Kirim Press Release
Contact Us
  • Login
  • Register
Pelataran
Leaderboard apa apa
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
Pelataran
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
No Result
View All Result
Pelataran
No Result
View All Result
Home Kesehatan

TBC dan Kusta Masih Ada di Sekitar Kita, Tapi Bisa Disembuhkan

articulatio23 2023 by articulatio23 2023
25 June 2025
in Kesehatan
A A
0
Screenshot 2025 06 25 173431
858
SHARES
1.2k
VIEWS
Ada apa 1080 x 2787

Dua penyakit lama yang sering kita dengar sejak dulu ternyata masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia: TBC (Tuberkulosis) dan kusta. Keduanya merupakan penyakit menular yang berkembang secara perlahan dan memerlukan pengobatan jangka panjang.

TBC adalah penyakit menular yang menyerang paru-paru, disebabkan oleh kuman bernama Mycobacterium tuberculosis. Penularannya terjadi melalui udara, misalnya saat penderita batuk atau bersin. Gejala TBC meliputi batuk lebih dari dua minggu, demam yang sering muncul di sore atau malam hari, keringat malam, berat badan turun, dan tubuh terasa lemas. Selain paru-paru, TBC juga bisa menyebar ke organ lain seperti kelenjar getah bening, tulang, atau bahkan otak. Jika tidak diobati sampai tuntas, TBC bisa menimbulkan komplikasi serius dan menular ke orang lain.

Sementara itu, kusta adalah penyakit yang menyerang kulit, saraf tepi, dan organ lain seperti mata dan hidung. Penyakit ini disebabkan oleh kuman Mycobacterium leprae dan menular melalui kontak erat dalam jangka waktu lama dengan penderita yang belum diobati. Gejala awalnya sering tidak disadari, seperti munculnya bercak putih di kulit yang mati rasa, kelemahan otot, atau luka yang tidak terasa sakit. Bila tidak ditangani sejak dini, kusta dapat menyebabkan kerusakan saraf permanen hingga kecacatan. Sayangnya, masih banyak penderita kusta yang merasa malu atau takut untuk berobat karena stigma sosial yang melekat.

Meski disebabkan oleh kuman yang berbeda, TBC dan kusta berasal dari golongan bakteri yang sama, yaitu Mycobacterium. Keduanya berkembang lambat di dalam tubuh dan sama-sama memerlukan terapi khusus dalam jangka waktu lama. Namun, pemerintah telah menyediakan obat-obatan gratis di puskesmas untuk mengobati kedua penyakit ini.

Baca Juga

Ledakan Bom Nuklir

Peran Fisika Nuklir dalam Dunia Kedokteran

19 July 2025
WhatsApp Image 2025 07 17 at 17.36.03

Sekjen Kementerian ATR/BPN Sebut Donor Darah Bermanfaat bagi Kesehatan dan Sesama

17 July 2025
Untitled desig

Buku KIA, Teman Setia Orang Tua: Langkah Sederhana Cegah Stunting dari Rumah

30 June 2025
IMG 5661

Sekali Coba Terjerat Realita Kelam Penyalahgunaan Napza

26 June 2025
Kirim Berita Media Wanita

Untuk TBC, pengobatan utamanya adalah terapi kombinasi selama minimal enam bulan. Obat yang diberikan meliputi:

  • Rifampisin: membunuh kuman secara aktif,
  • Isoniazid (INH): menghentikan pertumbuhan kuman,
  • Pirazinamid: bekerja melawan kuman yang tidak aktif,
  • Etambutol: mencegah kuman menjadi kebal terhadap obat.

Sedangkan untuk kusta, pengobatannya dikenal dengan MDT (Multi Drug Therapy), yakni kombinasi tiga jenis antibiotik:

  • Rifampisin: bekerja cepat membunuh kuman,
  • Dapson: menghambat pertumbuhan bakteri,
  • Klofazimin: bekerja lambat dan memiliki efek anti-inflamasi, membantu mengatasi peradangan kulit.

Durasi pengobatan kusta berbeda tergantung tingkat keparahannya. Untuk tipe ringan (paucibacillary), terapi berlangsung selama enam bulan. Sedangkan untuk tipe berat (multibacillary), pengobatan bisa berlangsung hingga dua belas bulan atau lebih. Penting dicatat: pengobatan tidak boleh dihentikan sebelum waktunya meskipun gejala sudah membaik.

Agar kasus TBC dan kusta bisa semakin berkurang, deteksi dini menjadi kunci utama. Jika Anda atau orang terdekat mengalami batuk lama, bercak putih mati rasa di kulit, atau gejala mencurigakan lainnya, segera periksa ke puskesmas terdekat. Semakin cepat penyakit diketahui, semakin besar peluang untuk sembuh total dan mencegah penularan ke orang lain. Tidak perlu takut atau malu—TBC dan kusta bukanlah kutukan, bukan aib, dan bukan penyakit keturunan. Dengan pengobatan yang tepat dan dukungan dari keluarga serta masyarakat, kita bisa mencegah kecacatan dan menyelamatkan masa depan.

Disusun Oleh :

  1. Tirta Akbar Putra Setiawan
  2. Nur Fajril Arjuna Arif Billah
  3. Shabrina Raudina Edyatika Putri
  4. Raden Adithya Athallasyah
  5. Sadira Zahran

Mahasiswa Semester 4 Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Share343Tweet215Share60Pin77SendShare
Leaderboard Satu Rumah
Previous Post

Anak Sakit Bukan Berati Butuh Antibiotik

Next Post

Malaria Masih Mengintai, Waspadai Gejala: Terapi Tepat Hidup Selamat

articulatio23 2023

articulatio23 2023

Related Posts

Ledakan Bom Nuklir

Peran Fisika Nuklir dalam Dunia Kedokteran

19 July 2025
WhatsApp Image 2025 07 17 at 17.36.03

Sekjen Kementerian ATR/BPN Sebut Donor Darah Bermanfaat bagi Kesehatan dan Sesama

17 July 2025
Untitled desig

Buku KIA, Teman Setia Orang Tua: Langkah Sederhana Cegah Stunting dari Rumah

30 June 2025
IMG 5661

Sekali Coba Terjerat Realita Kelam Penyalahgunaan Napza

26 June 2025
Next Post
Screenshot 2025 06 25 180834

Malaria Masih Mengintai, Waspadai Gejala: Terapi Tepat Hidup Selamat

stock photo internal tax audit review checking esg data risk in balance sheet prepare annual report gaap ifrs 2511448813

Optimalisasi Pajak Penghasilan untuk Karyawan: Apa yang Bisa Dilakukan?

IMG 20250615 WA0093

Langkah Nyata Mahasiswa UBSI dalam Cegah DBD: Aksi Pengabdian Masyarakat Lewat Program Jumantik

Foto Bersama Dengan Pengurus Rumah Yatim Duafa

Menanamkan Nilai Kebersihan dan Gotong Royong: Aksi Nyata Mahasiswa UBSI di Rumah Yatim Dhuafa

Villa Kerasan Ubud

Villa Kerasan Ubud Bali : A Place to Call Home

Please login to join discussion
Rumah Prabu Half Page
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Cyber
  • Syarat dan Ketentuan
  • Disclaimer
  • Mengapa Tulisan Belum Ditayangkan?
  • Contact Us

© 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Sign Up with Google
OR

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Nasional
  • Properti
  • SBTV
  • Lainnya
    • Gaya Hidup
    • Teknologi
    • Otomotif
    • English
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Product Review
    • Sorot
    • Sport
    • Event
    • Opini
    • Profil
  • Login
  • Sign Up

© 2023 Pelataran - Pres Rilis dan Berita