Bengkulu – Warga binaan pemasyarakatan (WBP) Nasrani di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu kembali mengikuti kegiatan ibadah rutin yang berlangsung khidmat di Gereja Getsmani Lapas Bengkulu, Rabu (04/02). Ibadah tersebut dipandu oleh penyuluh agama Katolik dan Kristen Protestan dari Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Bengkulu dengan mengangkat tema firman Tuhan “Yesus Ditolak di Nazaret” yang diambil dari Markus 6:1–6.
Kegiatan ibadah dimulai pada pagi hari dengan pujian dan penyembahan yang dipimpin secara bergantian oleh para penyuluh. Suasana gereja lapas tampak tenang dan penuh penghayatan, para warga binaan mengikuti setiap rangkaian ibadah dengan tertib dan penuh kesungguhan.
Dalam khotbahnya, penyuluh menyampaikan pesan bahwa penolakan yang dialami Yesus di kampung halamannya sendiri menjadi pengingat bagi setiap umat untuk tetap teguh dalam iman meskipun menghadapi penolakan, keraguan, atau masa sulit. Warga binaan diajak untuk melihat pengalaman hidup, termasuk masa pembinaan di dalam lapas, sebagai kesempatan untuk bertumbuh secara rohani dan memperbaiki diri.
“Kadang kita merasa tidak diterima atau dipandang sebelah mata karena masa lalu. Namun firman Tuhan mengajarkan bahwa setiap orang tetap memiliki nilai di hadapan-Nya dan kesempatan untuk berubah selalu terbuka,” disampaikan dalam renungan ibadah.
Petugas pembinaan kepribadian Lapas Bengkulu yang turut mendampingi kegiatan menyampaikan bahwa pembinaan kerohanian menjadi bagian penting dalam proses pemasyarakatan. Melalui kegiatan ibadah rutin, diharapkan warga binaan memiliki pegangan moral, ketenangan batin, serta motivasi untuk menjalani masa pidana dengan sikap yang lebih positif.
Pelaksanaan ibadah berjalan aman dan tertib dengan pengawasan petugas, serta tetap mengedepankan suasana yang kondusif dan penuh toleransi. Kegiatan ini juga menjadi wujud sinergi antara Lapas Bengkulu dan Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu dalam memberikan layanan pembinaan keagamaan bagi warga binaan sesuai keyakinan masing-masing.
Melalui ibadah bertema “Yesus Ditolak di Nazaret” ini, diharapkan warga binaan semakin dikuatkan secara spiritual, memiliki harapan baru, dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke tengah masyarakat.






















