Bengkulu — Memasuki hari kedua Pelatihan Pembinaan Kemandirian, kegiatan vokasional di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu kembali berlanjut dengan materi praktik pembuatan tempe, Selasa (25/11). Setelah sehari sebelumnya para peserta memulai pelatihan dengan proses produksi aneka keripik, hari ini warga binaan pemasyarakatan (WBP) fokus mempelajari teknik fermentasi kedelai sebagai dasar olahan pangan tempe.
Di ruang bimbingan kerja, para instruktur dari Yayasan Dharma Bhakti Kesejahteraan Sosial memberikan arahan langsung mulai dari tahap pembersihan kedelai, proses perendaman, perebusan, pengupasan kulit, hingga pencampuran ragi dan pengemasan bahan sebelum proses fermentasi. Seluruh peserta mengikuti tahapan tersebut dengan penuh antusias dan ketelitian.
Ketua Yayasan Dharma Bhakti Kesejahteraan Sosial, Heti Hartati, menjelaskan bahwa pelatihan tempe bertujuan menambah wawasan dan keterampilan WBP mengenai produk pangan bernilai jual tinggi dan mudah diaplikasikan sebagai usaha rumahan.
“Tempe adalah produk yang sangat potensial. Dengan memahami prosesnya dari awal hingga akhir, peserta memiliki peluang membuka usaha mandiri setelah bebas nanti,” ujar Heti.
Kepala Lapas Kelas IIA Bengkulu, Julianto Budhi Prasetyono, turut mengapresiasi tingginya semangat para peserta dalam mengikuti rangkaian pelatihan. Menurutnya, keberlanjutan materi pelatihan merupakan bukti komitmen Lapas Bengkulu dalam menyiapkan WBP menuju kemandirian ekonomi.
“Setiap keterampilan baru adalah pondasi perubahan. Kami ingin memastikan warga binaan menerima pembinaan yang bermanfaat, aplikatif, dan memberi harapan baru untuk masa depan mereka,” tegas Julianto.
Program pelatihan kemandirian yang berlangsung selama 10 hari ini akan terus diisi dengan praktik langsung sehingga WBP benar-benar memahami proses produksi, standar kebersihan, dan kualitas produk pangan. Hasil tempe yang dibuat hari ini nantinya juga akan diuji ketahanannya serta kelayakan sebagai produk konsumsi.
Melalui pelatihan yang berkelanjutan, Lapas Bengkulu terus memperkuat program pembinaan berbasis keterampilan sebagai bekal riil bagi warga binaan dalam membangun kehidupan yang lebih baik setelah bebas.


























