28 November 2025 Bengkulu – Upaya peningkatan kualitas pelayanan dan keamanan terus dilakukan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu. Demi memastikan kelancaran pelaksanaan tugas serta terciptanya lingkungan yang aman dan kondusif, Kasubsi Pengelolaan Rutan Bengkulu, Aziz Owairan, melakukan koordinasi dengan Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR), Ahmad Gunawan, terkait sarana dan prasarana fasilitas pendukung pengamanan.
Koordinasi ini berlangsung di ruang Ka. KPR Rutan Bengkulu pada Kamis (28/11). Dalam kesempatan tersebut, Aziz Owairan menyampaikan bahwa efektivitas sistem keamanan di lingkungan Rutan sangat dipengaruhi oleh kondisi sarana prasarana yang tersedia. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi menyeluruh agar fasilitas pendukung pengamanan dapat berfungsi optimal.
“Sarana dan prasarana pendukung keamanan merupakan elemen yang sangat penting dalam menunjang pelaksanaan tugas pengamanan. Kita ingin seluruh fasilitas di Rutan dapat bekerja secara maksimal untuk menciptakan keamanan bagi petugas maupun warga binaan,” ujar Aziz Owairan.
Ia menekankan bahwa dengan meningkatnya jumlah warga binaan serta dinamika situasi dalam lingkungan pemasyarakatan, penting bagi seluruh perangkat kerja untuk memastikan kesiapan aspek pengamanan. Aziz menambahkan bahwa koordinasi lintas unit menjadi kunci agar seluruh kebutuhan sarana dapat terinventarisasi dan ditindaklanjuti sesuai skala prioritas.
Menanggapi hal tersebut, Ka. KPR Ahmad Gunawan mengapresiasi langkah koordinasi yang dilakukan oleh Kasubsi Pengelolaan. Ia menegaskan bahwa pihak pengamanan terbuka terhadap evaluasi fasilitas guna meningkatkan kualitas kerja. Menurutnya, kelancaran tugas pengamanan tidak hanya dipengaruhi oleh sumber daya manusia, tetapi juga sangat bergantung pada ketersediaan fasilitas pendukung.
“Kami menyambut baik sinergi ini. Penguatan sarana dan prasarana pengamanan merupakan hal mendesak untuk memastikan seluruh area di dalam Rutan dapat diawasi secara efektif. Dengan kerja sama yang baik, kami yakin peningkatan keamanan bisa diwujudkan,” jelas Ahmad Gunawan.
Dalam koordinasi tersebut, beberapa fasilitas turut menjadi sorotan, di antaranya perangkat CCTV, lampu sorot, kunci pengaman, serta kesiapan alat komunikasi untuk petugas jaga. Evaluasi dilakukan secara rinci untuk meninjau apakah peralatan masih berfungsi baik atau perlu pembaruan.
Selain itu, Ahmad Gunawan menyampaikan bahwa dalam waktu dekat tim pengamanan akan melakukan pengecekan langsung ke sejumlah titik rawan dan area yang membutuhkan perhatian khusus. Ia berharap hasil evaluasi ini dapat ditindaklanjuti dengan penguatan fasilitas agar langkah preventif terhadap gangguan keamanan dapat berjalan optimal.

























