Bogor – Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemerataan pendidikan di seluruh lapisan masyarakat, khususnya bagi kelompok miskin dan ekstrem miskin.
Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut adalah kehadiran Sekolah Rakyat, yang dirancang untuk memastikan akses pendidikan layak bagi anak-anak dari keluarga rentan.
Sekolah Rakyat hadir sebagai program strategis yang tidak hanya membuka akses pendidikan, tetapi juga menjamin keberlangsungan hidup dan pengembangan karakter peserta didik.
Salah satu Tenaga Pendidik di Sekolah Rakyat Inten Sueno, Cibinong, Bogor, Mawardi menilai keberadaan sekolah ini sebagai harapan baru bagi anak-anak kurang mampu.
Ia menyebutkan bahwa di Sekolah Rakyat, anak-anak dapat belajar dengan fasilitas yang layak tanpa dibebani biaya pendidikan.
”Sekolah Rakyat dirancang khusus dengan asrama (Boarding School) bagi anak-anak dari keluarga miskin dan yatim piatu,” ujarnya.
Ia kemudian menegaskan bahwa perbedaan paling mencolok terletak pada pembiayaan pendidikan.
”Pada Sekolah Rakyat, pihak keluarga tidak perlu mengeluarkan biaya, karena negara telah membebaskan biaya pendidikan, termasuk seluruh kebutuhan hidup siswa, melalui Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) secara rutin.”
Menurut Mawardi, Sekolah Rakyat menjadi bukti konkret bahwa kesejahteraan rakyat merupakan prioritas utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai program ini mendapat dukungan kuat karena menjadi bagian dari program prioritas nasional yang tertuang dalam Asta Cita.
”Selain mengandalkan pendidikan formal yang ada, pemerintah kini mendapat dukungan besar dari salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang tertuang dalam Asta Cita,” katanya.
Ia menambahkan bahwa Sekolah Rakyat berdampak langsung terhadap pemerataan kualitas manusia, terutama bagi anak-anak dari keluarga rentan yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan berkualitas.
Lebih dari sekadar institusi pendidikan, Sekolah Rakyat membawa misi sosial yang kuat. Program ini memuliakan ‘wong cilik’, menjangkau mereka yang selama ini tak terjangkau, serta memungkinkan hal-hal yang sebelumnya dianggap mustahil.
Pendidikan yang disertai pemenuhan gizi, pengasuhan berkelanjutan, dan lingkungan belajar yang kondusif memberikan ruang bagi anak-anak miskin untuk membangun imajinasi, kekuatan mental, dan harapan masa depan.
Bagi banyak orang tua, pendidikan yang layak bagi anak-anak mereka bukan lagi sekadar mimpi, melainkan anugerah nyata dari negara.
Konsep boarding school yang terintegrasi juga menjadikan Sekolah Rakyat berperan penting dalam memutus rantai kemiskinan. Peserta didik tidak hanya dibekali ilmu pengetahuan, tetapi juga keterampilan, kepemimpinan, dan pendampingan minat bakat.****


























