Ternate – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Ternate melaksanakan Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) untuk membahas rencana kegiatan warga binaan selama bulan Ramadhan, usulan remisi karena sakit berkepanjangan, serta pengangkatan tamping koperasi. Sidang berlangsung secara tertib dengan melibatkan unsur pembinaan sebagai bagian dari mekanisme penilaian objektif terhadap perkembangan warga binaan, Selasa (10/2).
Pembahasan difokuskan pada aspek pembinaan keagamaan selama Ramadhan, kelayakan administratif dan kemanusiaan dalam usulan remisi, serta penunjukan tamping yang dinilai mampu membantu operasional koperasi secara bertanggung jawab. Seluruh keputusan didasarkan pada hasil evaluasi perilaku, kedisiplinan, serta rekomendasi tim sesuai ketentuan pemasyarakatan.
Kalapas Ternate, Faozul Ansori, menegaskan bahwa sidang TPP merupakan instrumen penting untuk memastikan setiap kebijakan pembinaan berjalan adil, terukur, dan mempertimbangkan aspek kemanusiaan.
“Sidang TPP menjadi sarana evaluasi yang objektif agar setiap keputusan pembinaan tepat sasaran. Kami memastikan seluruh proses berjalan transparan dan berlandaskan aturan,” ujar Faozul Ansori.
Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik, Yuslizar, menyampaikan bahwa pembinaan selama Ramadhan akan diarahkan pada penguatan nilai spiritual sekaligus pembentukan karakter warga binaan.
“Program Ramadhan dirancang untuk meningkatkan pembinaan keagamaan dan kedisiplinan. Kami berharap kegiatan ini memberi dampak positif terhadap perubahan perilaku warga binaan,” tegas Yuslizar.
Melalui pelaksanaan sidang TPP ini, Lapas Ternate terus menjaga kualitas pembinaan yang profesional, humanis, dan akuntabel sebagai bagian dari tujuan pemasyarakatan.






















