidikan kesetaraan dapat berjalan secara terstruktur dan berkelanjutan. Menurutnya, sinergi dengan lembaga pendidikan nonformal seperti PKBM sangat diperlukan guna menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif dan berkualitas bagi warga binaan.
“Pendidikan kesetaraan merupakan hak warga binaan yang harus kita fasilitasi. Melalui kerja sama ini, kami berharap warga binaan dapat melanjutkan atau menyelesaikan pendidikan formal yang sempat terhenti,” ujarnya.
Pihak PKBM Ilmu Bunda menyambut baik rencana kerja sama tersebut dan menyatakan kesiapan untuk mendukung pelaksanaan pendidikan kesetaraan di Rutan Bengkulu. Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia warga binaan.
Melalui koordinasi ini, Rutan Bengkulu menegaskan komitmennya untuk melaksanakan arahan Ditjen Pemasyarakatan secara responsif dan berorientasi pada hasil, serta mendukung penuh Program Proksi Kemenimipas dalam mewujudkan pemasyarakatan yang humanis, edukatif, dan berkeadilan.






















