Banda Naira, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira kembali membuktikan keberhasilan program pembinaan kemandirian melalui kegiatan pertanian produktif. Bertempat di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Lapas Bandanaira berhasil memanen 20 ikat kacang panjang berkualitas, Kamis (22/1).
Kegiatan panen ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang secara konsisten dijalankan Lapas Bandanaira guna membekali Warga Binaan dengan keterampilan kerja yang bermanfaat dan berkelanjutan. Seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan, hingga panen, dilaksanakan langsung oleh Warga Binaan di bawah pengawasan petugas.
Kepala Lapas Bandanaira, Abdul Samad Rumuar, menyampaikan kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan di Lapas dapat berjalan optimal meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan lingkungan.
”Kami mendukung penuh pengembangan keterampilan Warga Binaan sebagai bagian dari pembinaan kemandirian dan upaya mendukung ketahanan pangan. Panen ini membuktikan bahwa meskipun Lapas Bandanaira memiliki lahan terbatas dengan tekstur tanah yang kurang ideal untuk ditanami berbagai jenis sayuran, kami tetap mampu beradaptasi dan menjalankan kegiatan yang produktif,” ujarnya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa hasil panen tersebut akan dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan bahan makanan bagi Warga Binaan, sehingga memberikan manfaat langsung sekaligus meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan Pemasyarakatan.
Sementara itu, Kepala Subseksi Pembinaan, Rustam Kasoor, berharap program ini dapat terus dikembangkan. Ke depan, lahan pertanian akan diperluas dan jenis komoditas ditambah.
”Kami berkomitmen untuk mengembangkan berbagai program pembinaan dibidang pertanian yang relevan dengan kebutuhan pasar agar Warga Binaan memiliki bekal cukup untuk reintegrasi sosial,” katanya.
Seorang Warga Binaan, Sofyan, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya dapat mengikuti kegiatan pertanian di SAE Lapas Bandanaira.
“Selain mengisi waktu dengan kegiatan positif, saya belajar ilmu bercocok tanam yang bisa menjadi bekal setelah kembali ke masyarakat,” ungkapnya.
Melalui kegiatan produktif ini, diharapkan Warga Binaan tidak hanya memperoleh keterampilan praktis, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri dan kesiapan untuk kembali berkontribusi di tengah masyarakat. (Humas/LT)






















