Arga Makmur – Nuansa religius terasa kuat di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Arga Makmur saat puluhan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) menghidupkan malam Ramadan dengan melaksanakan shalat Tarawih berjamaah, Witir, serta tadarus Al-Qur’an di Masjid At-Taubah Lapas Arga Makmur, Minggu malam (08/03/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 19.40 WIB tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian dan spiritual bagi warga binaan selama bulan suci Ramadan. Kegiatan ini diikuti oleh petugas Lapas, petugas jaga, penceramah dari Kementerian Agama Bengkulu Utara, serta warga binaan yang mendapatkan jadwal mengikuti ibadah berjamaah.
Sebelum pelaksanaan ibadah dimulai, petugas jaga terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan Komandan Jaga serta petugas pembinaan untuk mengatur warga binaan yang akan mengikuti kegiatan di masjid. Sebanyak 64 orang warga binaan dari kamar A10, Blok B, dan kamar C5 secara bergiliran dikeluarkan dari blok hunian menuju Masjid At-Taubah dengan pengawasan ketat petugas.
Dengan tertib dan penuh disiplin, warga binaan berjalan menuju masjid untuk melaksanakan shalat Isya berjamaah. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian kuliah tujuh menit (kultum) oleh ustaz dari Kementerian Agama Bengkulu Utara yang mengangkat tema “Nuzulul Qur’an”, mengingatkan para jamaah tentang pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
Usai penyampaian kultum, kegiatan berlanjut dengan pelaksanaan shalat Tarawih dan Witir berjamaah yang berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Suasana ibadah semakin terasa ketika warga binaan melanjutkan kegiatan dengan tadarus Al-Qur’an bersama santri Masjid At-Taubah Lapas Arga Makmur.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, warga binaan mengikuti apel sebelum kembali ke blok dan kamar hunian masing-masing dengan pengawasan petugas. Seluruh kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif.Kepala Lapas Kelas IIB Arga Makmur, Yulian Fernando, menyampaikan bahwa kegiatan ibadah selama bulan Ramadan merupakan bagian penting dari pembinaan mental dan spiritual bagi warga binaan.
Menurutnya, kegiatan keagamaan di dalam lapas tidak hanya memberikan ruang bagi warga binaan untuk menjalankan ibadah, tetapi juga menjadi sarana pembinaan agar mereka dapat memperbaiki diri dan memperkuat nilai-nilai keimanan selama menjalani masa pembinaan.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Arga Makmur berharap Ramadan dapat menjadi momentum bagi warga binaan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, sekaligus membangun semangat perubahan diri menuju kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.
















