Mojokerto – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Mojokerto Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Timurterus menguatkan pembinaan kepribadian warga binaan melalui kegiatan pengajian rutin Yasin dan tahlil yang digelar pada Kamis malam di lingkungan lapas, Kamis (12/2).
Kegiatan yang dipusatkan di Masjid At-Taubah Lapas Mojokerto ini diikuti warga binaan dengan penuh khidmat. Pembacaan Surat Yasin, tahlil, serta doa bersama berlangsung tertib dan menjadi sarana meningkatkan keimanan sekaligus refleksi diri selama menjalani masa pembinaan.
Kepala Lapas Mojokerto, Rudi Kristiawan, menegaskan bahwa kegiatan keagamaan rutin menjadi bagian penting dalam membentuk karakter warga binaan agar lebih baik dan siap kembali ke masyarakat. “Pengajian rutin ini menjadi wadah pembinaan spiritual, menumbuhkan kesadaran diri, serta memperkuat mental warga binaan agar menjalani masa pidana dengan lebih positif,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa pembinaan keagamaan tidak hanya menitikberatkan pada kegiatan seremonial, tetapi juga sebagai proses membangun kebiasaan baik yang berkelanjutan. Dengan pendekatan tersebut, diharapkan warga binaan mampu membawa perubahan sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu warga binaan mengaku kegiatan Yasin dan tahlil memberikan ketenangan batin dan menjadi pengingat untuk terus memperbaiki diri. “Kami merasa lebih tenang dan punya semangat baru. Kegiatan ini membuat kami lebih dekat dengan Tuhan dan saling menguatkan satu sama lain,” tuturnya.
Melalui pengajian rutin Kamis malam ini, Lapas Mojokerto Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Timur menegaskan komitmennya menghadirkan pembinaan yang menyentuh aspek spiritual, moral, dan kepribadian warga binaan sebagai bekal penting dalam proses reintegrasi sosial setelah kembali ke tengah masyarakat.





















