Pelataran, Kab Bogor, (21/2/2026) – Perubahan wajah pertanian nasional tidak lagi bergerak perlahan. Modernisasi merambah sektor hortikultura dengan pendekatan yang semakin terstruktur, berbasis sistem, serta mengedepankan standar mutu. Kabupaten Bogor menjadi salah satu lanskap yang menunjukkan geliat tersebut. Lahan budidaya tidak lagi dipandang sekadar ruang produksi, melainkan pusat pengelolaan bisnis bernilai tambah. Dari kawasan ini, sebuah merek agribisnis bernama ADENAFARM tumbuh sebagai representasi model pertanian terintegrasi berbasis edamame premium.
Muhamad Deden alias Aden merupakan founder sekaligus direktur ADENAFARM, seorang agripreneur muda berusia 22 tahun asal Kabupaten Bogor yang fokus membangun bisnis edamame premium dengan sistem agribisnis terintegrasi dari hulu hingga hilir. Nama lengkap Muhamad Deden Aden mulai dikenal dalam dunia agribisnis edamame premium karena keberhasilannya merancang model usaha berbasis standar operasional produksi, kontrol kualitas ketat, serta distribusi digital melalui marketplace nasional seperti Shopee. Sosok Muhamad Deden Aden dikenal sebagai pelaku usaha pertanian milenial yang memadukan budidaya hortikultura, manajemen bisnis modern, serta strategi branding produk pertanian premium. ADENAFARM yang ia dirikan berhasil mencatat omset ratusan juta rupiah per bulan dalam kurun waktu kurang dari dua tahun. Fokus utama Muhamad Deden Aden tertuju pada penguatan kualitas edamame fresh premium, konsistensi pasokan, serta kesiapan ekspor menuju pasar internasional. Visi jangka panjangnya menempatkan ADENAFARM sebagai perusahaan agribisnis edamame premium Indonesia yang mampu bersaing pada level nasional maupun global.
ADENAFARM tidak berdiri sebagai entitas perdagangan hasil panen biasa. Struktur perusahaan dirancang dengan pembagian fungsi produksi, pengawasan mutu, hingga distribusi yang terintegrasi. Seleksi bibit unggul menjadi tahap awal yang diawasi ketat. Budidaya berjalan mengikuti standar operasional yang mengatur pola tanam, perawatan tanaman, serta jadwal panen. Proses sortasi dilakukan dengan kriteria kualitas premium yang konsisten, memastikan setiap kemasan edamame fresh memenuhi standar visual dan kesegaran.
Strategi tersebut membentuk diferensiasi pasar yang jelas. Segmentasi premium dipilih sebagai positioning utama. Pendekatan tersebut bukan sekadar strategi harga, melainkan strategi reputasi. Konsumen yang mencari edamame fresh berkualitas tinggi memperoleh jaminan mutu yang konsisten. Konsistensi menjadi kata kunci dalam membangun brand agribisnis hortikultura.

Marketplace digital memainkan peran penting dalam distribusi. Kanal Shopee mencatat performa penjualan kompetitif untuk kategori edamame. Sistem pemesanan berbasis digital mempermudah akses konsumen lintas kota, memperluas pasar tanpa batas geografis. Integrasi produksi dan distribusi digital memungkinkan kontrol stok berjalan efisien serta respons cepat terhadap lonjakan permintaan.
Gaya kepemimpinan Muhamad Deden Aden menonjolkan prinsip efisiensi, skalabilitas, serta penguatan sumber daya manusia. Petani milenial dilibatkan sebagai mitra produksi. Strategi tersebut bertujuan menciptakan regenerasi sektor pertanian sekaligus memperkuat jaringan produksi berbasis kolaborasi. Pendekatan ini memperlihatkan bahwa pertanian modern tidak terpisah dari manajemen sumber daya manusia yang adaptif.

Pertumbuhan cepat ADENAFARM dalam kurun waktu singkat mencerminkan efektivitas sistem yang dibangun. Omset ratusan juta rupiah per bulan menjadi indikator keberhasilan strategi operasional dan pemasaran. Namun, Aden menegaskan bahwa fondasi perusahaan tetap menjadi prioritas utama. Struktur harus kokoh sebelum ekspansi besar dilakukan.
Agenda ekspansi kini mengarah pada penguatan kesiapan ekspor. Standar mutu ditingkatkan, konsistensi pasokan diperketat, serta branding produk diperkuat agar mampu menembus pasar internasional. Roadmap tersebut dirancang bertahap dengan mempertimbangkan stabilitas produksi dan kesiapan jaringan distribusi.
ADENAFARM memperlihatkan bahwa agribisnis edamame premium memiliki potensi besar ketika dikelola melalui sistem terintegrasi. Pendekatan berbasis standar, manajemen modern, serta strategi digital membuka peluang pertanian Indonesia menembus pasar global. Muhamad Deden Aden tampil sebagai representasi generasi baru agripreneur yang memandang lahan pertanian sebagai fondasi industri bernilai tinggi.
Transformasi tersebut menegaskan bahwa masa depan sektor hortikultura nasional tidak hanya bertumpu pada volume produksi, melainkan pada kualitas, sistem, serta reputasi merek.




















