3 Desember 2025 Bengkulu – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Bengkulu mengikuti kegiatan Penyusunan Rencana Umum Pengadaan (RUP) di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun Anggaran 2026 yang digelar secara virtual, Rabu (3/12). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Sekretariat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui Biro Barang Milik Negara (BMN) tersebut dihadiri oleh Kasubsi Pengelolaan, Aziz Owairan beserta jajaran pengelola keuangan dan BMN Rutan Bengkulu.
Keikutsertaan Rutan Bengkulu dalam kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas perencanaan serta memastikan proses pengadaan barang dan jasa pada tahun anggaran selanjutnya berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan yang berlaku. Dalam pelaksanaan kegiatan daring tersebut, pejabat struktural dan staf terkait Rutan Bengkulu mengikuti dengan saksama berbagai materi yang disampaikan oleh narasumber dari Biro BMN.
Dalam paparannya, pihak panitia menegaskan bahwa penyusunan RUP merupakan tahap penting dalam siklus pengelolaan anggaran. RUP menjadi dasar pelaksanaan pengadaan yang akan dilakukan pada tahun anggaran mendatang dengan memperhatikan aspek kebutuhan organisasi, efektivitas kerja, serta efisiensi penggunaan anggaran negara. Dengan demikian, setiap satuan kerja wajib melakukan pemetaan kebutuhan secara tepat, realistis, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kegiatan ini berfokus pada penyampaian pedoman, kebijakan, serta pembaruan aturan mengenai mekanisme RUP TA 2026, termasuk ketentuan teknis pelaporan, sinkronisasi kebutuhan barang/jasa, serta pemanfaatan aplikasi pengadaan pemerintah. Panitia juga mengingatkan pentingnya ketepatan waktu dalam penyusunan dan penginputan data agar pengadaan dapat berjalan sesuai jadwal dan mendukung kelancaran program kerja yang telah ditetapkan.
Kepala Rutan Bengkulu, Yulian Fernando dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi satuan kerja di daerah. Kegiatan ini menurut Yulian memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai mekanisme penyusunan RUP dan standar pelaksanaannya. Beliau juga menekankan pentingnya ketepatan waktu dan ketelitian dalam proses perencanaan.
“Kami di Rutan Bengkulu berkomitmen untuk menjalankan proses pengadaan secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan kebutuhan prioritas layanan pemasyarakatan. Kami tidak ingin hanya memenuhi kewajiban administratif, tetapi memastikan seluruh kebutuhan tercatat lengkap dan tepat sasaran agar pelaksanaan program kerja pada 2026 berjalan lancar. Karena itu, materi yang disampaikan akan segera kami tindak lanjuti dalam evaluasi dan pembaruan data kebutuhan internal,” pungkas Yulian.

























