26 Januari 2026 – Bengkulu – Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bengkulu kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun kekuatan spiritual dan soliditas internal dengan menggelar kegiatan doa bersama (mendoa), Senin (26/1). Kegiatan ini dilaksanakan di Rumah Dinas Kepala Rutan Bengkulu sebagai wujud ikhtiar untuk memohon keberkahan, kelancaran pelaksanaan tugas, serta mempererat silaturahmi dan kebersamaan keluarga besar Rutan Bengkulu.
Kegiatan doa bersama ini dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Bengkulu, Tomy Yulianto, dan dihadiri oleh pejabat struktural, seluruh staf jajaran, serta peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Batch 2.
Rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib dan khidmat. Acara diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Nanang Darmawan selaku pembina kerohanian. Dalam doa yang dipanjatkan, seluruh peserta memohon agar senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, dan perlindungan dalam melaksanakan tugas pemasyarakatan, serta kelancaran dalam setiap amanah yang diemban.
Selain memohon keberkahan dan kelancaran tugas, doa bersama ini juga menjadi momentum refleksi diri bagi seluruh jajaran. Suasana rumah dinas yang hangat dan penuh kekeluargaan menambah kekhusyukan kegiatan, sekaligus mempererat hubungan emosional antarpegawai, pejabat struktural, dan peserta magang yang turut menjadi bagian dari keluarga besar Rutan Bengkulu.
Kepala Rutan Bengkulu Tomy Yulianto menyampaikan bahwa kegiatan doa bersama ini memiliki makna penting sebagai penguat mental dan spiritual di tengah tantangan tugas pemasyarakatan yang semakin kompleks. Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan tugas tidak hanya ditentukan oleh profesionalisme dan kedisiplinan, tetapi juga oleh kekuatan doa, kebersamaan, dan keikhlasan seluruh jajaran.
“Melalui doa bersama ini, kita menyatukan niat dan langkah agar setiap tugas yang dijalankan senantiasa mendapat ridho dan kemudahan. Kebersamaan seperti ini juga penting untuk menjaga kekompakan dan keharmonisan di lingkungan kerja,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Tomy Yulianto berharap kegiatan keagamaan seperti doa bersama dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Selain sebagai sarana pembinaan mental dan spiritual, kegiatan ini juga diharapkan mampu menciptakan suasana kerja yang positif, harmonis, dan penuh rasa kekeluargaan, sehingga mendukung terwujudnya pelayanan pemasyarakatan yang profesional, humanis, dan berintegritas.





















