7 Februari 2026
Bengkulu — Rutan Bengkulu terus berkomitmen menghadirkan pembinaan yang menyentuh berbagai aspek kehidupan warga binaan, termasuk penguatan nilai keagamaan. Salah satu bentuk pembinaan tersebut diwujudkan melalui kegiatan latihan hadroh yang dilaksanakan secara rutin di Masjid At-Taubah Rutan Bengkulu, Sabtu (7/2).
Latihan hadroh ini menjadi bagian dari program pembinaan kerohanian yang bertujuan membangun keimanan, ketenangan batin, serta karakter positif warga binaan. Melalui seni musik Islami yang diiringi tabuhan rebana dan lantunan shalawat, kegiatan ini diharapkan mampu menghadirkan suasana religius yang menyejukkan sekaligus menumbuhkan rasa cinta kepada ajaran Islam.
Kepala Rutan Bengkulu, Tomy Yulianto, menyampaikan bahwa pembinaan spiritual memiliki peran penting dalam proses pemasyarakatan. Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti latihan hadroh dapat menjadi sarana efektif dalam membentuk sikap dan perilaku warga binaan ke arah yang lebih baik. “Pembinaan kerohanian kami dorong agar warga binaan memiliki keseimbangan antara mental, emosional, dan spiritual. Melalui hadroh, mereka belajar nilai kesabaran, kebersamaan, dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW,” ungkapnya.
Kegiatan latihan hadroh dipusatkan di Masjid At-Taubah yang selama ini menjadi pusat aktivitas keagamaan di lingkungan rutan. Dengan bimbingan pembina rohani sekaligus pelatih hadroh, warga binaan mendapatkan pembelajaran mulai dari teknik dasar memainkan rebana, pengaturan tempo, hingga kekompakan dalam melantunkan shalawat secara bersama-sama.
Antusiasme warga binaan terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Selain menjadi sarana ibadah, latihan hadroh juga menjadi wadah penyaluran minat dan bakat di bidang seni religi. Interaksi yang terjalin selama latihan turut memperkuat rasa kebersamaan serta membangun kerja sama antarsesama warga binaan.
Melalui kegiatan ini, Rutan Bengkulu berharap pembinaan yang diberikan tidak hanya berdampak selama masa pembinaan, tetapi juga dapat menjadi bekal positif ketika warga binaan kembali ke tengah masyarakat. Dengan penguatan nilai spiritual dan karakter, warga binaan diharapkan mampu menjalani kehidupan yang lebih baik, berakhlak, serta bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya.

















