Mojokerto – Lapas Mojokerto terus memperkuat komitmen pembinaan di bidang pendidikan dengan berkoordinasi bersama PKBM Bina Insani Firaas guna melanjutkan kerja sama program pendidikan kesetaraan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kegiatan koordinasi dilaksanakan di Kantor PKBM Bina Insani Firaas yang dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sebagai bentuk penguatan kerja sama kedua pihak, Rabu (18/2).
Pertemuan ini dihadiri jajaran Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Binadik) Lapas Mojokerto sebagai langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan layanan pendidikan bagi warga binaan tetap berjalan optimal.
Koordinasi difokuskan pada pembahasan pelaksanaan program pendidikan kesetaraan, mekanisme pembelajaran, serta penguatan dukungan tenaga pengajar bagi warga binaan yang sedang menempuh pendidikan paket A, B, dan C.
Penandatanganan MoU menjadi komitmen bersama dalam menghadirkan layanan pendidikan yang terstruktur dan berkelanjutan, sekaligus memastikan warga binaan memperoleh akses pendidikan yang layak selama menjalani masa pidana.
Melalui sinergi ini, diharapkan warga binaan tetap memperoleh hak pendidikan, sekaligus memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan yang dapat dimanfaatkan saat kembali ke tengah masyarakat.
Kalapas Mojokerto, Rudi Kristiawan, menegaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu pilar utama dalam pembinaan. Menurutnya, kerja sama dengan PKBM menjadi langkah nyata dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkelanjutan bagi warga binaan.
“Kami berkomitmen memberikan pembinaan yang komprehensif, termasuk melalui pendidikan kesetaraan. Dengan adanya sinergi dan penandatanganan MoU ini, kami berharap warga binaan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sebagai bekal reintegrasi sosial,” ujarnya.
Sementara itu, pihak PKBM Bina Insani Firaas menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program pendidikan di dalam lapas. Pihaknya siap terus berkolaborasi dalam menyediakan tenaga pendidik serta sistem pembelajaran yang adaptif bagi warga binaan.
Kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat kualitas pembinaan pendidikan di Lapas Mojokerto, sehingga warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh kesempatan belajar dan mengembangkan potensi diri secara berkelanjutan.






















