Mojokerto – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Mojokerto menerima kunjungan kerja dari Badan Narkotika Nasional Kota Mojokerto dalam rangka memperkuat sinergi pembinaan serta melihat secara langsung program pembinaan yang berjalan di dalam lapas, Rabu (11/3).
Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Badan Narkotika Nasional Kota Mojokerto, Damar Bastiar Amarapit, yang disambut oleh jajaran Lapas Mojokerto. Kegiatan diawali dengan diskusi dan silaturahmi yang berlangsung di ruang Kepala Lapas Mojokerto.
Dalam pertemuan tersebut dibahas berbagai hal terkait program pembinaan warga binaan, termasuk upaya-upaya yang dapat mendukung proses rehabilitasi sosial bagi penyalahguna narkotika melalui kegiatan pembinaan yang produktif.
Kepala Lapas Mojokerto, Rudi Kristiawan, menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antar instansi dalam mendukung pembinaan warga binaan agar lebih optimal.
Usai berdiskusi, rombongan BNN Kota Mojokerto diajak meninjau langsung sarana dan prasarana yang ada di Lapas Mojokerto. Peninjauan dimulai dari blok hunian warga binaan, baik blok tahanan maupun narapidana, guna melihat secara langsung kondisi serta kegiatan pembinaan di dalam lapas.
Selanjutnya rombongan diajak meninjau area SAE Lapas Mojokerto yang menjadi pusat kegiatan pembinaan kemandirian dan ketahanan pangan bagi warga binaan. Di lokasi tersebut ditunjukkan kegiatan budidaya ikan lele serta peternakan kambing yang dikelola sebagai bagian dari program pembinaan keterampilan.
Rombongan juga melihat kegiatan produksi tempe yang dikelola oleh warga binaan sebagai salah satu bentuk pembinaan kemandirian. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan keterampilan yang bermanfaat bagi warga binaan ketika kembali ke masyarakat.
Tidak hanya itu, Kepala BNN Kota Mojokerto juga meninjau berbagai hasil karya kerajinan warga binaan, seperti pembuatan patung serta miniatur kapal yang dibuat dengan keterampilan tangan para warga binaan.
Kalapas Mojokerto, Rudi Kristiawan, menyampaikan bahwa berbagai program kemandirian tersebut merupakan bagian dari upaya pembinaan agar warga binaan memiliki bekal keterampilan setelah bebas nanti.
“Melalui berbagai program pembinaan dan kemandirian ini, kami berharap warga binaan memiliki keterampilan yang bermanfaat sehingga ketika kembali ke masyarakat mereka dapat menjalani kehidupan yang lebih baik dan produktif,” ujar Rudi.
Sementara itu, Kepala BNN Kota Mojokerto, Damar Bastiar Amarapit, mengapresiasi berbagai program pembinaan yang dijalankan di Lapas Mojokerto. Ia bahkan menyampaikan bahwa program-program kemandirian tersebut dapat menjadi inspirasi untuk diterapkan dalam kegiatan rehabilitasi sosial yang dilakukan oleh BNN Kota Mojokerto.
“Kami sangat mengapresiasi berbagai program kemandirian yang ada di Lapas Mojokerto. Ini bisa menjadi contoh bagi kami untuk mengembangkan kegiatan serupa dalam proses rehabilitasi sosial. Bahkan kerajinan miniatur kapal yang dibuat warga binaan sangat menarik, dan rencananya akan kami jadikan pajangan di kantor BNN Kota Mojokerto,” ungkap Damar.

















