22 Desember 2025 Bengkulu – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan bagi warga binaan, salah satunya melalui optimalisasi layanan kesehatan di Klinik Pratama Rutan Bengkulu. Upaya ini dilaksanakan melalui sinergi antara petugas kesehatan Rutan dengan tenaga medis Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Bengkulu serta peserta magang dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).
Kepala Rutan Bengkulu, Yulian Fernando menyampaikan bahwa layanan kesehatan merupakan salah satu hak dasar warga binaan yang harus dipenuhi secara maksimal. Oleh karena itu, keberadaan Klinik Pratama di lingkungan rutan menjadi sarana vital dalam menjaga kondisi kesehatan warga binaan agar tetap prima selama menjalani masa pembinaan.
“Optimalisasi layanan kesehatan ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memberikan pelayanan yang humanis dan sesuai standar. Dengan dukungan tenaga medis CPNS Ditjenpas Bengkulu dan peserta magang dari Kemnaker, pelayanan di Klinik Pratama dapat berjalan lebih optimal dan menyeluruh,” ujar Yulian.
Klinik Pratama Rutan Bengkulu melayani berbagai kebutuhan kesehatan warga binaan, mulai dari pemeriksaan kesehatan rutin, penanganan penyakit ringan, layanan konsultasi medis, hingga tindakan medis awal sebelum dilakukan rujukan ke fasilitas kesehatan lanjutan apabila diperlukan. Dengan tambahan tenaga medis, pelayanan dapat dilakukan lebih cepat, terstruktur, dan menjangkau seluruh warga binaan.
Tenaga medis CPNS Ditjenpas Bengkulu berperan aktif dalam memberikan pelayanan kesehatan, melakukan pemeriksaan, serta membantu administrasi medis. Kehadiran mereka tidak hanya menambah jumlah tenaga kesehatan, tetapi juga membawa semangat baru dalam penerapan standar pelayanan kesehatan pemasyarakatan yang profesional dan berkelanjutan.
Sementara itu, peserta magang dari Kemnaker turut dilibatkan dalam berbagai kegiatan pendukung layanan kesehatan. Mereka membantu dalam pengelolaan data, edukasi kesehatan, serta mendukung kegiatan promotif dan preventif, seperti penyuluhan pola hidup bersih dan sehat di lingkungan rutan. Keterlibatan peserta magang ini juga menjadi sarana pembelajaran langsung tentang dunia kerja, khususnya di bidang pelayanan publik dan kesehatan.





















