23 Februari 2026 – Bengkulu – Warga binaan Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bengkulu kembali menunjukkan produktivitasnya melalui kegiatan pembinaan kemandirian berupa pembuatan sabun cuci piring berbasis UMKM yang dilaksanakan pada Senin (23/2). Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kerja yang secara rutin dijalankan sebagai upaya membekali warga binaan dengan keterampilan bernilai ekonomis.
Berbeda dari sekadar pelatihan, kegiatan ini merupakan aktivitas pembinaan yang telah berjalan, di mana warga binaan secara langsung memproduksi sabun cuci piring sebagai bagian dari kegiatan kerja harian. Proses pembuatan dilakukan secara terstruktur, mulai dari pencampuran bahan, pengadukan, hingga pengemasan produk agar siap digunakan maupun dipasarkan.
Kegiatan berlangsung di area kerja pembinaan kemandirian dengan suasana tertib dan penuh semangat. Warga binaan yang terlibat tampak serius dan fokus dalam setiap tahapan produksi. Selain melatih ketelitian dan tanggung jawab, kegiatan ini juga menanamkan nilai kerja sama serta disiplin dalam bekerja.
Pembinaan tersebut dipantau langsung oleh Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan, Rafi Rizaldi. Kehadiran beliau memastikan kegiatan berjalan sesuai prosedur serta memberikan motivasi kepada warga binaan agar terus meningkatkan kualitas hasil produksi.
Dalam keterangannya, Rafi menyampaikan bahwa pembinaan kemandirian merupakan salah satu wujud nyata pelaksanaan sistem pemasyarakatan yang berorientasi pada pembentukan pribadi yang lebih baik dan produktif.
“Kegiatan ini bukan hanya untuk mengisi waktu, tetapi sebagai sarana membangun keterampilan dan mental kerja warga binaan. Harapannya, ketika kembali ke masyarakat nanti, mereka sudah memiliki pengalaman dan kemampuan yang dapat dikembangkan menjadi usaha mandiri,” ujarnya.
Program pembuatan sabun cuci piring dipilih karena memiliki peluang usaha yang cukup menjanjikan dan mudah dikembangkan dalam skala UMKM. Produk kebutuhan rumah tangga ini memiliki pasar yang luas dan permintaan yang stabil, sehingga berpotensi menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan.
Melalui pembinaan ini, Rutan Bengkulu terus berkomitmen menghadirkan kegiatan positif yang memberikan manfaat nyata bagi warga binaan. Tidak hanya menjalankan fungsi pengamanan, Rutan Bengkulu juga menekankan pentingnya pembinaan keterampilan sebagai bekal reintegrasi sosial.
Dengan semangat kemandirian dan produktivitas, diharapkan warga binaan mampu memanfaatkan ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama menjalani masa pembinaan sebagai langkah awal menuju kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti.






















