Bengkulu — Suasana hangat dan penuh kedisiplinan mewarnai halaman serbaguna Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu pada Jumat pagi. Setelah melaksanakan senam pagi bersama, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Catur Dharma Narapidana yang dipimpin oleh perwakilan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan diikuti secara serempak oleh seluruh WBP yang hadir.
Pembacaan Catur Dharma Narapidana tersebut menjadi momentum penting dalam meneguhkan komitmen pembinaan kepribadian, disiplin, dan integritas di lingkungan pemasyarakatan. Suara lantang para WBP yang mengucapkan empat nilai dasar pembinaan itu mencerminkan tekad untuk berubah dan menata kembali kehidupan menuju arah yang lebih baik.
Kegiatan rutin ini bukan hanya menjadi agenda pembiasaan, tetapi juga bentuk penerapan nilai edukatif dalam proses pembinaan di Lapas Bengkulu. Selain memperkuat kesadaran diri dan tanggung jawab, momentum ini diharapkan mampu menjadi ruang refleksi moral bagi para WBP, sekaligus membangun budaya positif di tengah kehidupan pemasyarakatan.
Dengan kebersamaan dan semangat perubahan, Lapas Kelas IIA Bengkulu terus mendorong terciptanya lingkungan pembinaan yang humanis, tertib, dan bermartabat—sebagai bagian dari upaya nyata mempersiapkan WBP kembali ke tengah masyarakat dengan karakter yang lebih baik.

























