Kota Bengkulu – Suasana hangat, penuh kekeluargaan, dan sarat kebersamaan mewarnai acara makan bersama penutupan pengajian ibu-ibu Majelis Taklim di Masjid Jamik Nurul Iman, Sabtu (akhir Januari 2026). Kegiatan ini digelar sebagai penanda berakhirnya rangkaian pengajian rutin sekaligus menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.
Acara makan bersama tersebut berlangsung sederhana namun penuh makna. Para jamaah ibu-ibu Majelis Taklim tampak antusias dan bahagia, saling berbagi hidangan yang disiapkan secara gotong royong. Momentum ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga refleksi kebersamaan setelah mengikuti pengajian rutin selama beberapa bulan terakhir.
Ketua Majelis Taklim Masjid Jamik Nurul Iman, Jullita, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pengajian yang telah berjalan serta kebersamaan yang terus terjaga di antara jamaah.
“Alhamdulillah, penutupan pengajian ini kami kemas dengan makan bersama agar terasa lebih hangat dan berkesan. Ini bukan sekadar makan, tetapi simbol kebersamaan, kekompakan, dan rasa syukur karena kita dipertemukan kembali dengan bulan suci Ramadhan,” ujar Jullita.
Ia berharap, ilmu dan nilai-nilai keislaman yang diperoleh selama pengajian dapat menjadi bekal bagi para ibu dalam menjalani Ramadhan dengan lebih khusyuk serta mampu menularkannya kepada keluarga masing-masing.
“Kami berharap Ramadhan tahun ini menjadi Ramadhan terbaik, penuh keberkahan, dan mampu memperkuat peran ibu sebagai madrasah pertama bagi anak-anak di rumah,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Jamik Nurul Iman, Faisal Eriza, mengapresiasi peran aktif Majelis Taklim ibu-ibu dalam memakmurkan masjid.
“Majelis Taklim ibu-ibu adalah kekuatan besar dalam kehidupan masjid. Kegiatan pengajian yang ditutup dengan makan bersama ini menunjukkan bahwa masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga ruang membangun kebersamaan dan ukhuwah,” ungkap Faisal Eriza.
Menurutnya, menjelang Ramadhan, kegiatan seperti ini sangat penting untuk menumbuhkan semangat kebersamaan dan kesiapan spiritual jamaah. DKM berharap sinergi antara pengurus masjid dan Majelis Taklim terus terjalin dengan baik.
Acara ditutup dengan doa bersama, memohon agar seluruh jamaah diberikan kesehatan, umur panjang, dan kesempatan untuk menjalani ibadah Ramadhan dengan penuh keimanan dan ketakwaan. Suasana haru dan bahagia pun menyatu, menandai kesiapan Masjid Jamik Nurul Iman menyambut bulan suci Ramadhan.

























