14 Januari 2026 – Bengkulu – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu terus mengoptimalkan program pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui kegiatan pembinaan agama Islam. Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid At-Taubah Rutan Bengkulu dengan menghadirkan Ustadz Fadli, Penyuluh Agama Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, serta didampingi oleh Pembina Kerohanian Rutan Bengkulu, Nanang Darmawan.
Pembinaan keagamaan tersebut diikuti oleh warga binaan Muslim dengan penuh khidmat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan WBP sekaligus membentuk karakter yang lebih baik melalui penanaman nilai-nilai ajaran Islam. Rutan Bengkulu memandang pembinaan rohani sebagai bagian penting dalam proses pemasyarakatan agar warga binaan mampu menjalani masa pidana dengan sikap positif dan penuh harapan.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Fadli mengajak warga binaan untuk meneladani kisah kesabaran Rasulullah SAW dalam menghadapi berbagai cobaan hidup. Ia menyampaikan bahwa Rasulullah SAW merupakan teladan utama dalam bersikap sabar, lapang dada, dan tetap berpegang teguh pada kebenaran meskipun menghadapi penolakan, hinaan, hingga perlakuan tidak adil saat menyampaikan risalah Islam.
Ustadz Fadli menekankan bahwa kesabaran bukan berarti menyerah pada keadaan, melainkan kekuatan hati dalam menerima ujian serta terus berusaha memperbaiki diri. Menurutnya, setiap ujian yang diberikan Allah SWT, termasuk kondisi yang tengah dialami warga binaan, merupakan bentuk kasih sayang dan kesempatan untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Ia mengajak warga binaan untuk menjadikan kesabaran Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam bersikap, baik selama menjalani pembinaan di rutan maupun ketika kelak kembali ke tengah masyarakat.
Sementara itu, Pembina Kerohanian Rutan Bengkulu, Nanang Darmawan, menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan agama Islam ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan bekerja sama dengan Kementerian Agama Provinsi Bengkulu. Ia berharap pembinaan keagamaan dapat menjadi sarana introspeksi diri bagi warga binaan agar mampu memperbaiki akhlak dan membangun mental yang lebih kuat.
“Melalui pembinaan rohani, kami berharap warga binaan memiliki bekal spiritual yang cukup, sehingga mampu menjalani proses pembinaan dengan sabar, ikhlas, dan penuh tanggung jawab,” ujar Nanang Darmawan.
Pelaksanaan pembinaan agama Islam di Masjid At-Taubah Rutan Bengkulu ini mendapat respons positif dari warga binaan. Mereka tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai.
Melalui kegiatan ini, Rutan Bengkulu menegaskan komitmennya dalam memberikan pembinaan yang menyeluruh, tidak hanya secara fisik dan keterampilan, tetapi juga secara mental dan spiritual, guna mewujudkan warga binaan yang lebih baik dan siap kembali ke masyarakat.


























