19 November 2025 – Bengkulu — Upaya menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan pemasyarakatan kembali dilakukan oleh Rutan Kelas IIB Bengkulu. Pada kegiatan pengawasan yang dilaksanakan Staf Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) bersama Regu Jaga III, petugas menggelar razia rutin di seluruh blok hunian warga binaan. Razia ini menjadi bagian dari langkah pencegahan dini terhadap potensi gangguan keamanan serta upaya menekan masuknya barang-barang terlarang ke dalam rutan.
Setiap kamar warga binaan diperiksa secara menyeluruh, mulai dari tempat tidur, kolong ranjang, lemari, hingga area kamar mandi. Barang-barang pribadi diperiksa satu per satu untuk memastikan tidak ada benda yang tergolong terlarang atau membahayakan. Petugas juga melakukan pemeriksaan pada instalasi listrik dan sudut-sudut ruangan yang berpotensi digunakan untuk menyembunyikan barang tertentu.
Kepala Regu Jaga III, Viktor Rebly menyampaikan bahwa razia ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan sesuai instruksi pimpinan serta SOP keamanan pemasyarakatan. Menurutnya, tujuan utama razia bukan hanya untuk menemukan barang berbahaya, tetapi juga sebagai bentuk deteksi dini agar rutan tetap aman dan kondusif bagi seluruh penghuni dan petugas.
“Hari ini kita bersama Staf KPR melaksanakan razia rutin di blok hunian. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya narkoba maupun handphone atau barang terlarang lainnya. Ini menunjukkan bahwa pengawasan yang dilakukan sejauh ini cukup efektif,” ujarnya.
Sementara itu, Ka.KPR, Ahad Gunawan menegaskan bahwa kegiatan razia semacam ini akan terus digencarkan. Selain sebagai tindakan preventif, razia juga menjadi bagian dari komitmen Rutan Bengkulu dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bebas dari peredaran narkoba dan penggunaan alat komunikasi ilegal.
“Kita akan terus melaksanakan razia secara berkala maupun insidentil. Upaya ini penting untuk memastikan rutan tetap dalam keadaan aman dan bebas dari barang yang dapat mengganggu keamanan,” ujar Gunawan.
Hasil razia yang nihil dari temuan barang terlarang menjadi indikator positif bahwa rutan berada dalam kondisi terkendali. Meski demikian, pihak pengamanan menegaskan bahwa kewaspadaan akan tetap dijaga mengingat potensi pelanggaran bisa terjadi kapan saja.
























